Selasa, 23 Februari 2010

Sejarah Rokok


Riwayat kretek bermula di Kudus. Menjadi dagangan paling memikat di tangan pengusaha buta huruf. Sayang asal usulnya masih gelap.

Kisah kretek bermula dari kota Kudus. Tak jelas memang asal usul yang akurat tentang rokok kretek. menurut kisah yang hidup dikalangan para pekerja pabrik rokok, riwayat kretek bermula dari penemuan Haji Djamari pada kurun waktu sekitar 1870-1880-an. Awalnya, penduduk asli kudus ini merasa sakit pada bagian dada. Ia lalu mengoleskan minyak cengkeh. Sakitnya reda. Djamari lantas bereksperimen merajang cengkeh dan mencampurnya dengan tembakau untuk dilinting menjadi rokok.

Kala itu melinting rokok sudah menjadi kebiasaan kaum pria. Djamari melakukan modifikasi dengan mencampur cengkeh. Setelah rutin menghisap rokok ciptaannya. Djamari merasa sakitnya hilang. Ia mewartakan penemuan ini kepada kerabat dekatnya. Berita ini menyebar cepat. Permintaan “rokok obat” ini pun mengalir.

Djamari melayani banyak permintaan rokok cengkeh. Lantaran ketika dihisap, cengkeh yang terbakar mengeluarkan bunyi “kemeretek”, maka rokok temuan Djamari ini dikenal dengan “rokok kretek”. Awalnya, kretek ini dibungkus “klobot” atau daun jagung kering. Dijual per ikat dimana setiap ikat terdiri dari 10 , tanpa selubung kemasan sama sekali.

Rokok kretek kian dikenal. Namun tak begitu dengan penemunya Djamari diketahui meninggal pada 1890. Siapa dia dan asal-usulnya hingga kini masih remang-remang. Hanya temuannya itu yang terus berkembang. Sepuluh tahun kemudian, penemuan Djamari menjadi dagangan memikat di tangan Nitisemito, perintis industri rokok di Kudus.

Bisnis rokok dimulai oleh Nitisemito pada 1906 dan pada 1908 usahanya resmi terdaftar dengan merek “Tjap Bal Tiga”. Bisa dikatakan langkah Nitisemito itu menjadi tonggak tumbuhnya industri rokok kretek di Indonesia.

Beberapa abad legenda yang beredar di Jawa, rokok sudah dikenal sudah sejak lama. Bahkan sebelun Haji Djamari dan Nitisemito merintisnya. Tercatat dalam Kisah Roro Mendut, yang menggambarkan seorang putri dari Pati yang dijadikan istri oleh Tumenggung Wiroguno, salah seorang panglima perang kepercayaan Sultan Agung menjual rokok “klobot” (rokok kretek dengan bungkus daun jangung kering) yang disukai pembeli terutama kaum laki-laki karena rokok itu direkatkan dengan ludahnya.

Awal usaha Kretek

Nitisemito sendiri seorang buta huruf, dilahirkan dari rahim Ibu Markanah di desa Janggalan dengan nama kecil Rusdi. Ayahnya, Haji Sulaiman adalah kepala desa janggalan. Pada usia 17 tahun ia mengubah namanya menjadi Nitisemito. Pada usia ini, ia merantau ke Malang, Jawa Timur untuk bekerja sebagai buruh jahit pakaian. Usaha ini berkembang sehingga ia mampu menjadi pengusaha konfeksi. Namun beberapa tahun kemudian usaha ini kandas karena terlilit hutang. Nitisemito pulang kampung dan memulai usahanya membuat minyak kelapa, berdagang kerbau namun gagal. Ia kemudian bekerja menjadi kusir dokar sambil berdagang tembakau. Saat itulah dia berkenalan dengan Mbok Nasilah, pedagang rokok klobot di Kudus.

Mbok Nasilah, yang juga dianggap sebagai penemu pertama rokok kretek, menemukan rokok kretek untuk menggantikan kebiasaan nginang pada sekitar tahun 1870.

Di warungnya, yang kini menjadi toko kain Fahrida di Jalan Sunan Kudus, Mbok nasilah menyuguhkan rokok temuannya untuk para kusir yang sering mengunjungi warungnya. Kebiasaan nginang yang sering dilakukan para kusir mengakibatkan kotornya warung Mbok Nasilah, sehingga dengan menyuguhkan rokok, ia berusaha agar warungnya tidak kotor.

Pada awalnya ia mencoba meracik rokok. Salah satunya dengan menambahkan cengkeh ke tembakau. Campuran ini kemudian dibungkus dengan klobot atau daun jagung kering dan diikat dengan benang. Rokok ini disukai oleh para kusir dokar dan pedagang keliling. Salah satu penggemarnya adalah Nitisemito yang saat itu menjadi kusir.

Nitisemito lantas menikahi Nasilah dan mengembangkan usaha rokok kreteknya menjadi mata dagangan utama. Usaha ini maju pesat. Nitisemito memberi label rokoknya “Rokok Tjap Kodok Mangan Ulo” (Rokok Cap Kodok makan Ular). Nama ini tidak membawa hoki malah menjadi bahan tertawaan. Nitisemito lalu mengganti dengan Tjap Bulatan Tiga. Lantaran gambar bulatan dalam kemasan mirip bola, merek ini kerap disebut Bal Tiga. Julukan ini akhirnya menjadi merek resmi dengan tambahan Nitisemito (Tjap Bal Tiga H.M. Nitisemito).

Bal Tiga resmi berdiri pada 1914 di Desa Jati, Kudus. Setelah 10 tahun beroperasi, Nitisemito mampu membangun pabrik besar diatas lahan 6 hektar di Desa jati. Ketika itu, di Kudus telah berdiri 12 perusahaan rokok besar, 16 perusahaan menengah, dan tujuh pabrik rokok kecil (gurem). Diantara pabrik besar itu adalah milik M. Atmowidjojo (merek Goenoeng Kedoe), H.M Muslich (merek Delima), H. Ali Asikin (merek Djangkar), Tjoa Khang Hay (merek Trio), dan M. Sirin (merek Garbis & Manggis).

Sejarah mencatat Nitisemito mampu mengomandani 10.000 pekerja dan memproduksi 10 juta batang rokok per hari 1938. Kemudian untuk mengembangkan usahanya, ia menyewa tenaga pembukuan asal Belanda. Pasaran produknya cukup luas, mencakup kota-kota di Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan bahkan ke Negeri Belanda sendiri. Ia kreatif memasarkan produknya, misalnya dengan menyewa pesawat terbang Fokker seharga 200 gulden saat itu untuk mempromosikan rokoknya ke Bandung dan Jakarta

Ambruknya rokok kretek Bal Tiga dan Munculnya Pesaing

Hampir semua pabrik itu kini telah tutup. Bal tiga ambruk karena perselisihan diantara para ahli warisnya. Munculnya perusahaan rokok lain seperti Nojorono (1940), Djamboe Bol (1937), Djarum (1950), dan Sukun, semakin mempersempit pasar Bal Tiga ditambah dengan pecahnya Perang Dunia II pada tahun 1942 di Pasifik, masuknya tentara Jepang, juga ikut memperburuk usaha Nitisemito. Banyak aset perusahaan yang disita. Pada tahun 1955, sisa kerajaan kretek Nitisemito akhirnya dibagi rata pada ahli warisnya.

Ambruknya pasaran Bal Tiga disebut sebut juga karena berdirinya rokok Minak Djinggo pada tahun 1930. Pemilik rokok ini, Kho Djie Siong, adalah mantan agen Bal Tiga di Pati, Jawa Tengah. Sewaktu masih bekerja pada Nitisemito, Kho Djie Siong banyak menarik informasi rahasia racikan dan strategi dagang Bal Tiga dari M. Karmaen, kawan sekolahnya di HIS Semarang yang juga menantu Nitisemito.

Pada tahun 1932, Minak Djinggo, yang penjualannya melesat cepat memindahkan markasnya ke Kudus. untuk memperluas pasar, Kho Djie Siong meluncurkan produk baru, Nojorono. Setelah Minak Djinggo, muncul beberapa perusahaan rokok lain yang mampu bertahan hingga kini seperti rokok Djamboe Bol milik H.A. Ma’roef, rokok Sukun milik M. Wartono dan Djarum yang didirikan Oei Wie Gwan.

Perusahaan rokok kretek Djarum berdiri pada 25 Agustus 1950 dengan 10 pekerja. Oei Wie Gwan, mantan agen rokok Minak Djinggo di Jakarta ini, mengawali bisnisnya dengan memasok rokok untuk Dinas Perbekalan Angkatan Darat. Pada tahun 1955, Djarum mulai memperluas produksi dan pemasarannya. Produksinya makin besar setelah menggunakan mesin pelinting dan pengolah tembakau pada tahun 1967.

Di era keemasan Minak Djinggo dan di ujung masa suram Bal Tiga, aroma bisnis kretek menjalar hingga ke luar Kudus. Banyak juragan dan agen rokok bermunculan. Di Magelang, Solo dan Yogyakarta, kebanyakan pabrik kretek membuat jenis rokok klembak. Rokok ini berupa oplosan tembakau, cengkeh dan kemenyan.

Perkembangan industri kretek di daerah di pulau Jawa

Kretek juga merambah Jawa Barat. Di daerah ini pasaran rokok kretek dirintis dengan keberadaan rokok kawung, yakni kretek dengan pembungkus daun aren. Pertama muncul di Bandung pada tahun 1905, lalu menular ke Garut dan Tasikmalaya. Rokok jenis ini meredup ketika kretek Kudus menyusup melalui Majalengka pada 1930-an, meski sempat muncul pabrik rokok kawung di Ciledug Wetan.

Sedangkan di Jawa Timur, industri rokok dimulai dari rumah tangga pada tahun 1910 yang dikenal dengan PT. HM Sampoerna. Tonggak perkembangan kretek dimulai ketika pabrik-pabrik besar menggunakan mesin pelinting. Tercatat PT. Bentoel di Malang yang berdiri pada tahun 1931 yang pertama memakai mesin pada tahun 1968, mampu menghasilkan 6000 batang rokok per menit. PT. Gudang Garam, Kediri dan PT HM Sampoerna tidak mau ketinggalan, begitu juga dengan PT Djarum, Djamboe Bol, Nojorono dan Sukun di Kudus.

Kini terdapat empat kota penting yang menggeliatkan industri kretek di Indonesia; Kudus, Kediri, Surabaya dan Malang. Industri rokok di kota ini baik kelas kakap maupun kelas gurem memiliki pangsa pasar masing masing. Semua terutapa pabrik rokok besar telah mencatatkan sejarahnya sendiri. Begitu pula dengan Haji Djamari, sang penemu kretek. Namun riwayat penemu kretek ini masih belum jelas. Dan kisahnya hidupnya hanya deketahui di kalangan pekerja pabrik rokok di Kudus.

KANTIN BARU,MASALAH BARU

Dibukanya kantin baru disekolah kami,yaitu SMAN 22 Surabaya ternyata membawa beberapa masalah baru di SMA paling akhir di kota Pahlawan ini.Harga makanan,fasilitas yang ada di dalam kantin tersebut,dan juga masalah sewa kontrak kantin yang kami dengar sangat mencekik para penjual makanan di kantin.
Harga makanan yang semula Rp.3500 berubah menjadi Rp5000,namun tidak ada perubahan dalam hal porsi,maupun fasilitas yang menunjang untuk kegiatan di kantin.Bayangkan,kantin di sekolah kami tidak menyediakan tempat duduk bagi para siswa untuk menikmati makanan yang mereka beli.Apakah kami harus makan dengan lesehan tanpa adanya meja maupun tempat duduk.Inikah yang dinamakan kantin baru bagi siswa,yang notabenenya sebagai penyumbang dana bagi pembangunan kantin ini.
Harga kontrak kantinpun melejit,dari kisaran Rp.400.000 perbulan menjadi Rp.3.500.000 perbulan.Apakah ini namanya bukan pemerasan terhadap pengontrak kantin,yang mengontrak kantin itu untuk sandaran hidup mereka.Para siswa pun terkena imbasnya dengan di naikkannya harga-harga makanan di kantin.
Mohon tanggapanya untuk para pengurus kantin di sekolah ini,agar tidak ada pihak yang dirugikan dengan adanya kantin baru ini.Baik siswa,pengelola kantin dan juga pengontrak kantin.Tolong sesuaikan harga-harga di kantin dengan uang saku para siswa yang rata-rata berasal dari golongan menengah kebawah dan juga kontrak kantin yang dibebankan kepada para pengontrak.



“Manusia ada untuk memanusiakan manusia yang lain.”

Jumat, 05 Februari 2010

Orang menutut ilmu,sama dengan orang yang minum bir…

Ibarat orang yang minum bir,semakin banyak dia minum maka akan membawa efek mabuk pada orang yang meminumnya dan semakin membuat ketagihan seseorang untuk meminumnya lebih banyak lagi setelah sadar dari mabuknya.

Jika seorang terlalu banyak minum bir pada saat berpesta miras maka lama kelamaan orang itu akan merasa bosan dan tidak sanggup lagi mengendalikan dirinya alias mabuk.

Demikian juga dengan dalam hal menuntut ilmu,bila otak kita terlalu dipaksakan untuk menerima ilmu dalam satu waktu sekaligus maka akan timbul rasa bosan kita untuk mempelajari ilmu tersebut.Meskipun,pada awalnya kita sangat bersemangat dalam mempelajarinya.Namun,setelah rasa bosan itu hilang,maka semangat untuk mempelajari ilmu akan tumbuh lagi dengan menggebu-gebu.Hal ini sama dengan orang yang meminum bir,setelah efek mabuk itu hilang dan tersadar,maka keinginan untuk mengkonsumsi bir akan tumbuh lagi.



Rabu, 27 Januari 2010

CoreT-cOreT

Di negri ini,ratusan jiwa terkurung dalam tembok-tembok kemelaratan

Menyandarkan hidup pada asa dan harapan

Dibawah dominasi segelintir orang yang selalu menindas sampai luar batas

Akankah ada sebuah keadilan untuk mereka,lepas dar cengkeraman kaum penindas

Masih adakah sedikit cahaya yang bisa mereka nikmati tanpa adanya mendung yang menghalanginya

Tidak akan ada rasa damai tanpa adanya perjuangan

Tetap bertahan atau hancur dengan perlaha …………






Aku tahu dan yakin bahwa perang itu salah.

Perang adalah kejahatan yang tidak tertanggungkan

Meskipun aku sadar bahwa perang itu sedang terjadi di depan kedua bola mataku yang tak hentinya berkedip untuk melihat sebuah pengorbanan sia-sia yang dinakan perang

Tapi,aku pun tahu bahwa perang itu harus terjadi……








Jika seorang manusia memperjuangkan kesempurnaan, maka ia terus bergerak semakin menjauhi sisi manusia yang sejati.

.Kami tidak menginginkan adanya sebuah dunia yang sempurna , kami meinginginkan sebuah dunia bebas yang sejati.

Dimana manusia telah mengerti berkali-kali bahwa kesempurnaan itu tidak ada.

Kami menginginkan sebuah dunia dimana kami dapat bebas untuk mengeksplorasi pengalaman dan merangkul ketidaksempurnaan kami, jati diri kami yang sejati sebagai manusia.


Pelacur teriak Pelacur…….!

Sekumpulan Hawa sedang bercengkrama ditengah terangnya lampu wisma sambil sedikit melirik kanan kiri dengan matanya yang tajam… ada yang lagi bercandaan, , ada yang berdirisambil menikmati sebatang rokok, ada juga yang duduk dan diam (entah berpikir, merenung, atau bermimpi}

sesekali mereka berbisik dan bercerita, sesekali mereka teriak "mampir doonnnkkkk…"

satu per satu makhluk" penghuni bumi melintas dan menikmati seronoknya aura para betina malam. "Tapi ga sedikit juga dari para pengkhianat hati yang berencana menikmati sempurnanya keindahan tubuh mereka dengan tujuan meraih kepuasan yang semu".

Siapa si mereka??

Kata orang-orang mereka adalah pelacur!!! Kata orang" mereka hina!!! hina karena mereka adalah pelacur yang menjual harga diri dan kemampuan seksnya hanya untuk kepuasan ekonomi pribadi, keluarga, maupun suami dan anak-anaknya!!!

Tapi buat saya, mereka adalah malaikat dunia yang sesungguhnya. Mereka relakan sepenuhnya kesucian mereka hanya untuk membahagiakan orang lain dan keluarga sebagai rasa tanggung jawab mereka.

Sementara manusia" lain yang penuh dengan arogansi yang munafik dan senyum kebohongan, memiliki otak hanya untuk menipu dan menjilat manusia yang lain untuk mendapatkan ereksi pribadi.. sampah dari segala sampah yang busuk!!!

tapi mereka… sang kupu-kupu malam terbang dengan sayapnya yang cantik dan penuh harapan, berdiri dan berkata…"inilah kami.. hadir di tengah-tengah lingkungan beradab dan menantang kesucian… demi kelangsungan hidup kami dan keluarga tercinta"

Sesungguhnya kita jauh lebih bangsat dari mereka, yang dengan penuh umpatan mencoba menantang dan menguasai dunia dengan kemunafikan.

Jangan teriak mereka hina…

Jangan teriak mereka kotor…

Jangan teriak mereka jijik…

Tapi berkaca dan tertunduklah, sambil berkata…

"Akulah Sang Pelacur…"


Sekilas tentang Menara Pisa (Menara condong yang miring)


Sampai 300 tahun lagi ???


Sudah banyak yang tahu bila salah satu dari 7 keajaiban dunia adalah berupa menara.Apalagi kalau bukan menara Pisa.Menara yang terletak di kota Pisa, Italia ini dianggap ajaib karena kedudukannya yang tidak vertikal lagi.Benar,menara ini condong ke samping alias miring,Dan yang bikin tambah unik,tingkat kemiringannya bertambah tiap tahunnya.

Menara ini terbuat dari batu,semen, dan kapur.Sehingga,keseluruhan struktur menara ini elastis dan dapat menahan menahan tekanan yang hebat sekalipun.Dinding bagian dalam dan luarnya dilapisi marmer berukuran 40 x 60 senti.

Yang istimewa ,bangunan ini bukan merupakan sebuah menara silinder yang berongga di dalamnya.Melainkan terdapat silinder inti yang menjadi dinding bagian dalam menara.Diantara dinding dalam dan dinding luar ini terdapat tangga melingkar selebar 1 meter.Saking tingginya menara ini,bila dihitung jumlah anak tangga sampai ke puncak adalah 293 buah.

Bila menara in dulunya bediri tegak secara vertikal,mengapa ia tiba-tiba berubah haluan ? Menurut para ilmuwan,kemiringan ini disebabkan oleh beberapa hal,diantaranya bahan dasar pembuat menara yang membuat bobot menjadi terlalu berat dan struktur lapisan tanah yang lunak.Namun, yang diyakini menjadi penyebab utama kemiringan yang dimulai pada 1185 ini adalah struktur tanahnya yang memang sangat lunak.Bagaimana tidak,bangunan ini didirikan 6 kaki diatas permukaan air laut.Dan letak daerahnya tepat diatas palung sungai(lapisan teratasnya pasir dan tanah liat)

Menurut perhitungan matematis,kemiringan ini dapat bertahan hingga 300 tahun ke depan.! Jadi,bersyukurlah karena masih bisa menjadi saksi sejarah keunikan dan keajaiban menara pisa.




Fakta-Fakta Seputar Pisa


Lama pembuatannya 177 tahun !


Pembangunan menara Pisa dimulai pada 9 Agustus 1173 dan berakhir pada 1350.Meski menara ini didirikan oleh orang-orang setempat,namun mendapat sentuhan dari berbagai budaya.

Betapa tidak,yang membangun adalah orang-orang yang berasal dari Jerussalem,Carthago,Ibiza,Mallorca,Afrika,Belgia,Inggris,norwegia,Spanyol,Maroko,dan beberapa bangsa Eropa lainnya.Percaya atau tidak,alasan dibuatnya menara ini adalah karena gengsi warga kota Pisa yang begitu tinggi.Mereka memang selalu bersaing dengan warga kota Florence,yang terletak di negara yang sama.Maka,untuk menunjukkan betapa hebatnya kota Pisa,mereka membangun menara tinggi di sebelah katedral kota.

Namun, pembangunannya sempat terhenti sampai lantai dasar,karena warga kota Pisa harus berperang dengan melawan Florence.Pembangunannya dimulai lagi pada 1180 dan berakhir pada 1185.Dalam 5 tahun itu,pembangunannya hanya berhasil menambah 3 lantai.Namun,menara ini sudah mulai miring.Setelah itu,pembangunan menara sempat mengalami putus-sambung beberapa kalidengan waktu yang tidak tetentu.

Kedudukan menara yang mulai miring memang membuat pembangunannya cukup sulit di selesaikan.Pembangunan terakhir dilakukan mulai 1319 hingga 1350.Akhirnya,secara keseluruhan menara itu memiliki 8 lantai dengan 7 bel di dalamnya.



Fungsi utama menara Pisa


Fungsi sebenarnya menara Pisa adalah menara lonceng (bell tower).Pada masa itu,keberadaan menara lonceng sangat penting untuk menunjukkan kekuatan suatu daerah,Semakin megah menara loncengnya,semakin hebat pula bangsa yang mendirikannya.

Ilmuwan kuno Italia,Galileo juga sempat menjadikan menara pisa sebagai tempat percobaannya.Dengan memanfaatkan kemiringan menara Pisa,dia menjatuhkan benda-benda untuk membuktikan teori gravitasinya.



(Sumber:Diambil dari beberapa Sumber)

Hedonis Bangsat

Hilir mudik setengah manusia di Surabaya memadati mal, bioskop, pusat" perbelanjaan kota… seakan-akan negara ini tenang, adem, ayem tanpa ada krisis ekonomi yang berarti !!!Anak-anak muda yang masih dibawah ketiak ayah dan ibunya antri di kasir-kasir toko pakaian dan barang" eksklusif yang harganya ratusan ribu bahkan jutaan rupiah dengan senyum dan tawa yang tanpa beban.

Sementara di dunia yang lain saya melihat anak" seumuran yang sama (bahkan dibawah umur) dengan compang-campingnya hanya bisa berdiri disamping kaca" mobil mewah sambil memegang sebuah ukulele dan dengan suaranya yang sangat polos mencoba untuk menyampaikan sesuatu… bahwa "mereka butuh makan dan pendidikan".

Saya bingung… Apa si yang diajarkan orang" kaya buat anak-anaknya hah ????!!!!!!!!!! Bagaimana cara memilih barang" yang mahal ???? Bagaimana cara menghambur"kan uang ?????? Bagaimana cara menginjak yang lemah ???? Sementara kalian membuang ludah, mereka yang dijalan menelan ludah kalian, bangsat !!!!!

Borjuis" kota memang bisa berpikir "buat apa mikirin kaum yang ga’ mampu karena mereka merasa berkelimpahan", tapi buat apa juga kalian semua jadi manusia kalau di sekitar kalian masih ada yang berjuang untuk menjadi manusia !!!

Setiap hari yang ada di kuping saya cuma kata-kata menghina yang dengan sa’enake cangkeme ngomong bahwa para penghuni jalanan itu ada karena malas dan tidak punya semangat untuk bekerja… Hey bung, mereka bukan pemalas tapi TIDAK PUNYA KESEMPATAN, karena semua lahan yang seharusnya digunakan untuk memunuhi hajat hidup orang banyak telah kalian rampas !!! orang-orang rakus yang mengambil hak hidup mereka dengan penuh tipuan !!!

Mereka yang ga mampu aja masih bisa menjulurkan tangannya untuk orang lain…. tapi kalian semua yang merasa dirinya mendapatkan sesuatu dari hasil menginjak yang lemah, dimana hati dan otak kalian semua… di pantat ??????!!!!!!!!!

Mulailah menghargai hidup orang lain tanpa menimbang status sosial dan jangan memandang rendah orang lain !!!

"Tanpa kuli tidak akan ada gedung"."Tanpa pembantu rumah tangga… Hahahahahahaaaa… dengan cincin emas di 10 jari tangan, mana bisa ibu-ibu borju masak dan nyuci baju !!!!!!!

Jangan merasa sombong dengan hidup yang berkelimpahan, karena emas kalian adalah hasil keringat dan jerit tangis dari orang" yang kalian injak !!!

Jangan remehkan kekuatan orang-orang yang kalian anggap lemah, karena itu bisa jadi bom waktu untuk kalian para penindas yang sewaktu-waktu bisa meledak dan menghancurkan kalian !!!

Manusia ada untuk memanusiakan satu sama lain…