<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-720454464218346364</id><updated>2011-10-07T11:02:42.088-07:00</updated><title type='text'>Libas BaTAs</title><subtitle type='html'>MEDIA MEMUNTAHKAN NAFSU UNTUK BERKARYA</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://people-scandal.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/720454464218346364/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://people-scandal.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>LiBas bAtAs</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13893280467824393825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_DTpGoMnFF4w/S0IeZBYW29I/AAAAAAAAAB4/L7UkTSnphAQ/S220/oi.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>26</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-720454464218346364.post-5356006707105852719</id><published>2011-01-16T00:55:00.000-08:00</published><updated>2011-01-16T00:57:42.627-08:00</updated><title type='text'>Komunisme dan Pan-Islamisme</title><content type='html'>(&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_DTpGoMnFF4w/TTKyQx9lOcI/AAAAAAAAAFQ/6g5Hy6NfHEw/s1600/TAN%2BMALAKA%2BSDIT.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="320" width="320" src="http://1.bp.blogspot.com/_DTpGoMnFF4w/TTKyQx9lOcI/AAAAAAAAAFQ/6g5Hy6NfHEw/s320/TAN%2BMALAKA%2BSDIT.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Tan Malaka (1922)&lt;br /&gt;Penerjemah: Ted Sprague, Agustus 2009&lt;br /&gt;Ini adalah sebuah pidato yang disampaikan oleh tokoh Marxis Indonesia Tan Malaka&lt;br /&gt;pada Kongres Komunis Internasional ke-empat pada tanggal 12 Nopember 1922.&lt;br /&gt;Menentang thesis yang didraf oleh Lenin dan diadopsi pada Kongres Kedua, yang telah&lt;br /&gt;menekankan perlunya sebuah “perjuangan melawan Pan-Islamisme”, Tan Malaka&lt;br /&gt;mengusulkan sebuah pendekatan yang lebih positif. Tan Malaka (1897-1949) dipilih&lt;br /&gt;sebagai ketua Partai Komunis Indonesia pada tahun 1921, tetapi pada tahun berikutnya&lt;br /&gt;dia dipaksa untuk meninggalkan Hindia Belanda oleh pihak otoritas koloni. Setelah&lt;br /&gt;proklamasi kemerdekaan pada bulan Agustus 1945, dia kembali ke Indonesia untuk&lt;br /&gt;berpartisipasi dalam perjuangan melawan penjajahan Belanda. Dia menjadi ketua&lt;br /&gt;Partai Murba (Partai Proletar)), yang dibentuk pada tahun 1948 untuk mengorganisir&lt;br /&gt;kelas pekerja oposisi terhadap pemerintahan Soekarno. Pada bulan Februari 1949 Tan&lt;br /&gt;Malaka ditangkap oleh tentara Indonesia dan dieksekusi.&lt;br /&gt;Kamerad! Setelah mendengar pidato-pidato Jenderal Zinoviev, Jenderal Radek dan&lt;br /&gt;kamerad-kamerad Eropa lainnya, serta berkenaan dengan pentingnya, untuk kita di Timur&lt;br /&gt;juga, masalah front persatuan, saya pikir saya harus angkat bicara, atas nama Partai&lt;br /&gt;Komunis Jawa, untuk jutaan rakyat tertindas di Timur.&lt;br /&gt;Saya harus mengajukan beberapa pertanyaan kepada kedua jenderal tersebut. Mungkin&lt;br /&gt;Jenderal Zinoviev tidak memikirkan mengenai sebuah front persatuan di Jawa; mungkin&lt;br /&gt;front persatuan kita adalah sesuatu yang berbeda. Tetapi keputusan dari Kongres&lt;br /&gt;Komunis Internasional Kedua secara praktis berarti bahwa kita harus membentuk sebuah&lt;br /&gt;front persatuan dengan kubu nasionalisme revolusioner. Karena, seperti yang harus kita&lt;br /&gt;akui, pembentukan sebuah front bersatu juga perlu di negara kita, front persatuan kita&lt;br /&gt;tidak bisa dibentuk dengan kaum Sosial Demokrat tetapi harus dengan kaum nasionalis&lt;br /&gt;revolusioner. Namun taktik yang digunakan oleh kaum nasionalis seringkali berbeda&lt;br /&gt;dengan taktik kita; sebagai contoh, taktik pemboikotan dan perjuangan pembebasan kaum&lt;br /&gt;Muslim, Pan-Islamisme. Dua hal inilah yang secara khusus saya pertimbangkan,&lt;br /&gt;sehingga saya bertanya begini. Pertama, apakah kita akan mendukung gerakan boikot&lt;br /&gt;atau tidak? Kedua, apakah kita akan mendukung Pan-Islamisme, ya atau tidak? Bila ya,&lt;br /&gt;seberapa jauh kita akan terlibat?&lt;br /&gt;Metode boikot, harus saya akui, bukanlah sebuah metode Komunis, tapi hal itu adalah&lt;br /&gt;salah satu senjata paling tajam yang tersedia pada situasi penaklukan politik-militer di&lt;br /&gt;Timur. Dalam dua tahun terakhir kita telah menyaksikan keberhasilan aksi boikot rakyat&lt;br /&gt;Mesir 1919 melawan imperialisme Inggris, dan lagi boikot besar oleh Cina di akhir tahun&lt;br /&gt;1919 dan awal tahun 1920. Gerakan boikot terbaru terjadi di India Inggris. Kita bisa&lt;br /&gt;melihat bahwa dalam beberapa tahun kedepan bentuk-bentuk pemboikotan lain akan&lt;br /&gt;digunakan di timur. Kita tahu bahwa ini bukan metode kita; ini adalah sebuah metode&lt;br /&gt;borjuis kecil, satu metode kepunyaan kaum borjuis nasionalis. Lebih jauh kita bisa&lt;br /&gt;mengatakan; bahwa pemboikotan berarti dukungan terhadap kapitalisme domestik; tetapi&lt;br /&gt;kita juga telah menyaksikan bahwa setelah gerakan boikot di India, kini ada 1800&lt;br /&gt;pemimpin yang dipenjara, bahwa pemboikotan telah membangkitkan sebuah atmosfer&lt;br /&gt;yang sangat revolusioner, dan gerakan boikot ini telah memaksa pemerintahan Inggris&lt;br /&gt;untuk meminta bantuan militer kepada Jepang, untuk menjaga-jaga kalau gerakan ini&lt;br /&gt;akan berkembang menjadi sebuah pemeberontakan bersenjata. Kita juga tahu bahwa para&lt;br /&gt;pemimpin Mahommedan di India – Dr. Kirchief, Hasret Mahoni dan Ali bersaudara –&lt;br /&gt;pada kenyataannya adalah kaum nasionalis; kita tidak melihat sebuah pemberontakan&lt;br /&gt;ketika Gandhi dipenjara. Tapi rakyat di India sangat paham seperti halnya setiap kaum&lt;br /&gt;revolusioner disana: bahwa sebuah pemberontakan lokal hanya akan berahir dalam&lt;br /&gt;kekalahan, karena kita tidak punya senjata atau militer lainnya di sana, oleh karena itu&lt;br /&gt;masalah gerakan boikot akan, sekarang atau di hari depan, menjadi sebuah masalah yang&lt;br /&gt;mendesak bagi kita kaum Komunis. Baik di India maupun Jawa kita sadar bahwa banyak&lt;br /&gt;kaum Komunis yang cenderung ingin memproklamirkan sebuah gerakan boikot di Jawa,&lt;br /&gt;mungkin karena ide-ide Komunis yang berasal dari Rusia telah lama dilupakan, atau&lt;br /&gt;mungkin ada semacam pelepasan mood Komunis yang besar di India yang bisa&lt;br /&gt;menentang semua gerakan. Bagaimanapun juga kita dihadapkan pada pertanyaan: apakah&lt;br /&gt;kita akan mendukung taktik ini, ya atau tidak? Dan seberapa jauh kita akan mendukung?&lt;br /&gt;Pan-Islamisme adalah sebuah sejarah yang panjang. Pertama saya akan berbicara tentang&lt;br /&gt;pengalaman kita di Hindia Belanda dimana kita telah bekerja sama dengan kaum Islamis.&lt;br /&gt;Di Jawa kita memiliki sebuah organisasi yang sangat besar dengan banyak petani yang&lt;br /&gt;sangat miskin, yaitu Sarekat Islam. Antara tahun 1912 dan 1916 organisasi ini memiliki&lt;br /&gt;sejuta anggota, mungkin sebanyak tiga atau empat juta. Itu adalah sebuah gerakan&lt;br /&gt;popular yang sangat besar, yang timbul secara spontan dan sangat revolusioner.&lt;br /&gt;Hingga tahun 1921 kita berkolaborasi dengan mereka. Partai kita, terdiri dari 13,000&lt;br /&gt;anggota, masuk ke pergerakan popular ini dan melakukan propaganda di dalamnya. Pada&lt;br /&gt;tahun 1921 kita berhasil membuat Sarekat Islam mengadopsi program kita. Sarekat Islam&lt;br /&gt;juga melakukan agitasii pedesaan mengenai kontrol pabrik-pabrik dan slogan: Semua&lt;br /&gt;kekuasaan untuk kaum tani miskin, Semua kekuasaan untuk kaum proletar! Dengan&lt;br /&gt;demikian Sarekat Islam melakukan propaganda yang sama seperti Partai Komunis kita,&lt;br /&gt;hanya saja terkadang menggunakan nama yang berbeda.&lt;br /&gt;Namun pada tahun 1921 sebuah perpecahan timbul karena kritik yang ceroboh terhadap&lt;br /&gt;kepemimpinan Sarekat Islam. Pemerintah melalui agen-agennya di Sarekat Islam&lt;br /&gt;mengeksploitasi perpecahan ini, dan juga mengeksploitasi keputusan Kongres Komunis&lt;br /&gt;Internasional Kedua: Perjuangan melawan Pan-Islamisme! Apa kata mereka kepada para&lt;br /&gt;petani jelata? Mereka bilang: Lihatlah, Komunis tidak hanya menginginkan perpecahan,&lt;br /&gt;mereka ingin menghancurkan agamamu! Itu terlalu berlebihan bagi seorang petani&lt;br /&gt;muslim. Sang petani berpikir: aku telah kehilangan segalanya di dunia ini, haruskah aku&lt;br /&gt;kehilangan surgaku juga? Tidak akan! Ini adalah cara seorang Muslim jelata berpikir.&lt;br /&gt;Para propagandis dari agen-agen pemerintah telah berhasil mengeksploitasi ini dengan&lt;br /&gt;sangat baik. Jadi kita pecah. [Ketua: Waktu anda telah habis]&lt;br /&gt;Saya datang dari Hindia Belanda, dan menempuh perjalanan selama empat puluh hari&lt;br /&gt;.[Tepuk Tangan]&lt;br /&gt;Para anggota Sarekat Islam percaya pada propaganda kita dan tetap bersama kita di perut&lt;br /&gt;mereka, untuk menggunakan sebuah ekspresi yang popular, tetapi di hati mereka mereka&lt;br /&gt;masih bersama Sarekat Islam, dengan surga mereka. Karena surga adalah sesuatu yang&lt;br /&gt;tidak bisa kita berikan kepada mereka. Karena itulah, mereka memboikot pertemuanperetemuan&lt;br /&gt;kita dan kita tidak bisa melanjutkan propaganda kita lagi.&lt;br /&gt;Sejak awal tahun lalu kita telah bekerja untuk membangun kembali hubungan kita dengan&lt;br /&gt;Sarekat Islam. Pada kongres kami bulan Desember tahun lalu kita mengatakan bahwa&lt;br /&gt;Muslim di Kaukasus dan negara-negara lain, yang bekerjasama dengan Uni Soviet dan&lt;br /&gt;berjuang melawan kapitalisme internasional, memahami agama mereka dengan lebih&lt;br /&gt;baik, kami juga mengatakan bahwa, jika mereka ingin membuat sebuah propaganda&lt;br /&gt;mengenai agama mereka, mereka bisa melakukan ini, meskipun mereka tidak boleh&lt;br /&gt;melakukannya di dalam pertemuan-pertemuan tetapi di masjid-masjid.&lt;br /&gt;Kami telah ditanya di pertemuan-pertemuan publik: Apakah Anda Muslim - ya atau&lt;br /&gt;tidak? Apakah Anda percaya pada Tuhan – ya atau tidak? Bagaimana kita menjawabnya?&lt;br /&gt;Ya, saya katakan, ketika saya berdiri di depan Tuhan saya adalah seorang Muslim, tapi&lt;br /&gt;ketika saya berdiri di depan banyak orang saya bukan seorang Muslim [Tepuk Tangan&lt;br /&gt;Meriah], karena Tuhan mengatakan bahwa banyak iblis di antara banyak manusia!&lt;br /&gt;[Tepuk Tangan Meriah] Jadi kami telah mengantarkan sebuah kekalahan pada para&lt;br /&gt;pemimpin mereka dengan Qur’an di tangan kita, dan di kongres kami tahun lalu kami&lt;br /&gt;telah memaksa para pemimpin mereka, melalui anggota mereka sendiri, untuk&lt;br /&gt;bekerjasama dengan kami.&lt;br /&gt;Ketika sebuah pemogokan umum terjadi pada bulan Maret tahun lalu, para pekerja&lt;br /&gt;Muslim membutuhkan kami, karena kami memiliki pekerja kereta api di bawah&lt;br /&gt;kepemimpinan kami. Para pemimpin Sarekat Islam berkata: Anda ingin bekerjasama&lt;br /&gt;dengan kami, jadi Anda harus menolong kami juga. Tentu saja kami mendatangi mereka,&lt;br /&gt;dan berkata: Ya, Tuhan Anda maha kuasa, tapi Dia telah mengatakan bahwa di dunia ini&lt;br /&gt;pekerja kereta api adalah lebih berkuasa! [Tepuk Tangan Meriah] Pekerja kereta api&lt;br /&gt;adalah komite eksekutif Tuhan di dunia ini. [Tertawa]&lt;br /&gt;Tapi ini tidak menyelesaikan masalah kita, jika kita pecah lagi dengan mereka kita bisa&lt;br /&gt;yakin bahwa para agen pemerintah akan berada di sana lagi dengan argumen Pan-&lt;br /&gt;Islamisme mereka. Jadi masalah Pan-Islamisme adalah sebuah masalah yang sangat&lt;br /&gt;mendadak.&lt;br /&gt;Tapi sekarang pertama-tama kita harus paham benar apa arti sesungguhnya dari kata Pan-&lt;br /&gt;Islamisme. Dulu, ini mempunyai sebuah makna historis dan berarti bahwa Islam harus&lt;br /&gt;menaklukkan seluruh dunia, pedang di tangan, dan ini harus dilakukan di bawah&lt;br /&gt;kepemimpinan seorang Khalifah [Pemimpin dari Negara Islam – Ed.], dan Sang Khalifah&lt;br /&gt;haruslah keturunan Arab. 400 tahun setelah meninggalnya Muhammad, kaum muslim&lt;br /&gt;terpisah menjadi tiga Negara besar dan oleh karena itu Perang Suci ini telah kehilangan&lt;br /&gt;arti pentingnya bagi semua dunia Islam. Hilang artinya bahwa, atas nama Tuhan,&lt;br /&gt;Khalifah dan agama Islam harus menaklukkan dunia, karena Khalifah Spanyol&lt;br /&gt;mengatakan, aku adalah benar-benar Khalifah sesungguhnya, aku harus membawa panji&lt;br /&gt;[Islam], dan Khalifah Mesir mengatakan hal yang sama, serta Khalifah Baghdad berkata,&lt;br /&gt;Aku adalah Khalifah yang sebenarnya, karena aku berasal dari suku Arab Quraish.&lt;br /&gt;Jadi Pan-Islamisme tidak lagi memiliki arti sebenarnya, tapi kini dalam prakteknya&lt;br /&gt;memiliki sebuah arti yang benar-benar berbeda. Saat ini, Pan-Islamisme berarti&lt;br /&gt;perjuangan untuk pembebasan nasional, karena bagi kaum Muslim Islam adalah&lt;br /&gt;segalanya: tidak hanya agama, tetapi juga Negara, ekonomi, makanan, dan segalanya.&lt;br /&gt;Dengan demikian Pan-Islamisme saat ini berarti persaudaraan antar sesama Muslim, dan&lt;br /&gt;perjuangan kemerdakaan bukan hanya untuk Arab tetapi juga India, Jawa dan semua&lt;br /&gt;Muslim yang tertindas. Persaudaraan ini berarti perjuangan kemerdekaan praktis bukan&lt;br /&gt;hanya melawan kapitalisme Belanda, tapi juga kapitalisme Inggris, Perancis dan Itali,&lt;br /&gt;oleh karena itu melawan kapitalisme secara keseluruhan. Itulah arti Pan-Islamisme saat&lt;br /&gt;ini di Indonesia di antara rakyat kolonial yang tertindas, menurut propaganda rahasia&lt;br /&gt;mereka – perjuangan melawan semua kekuasaan imperialis di dunia.&lt;br /&gt;Ini adalah sebuah tugas yang baru untuk kita. Seperti halnya kita ingin mendukung&lt;br /&gt;perjuangan nasional, kita juga ingin mendukung perjuangan kemerdekaan 250 juta&lt;br /&gt;Muslim yang sangat pemberani, yang hidup di bawah kekuasaaan imperialis. Karena itu&lt;br /&gt;saya tanya sekali lagi: haruskah kita mendukung Pan-Islamisme, dalam pengertian ini?&lt;br /&gt;Saya akhiri pidato saya. [Tepuk Tangan Meriah]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:www.marxists.org)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/720454464218346364-5356006707105852719?l=people-scandal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://people-scandal.blogspot.com/feeds/5356006707105852719/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=720454464218346364&amp;postID=5356006707105852719' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/720454464218346364/posts/default/5356006707105852719'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/720454464218346364/posts/default/5356006707105852719'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://people-scandal.blogspot.com/2011/01/komunisme-dan-pan-islamisme.html' title='Komunisme dan Pan-Islamisme'/><author><name>LiBas bAtAs</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13893280467824393825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_DTpGoMnFF4w/S0IeZBYW29I/AAAAAAAAAB4/L7UkTSnphAQ/S220/oi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_DTpGoMnFF4w/TTKyQx9lOcI/AAAAAAAAAFQ/6g5Hy6NfHEw/s72-c/TAN%2BMALAKA%2BSDIT.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-720454464218346364.post-1194853465897714597</id><published>2010-08-16T10:34:00.001-07:00</published><updated>2010-08-16T10:34:35.871-07:00</updated><title type='text'>Style punk, objek bisnis para pemilik modal…</title><content type='html'>&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5COperator%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;o:smarttagtype name="place" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype name="country-region" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype name="City" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5COperator%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5COperator%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:1;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-format:other;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin:0cm;	margin-bottom:.0001pt;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:12.0pt;	font-family:"Times New Roman","serif";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	font-size:10.0pt;	mso-ansi-font-size:10.0pt;	mso-bidi-font-size:10.0pt;}@page Section1	{size:612.0pt 792.0pt;	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt;	mso-header-margin:36.0pt;	mso-footer-margin:36.0pt;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_DTpGoMnFF4w/TGl2PAci_6I/AAAAAAAAAFA/SSkVLbJLOK8/s1600/punk-fashion.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/_DTpGoMnFF4w/TGl2PAci_6I/AAAAAAAAAFA/SSkVLbJLOK8/s200/punk-fashion.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Membicarakan tentang komunitas punk,memang tidak akan pernah habisnya dan selalu menarik untuk diungkap.Dalam hal ini adalah kaitan antara style punk dan harga jual style mereka di pasaran yang ternyata banyak diminati oleh para remaja &lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:country-region w:st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; yang memang konsumtif.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Bagi saya,punk itu adalah sebuah gherakan dari sekelompok orang(utamanya para pemuda)yamg ingin berontak terhadap masyarakat yang telah mapan dan dikomersilkan selama ini.Tapi sayang akhirnya mereka juga menjadi korban komersialisasi.Mereka akhirnya menjadi objek mencari uang oleh para kapitalis-kapitalis.Komunitas punk yang selalu identik dengan menggunakan celana ketat&amp;nbsp; yang sobek disana-sini serta penuh dengan emblem atau badge,potongan rambut mohawk ala suku indian,serta kaos uang mereka kenakan penuh dengan tulisan protes-protes sosial mereka.Selain itu komunitas ini juga identik dengan sepatu both dan juga lagu-lagu yang berisikan protes sosial dengan musik yang super cadas.Disamping itu mereka juga bicara tentang perdamaian,antipenindasan dan penggusuran,dan slogan &lt;i&gt;anti-anti&lt;/i&gt; mereka.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Tujuan mereka melakukan semua ini,terutama pada style mereka tidak lain untuk mendobrak tatanan masyarakat yang sudah dimapankan oleh system dengan menciptakan &lt;st1:city w:st="on"&gt;gaya&lt;/st1:city&gt; hidup baru dengan &lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;gaya&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; berpakaian yang tidak lazim bagi masyarakat pada umumnya dan juga untuk mencuptakan sebuah &lt;i&gt;counter culrure&lt;/i&gt;(budaya pelawanan) terhadap budaya yang ada di masyarakat.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Namun ironisnya style ala punk ini dijadikan objek para kapitalis untuk memperoleh pundi-pundi uang dengan memproduksi celana super ketat ala anak punk dan juga model rambut mohawk mereka telah menjadidaya jual bagi para tukang cukur rambut.Betapa lucunya hal ini,mereka yang berusaha berontak terhadap masyarakat yang memuakkan saat ini akhirnya harus menjadi objek para kapitalis untuk komoditas bisnis mereka.Haruskah komunitas punk merubah stylenya agar tidak melulu dijadikan objek bisnis ??&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/720454464218346364-1194853465897714597?l=people-scandal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://people-scandal.blogspot.com/feeds/1194853465897714597/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=720454464218346364&amp;postID=1194853465897714597' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/720454464218346364/posts/default/1194853465897714597'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/720454464218346364/posts/default/1194853465897714597'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://people-scandal.blogspot.com/2010/08/style-punk-objek-bisnis-para-pemilik.html' title='Style punk, objek bisnis para pemilik modal…'/><author><name>LiBas bAtAs</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13893280467824393825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_DTpGoMnFF4w/S0IeZBYW29I/AAAAAAAAAB4/L7UkTSnphAQ/S220/oi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_DTpGoMnFF4w/TGl2PAci_6I/AAAAAAAAAFA/SSkVLbJLOK8/s72-c/punk-fashion.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-720454464218346364.post-1346949367945168183</id><published>2010-06-22T10:40:00.000-07:00</published><updated>2010-06-22T10:41:45.685-07:00</updated><title type='text'>Djakarta</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_DTpGoMnFF4w/TCD05uxeLSI/AAAAAAAAAE4/k8fPxGMumW4/s1600/pram.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_DTpGoMnFF4w/TCD05uxeLSI/AAAAAAAAAE4/k8fPxGMumW4/s1600/pram.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="more-373"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sekarang tiba gilirannja:  dia djuga mau pergi ke Djakarta.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Aku takkan salahkan kau, mengapa kau ingin djadi wargakota  Djakarta pula. Besok atau lusa keinginan dan tjita itu akan timbul  djuga. Engkau di pedalaman terlampau banjak memandang ke Djakarta.  Engkau bangunkan Djakarta dalam anganmu dengan segala kemegahan jang tak  terdapat di tempatmu sendiri. Kau gandrung padanja. Kau kumpulkan tekat  segumpil demi segumpil.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ah, kawan, biarlah aku tjeritakan kau tentang Djakarta kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tahun 1942 waktu untuk pertama kalinja aku indjak tanah  ibukota ini, stasiun Gambir dikepung oleh del­man. Kini delman ini telah  hilang dari pemandangan kota —hanja tudjubelas tahun kemudian! Betjak  jang menggantikannja. Kuda-kuda diungsikan ke pinggiran kota. Dan  kemudian:  manusia-manusia mendjadi kuda dan sopirnja sekali:  begini  tidak ada ongkos pem­beli rumput! Inilah Djakarta. Demi uang manusia  se­dia djadi kuda. Tentu sadja kotamu punja betjak djuga tetapi sudah  djadi adat daerah meniru kebobrokan ibu­kota.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Bukan salah manusia ini, kawan. Seperti engkau djuga,  orang-orang ini mengumpulkan tekat segumpil demi segumpil­  perawan-perawan sawah, ladang dan pegunungan, buruh-buruh tani,  petani-petani sendiri jang bidang tanahnja telah didih di dalam  perasaannja, warga-warga dusun jang dibuat porak poranda oleh  gerombolan, peladjar-peladjar jang hendak meneruskan peladjaran, djuga  engkau sendiri —dan dengan penuh kepertjajaan akan keindahan nasib baik  di ibukota.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kemudian bila mereka sampai di Djakarta kita ini,  perawan-perawan pedalaman jang datang kemari sekedar tjari makan, dia  dapat makan, lupa tjari makan, dia kepingin kesenangan, dan tiap malam  berderet di­ depan gedung tempat kerdjanja masing-masing.  Pria tidak  semudah itu mendapat pekerdjaan, dan achirnja mendjadi kuda. Beberapa  bulan kemudian paha para pria ini mendjadi begitu penuh sesak dengan  otot jang ter­lampau banjak dipaksa kerdja.  Tiap minggu mereka menelan  telur ajam mentah.  Dan djalan raja memberinja kemerdekaan penuh.  Bila  datang bahaja ia lepas betja berdjalan sendirian, dan ia melompat ke  kaki lima. Djuga tanggung djawab delman hilang di tangan kuda-kuda ini.   Beberapa tahun kemudian ia ‘ngedjengkang’ di balenja karena djantungnja  mendjadi besar, desakan darahnja meninggi:  ia invalid —puluhan!  ratusan ribu! kembali ke kampung sebagai sampah.  Bila ada kekajaan,  adalah kekajaan membual tentang kepele­siran.  Tetapi untuk  selama-lamanja ia telah mati, su­dah lama mati.  Djumlah kurban ini  banjak daripada kurban revolusi bakalnja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Djadi engkaupun ingin djadi warga Djakarta!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Djadi engkaupun ingin djadi sebagian kegalauan ini. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dari rumah masing-masing orang bertekat mentjari uang di  Djakarta. Djuga orang-orang daerah jang kaja mengandung maksud:  ke  Djakarta —hamburkan uang­nja.  Dan djuga badjingan-badjingan daerah:  ke  Dja­karta —menangguk duit.  Demi duit ini pula Djakarta bangun.  Sebenarnja sedjak masuknja kompeni ke Dja­karta, Djakarta hingga kini  belum djuga merupakan kota, hanja kelompokan besar dusun.  Hingga  sekarang.  Tidak ada tumbuh kebudajaan kota jang spesifik, semua dari  daerah atau didatangkan dan diimport dari luar negeri:  dansa, bioskop,  pelesiran, minuman keras dan agama, berbagai matjam agama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Aku lupa, bahwa kau datang hendak kemari untuk beladjar.   Tetapi barangkali patut pula kau djadikan ke­nangan, pusat beladjar  daerah kita adalah Djakarta.  Tetapi sungguh aku sesalkan, bahwa  Djakarta kita bu­kanlah pusat beladjar jang mampu menjebabkan para  mahasiswa ini mendjadi perspektif kesardjanaan Indonesia di kemudian  hari. Sisa-sisa intelektualisme karena gebukan balatentara Dai Nippon  kini telah bangkit kembali dengan hebatnja. Titel akademi jang diperoleh  tiap tahun beku dikantor-kantor, dan daerah­mu tetap gersang  menginginkan bimbingan.  Dan bimbingan itu masih tergantung-gantung  djauh di ang­kasa biru. Semua orang asing, dengan warna politiknja  masing-masing, jang memberi kauremah-remah dari­pada kekajaan kita  terbaik jang diisapnja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Aku tahu, engkau orang daerah, orang pedalaman memdewakan  pemimpin-pemimpinmu, tetapi aku lebih dekat pada kenjataan ini.  Aku  tahu engkau berteriak­-teriak tentang perekonomian nasional, tetapi  basis ke­hidupan jang didasarkan atas perdagangan eksport, bukan sadja  typis negara agraria, djuga negara kolonial. Sepandjang sedjarah  negara-negara petani mendjadi negeri djadjahan, dan tetap mendjadi  negeri djadjahan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dan bukankah petani-petani daerahmu masih tetap hamba-hamba  di djaman Madjapahit, Sriwidjaja atau Mataram?  Siang kepunjaan radja,  malam kepunjaan durdjana!  Dan radja di djaman merdeka kita ini ada­lah  naik-turunnja harga hasil pertaniannja sendiri.  Se­dang durdjananja  tetap djuga durdjana Madjapahit, Sriwidjaja dan Mataram jang dahulu:   perampok, pen­tjuri, gerombolan, pembunuh, pembegal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Djadi beginilah, kawan.  Djakarta merupakan impian orang  daerah.  Semua ingin ke Djakarta.  Tapi Djakarta sendiri hanja  kelompokan besar dusun, bahkan bahasa perhubungan jang masak tidak  punja. Anak-anak men­djadi terlampau tjepat masak, karena baji-baji,  kanak­-kanak dan orangtuanja digiring ke dalam ruangan­-ruangan jang  teramat sempit sehingga tiap waktu me­reka bergaul begitu rapat.   Masalah orangtua tak ada jang tabu lagi bagi kanak-kanak. Kewibawaan  orangtua men­djadi hilang, dan segi-segi jang baik daripada perhubungan  antara orangtua dan anak dahulu, kini mendjadi tum­pul.  Agama telah  mendjadi gaja kehidupan, bukan perbentengan rohani jang terachir.  Aku  tjeritai kau, kemarin anakku jang paling amat besar enam umurnja,  bertjerita: Orang-orang ini dibuat Tuhan.  Tapi apakah randjang ini  dibuat olehNja djuga?    Ia pandangi aku.  Waktu kutanjakan kepadanja  bagajmana warna Tuhan:  hitam ataukah merah?  Ia mendjawab Putih!  Ia  pilih warna jang tidak mengandung interpretasi, tidak di­warnai oleh  pretensi.  Sebaliknja kehidupan Djakarta ini—dan barangkali patut benar  ini kau ketahui:  penuh-sesak dengan interpretasi dan pretensi ini.  Di­  segala lapangan!  Lebih mendjengkelkan daripada itu:  tiap-tiap orang  mau mendesakkan kepunjaannja masing-­masing kepada orang lain, kepada  lingkungannja.  Sungguh-sungguh tiada tertanggungkan.  Barangkali kau  pernah peladjari sedjarah kemerdekaan berpikir.  Bila demikian halnja  kau akan dikutuki tjelaka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tetapi djangan kaukira, bahwa kegalauan ini ber­arti mutlak.   Barangkali adanja kegalauan ini hanjalah suatu salahharap daripadaku  sebagai perseorangan.  Aku seorang pengarang, dan pengarang di masa kita  ini, terutama di ibukota kita, adalah sematjam kerbau jang salah  mendarat di tanah tandus.  Setidak-tidaknja kega­lauan ini memberi  rahmat djuga bagi golongan-golongan terten­tu, terutama bagi para  pedagang nasional, jakni jang berdjualbelikan kenasionalan tanah-airnja  dan dirinja.  Mungkin engkau tidak setudju.  Tetapi barangkali lebih  baik demikian.  Sungguh lebih menjenangkan bagimu bila masih punja  pegangan pada kepertjajaan akan kebaikan segala jang dimiliki oleh  tanah-airmu dalam segala segi dan variasinja.  Kami golongan pengarang,  biasanja tiada lain daripada tenaga penentang, golongan opposisi jang  tidak resmi.  Resmi:  pengarang.  Tidak resmi:  opposisi periuk terbaik!   Dengan sendi­dirinja sadja begitu, karena kami bitjara dengan selu­ruh  ada kami, kami hanja punja satu moral.  Itu pula sebabnja, bila kami  tewas, tewas setjara keseluruhan.  Bukannja tewas di moral jang pertama,  tetapi mendjadi tambun di moral jang keempat! mendjadi melengkung di  moral jang ketiga! &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Aku kira terlampau djauh lantaranku ini. Padamu aku mau  bitjara tentang Djakarta kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sekali waktu di suatu peristiwa, Omar pernah bitjara dengan  sombongnja:  Bakar semua chazanah, karena segalanja telah termaktub di  dalam Qur’an! Permun­tjulan jang grandiues tapi tak punja  kontour-kontour kenjataan ini adalah gambaran kedjiwaan Djakarta:  rentjana-rentjana besar, galangan-galangan terbesar di Asia Tenggara,  tugu terbesar di Asia, kemerosotan mo­ral terbesar!  segala terbesar.   Tapi tak ada sekrup, tak mur, tak ada ada drat, tak ada nipple, tak ada  naaf, tak ada inden dan ring pada permesinan semua ini. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sekali waktu disuatu peritiwa, Pascal mentjatat di­ dalam  bukunja:  Manusia hanja sebatang rumput, teta­pi rumput jang berakal  budi. Dan rumput ini adalah golongan jang mempunjai kesadaran tanpa  kekuasaan, terindjak dan termakan.  Jang lahir, kering dan mati dengan  diam-diam. Namun mendjadi permulaan dari pada kehidupan, seperti jang  disaksikan oleh Schweit­zer, serta risalah Kan Ying Pien.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Berbagai matjam angkatan tjampur-baur mendjadi satu, seperti  sambal jang menerbitkan satu rasa, tetapi dengan teropong masih djelas  nampak perpisahan an­tara bagian satu dengan jang lain.  Namun pentypean  sematjam jang tegakkan oleh Remarque tidak memper­lihatkan diri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Barangkali engkau keberatan dengan kata-kataku itu.  Tetapi  memang demikian.  Tjobalah ikuti tulisan-tulisan angkatan demi angkatan.   Angkatan jang muda mentja­tji jang tua, jang muda ditjatji oleh jang  lebih muda. Tetapi, kata Ramadhan KH jang pernah aku dengar, angkatan  muda ini bila diberi kesempatan, dia kehilangan segala proporsi dan  lemih mendjadi badut lagi.  Artinja badut di lingkungan badut.   Tokoh-tokoh pemi­kiran mengetengahkan Wulan Purnomosidhi dan Ada­  tidaknja Tuhan, di dalam kekatjauan sosiologis, ekono­mis dan politis,  kultural dan intertual!  Apakah kita mesti ikut pukul kaleng untuk  membuat segala ini men­djadi bertambah ramai?  Sedang anak-anak murid  ini telah demikian goiat dengan membanggakan pengeta­huannja tentang  para tjabul dan ‘rakjat ketjil’ plus sa­duran Toto Sudarto Bahtiar  Tjabul Terhormat karang­an Sartre?  Plus Margaretta Gouthier saduran  Hamka dari Alexander Dumas Jr.  Hamka? ja Hamka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Achirnja, seperti kata A.S. Dharta, orang-orang da­tang dan  berkumpul ke Djakarta, mendjadi warga Dja­karta, untuk mempertjepatkan  keruntuhan kelompokan besar dusun ini.  Tambah banjak jang datang tambah  tjepat lagi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Selagi aku belum djadi penduduk Djakarta, dambaanku mungkin  seperti kau punja.  Impian jang indah, bajangan pada pembangunan hari  depan. Diri masih pe­nuh diperlengkapi kekuatan, kemampuan dan  kepertja­jaan diri.  Barangkali bagimu segala itu lebih keras lagi.   Karena di daerah bertiup angin:  orang takkan djadi warganegara jang  100% sebelum melihat Djakarta de­ngan mata kepala sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Barangkali engkau akan bertanja kepadaku, mengapa tak djuga  menjingkirkan diri dari Djakarta!  Ah, kau. Golongan kami adalah  sematjam kerbau jang mendarat di tanah tandus. Golongan kami reaksioner  di lapangan penghidupan. Sekalipun tandusnja penghidupan golong­an kami,  djustru Djakartalah jang bisa memberi, seka­lipun hanja remah-remah  para pedagang nasional, atau petani pasar minggu. Tambah lama nasi jang  sepiring harus dibagi dengan empat-lima anak-anaknja. Dan anak-anak ini  akan mengalami masa kehilangan masa kanak-kanak, masa kanak-kanaknja  sendiri. Kanak-kanak Djakarta jang tak punja lapangan bergerak, tak  punja lapangan bermain, tak punja daerah perkem­bangan kedjiwaan,  menjurus dari gang dan got, membunuh tiap marga-satwa jang tertangkap  oleh matanja.  Katak dan ketam dan belut dan burung mengalami  lik­widasi, di Djakarta!  Tetapi njamuk meradjalela, dan tjitjak dan  sampah.  Djuga mereka ini hidup di alam ketaksenangan. Taman-taman hanja  di daerah Menteng dan perkampungan baru.  Engkau tahu, djadi orang apa  ka­nak-kanak sematjam ini djadinja di kemudian hari. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Engku tahu, ada pernah dibisikkan kepadaku:  da­erah jang  punja taman adalah lahir dan berkembang karena telah menghisap darah  daerah jang tak punja taman.  Tentu sadja bisikan ini konsekwensi  daripada prinsip perdjuangan kelas.  Barangkali engkau tak setu­dju,  karena ini membawa-bawa politik atau pergeseran kemasjarakatan jang  berwarna politik atau politik ekonomi.  Mungkin djuga hanja suatu  kedengkian jang tak sehat. Tapi apakah jang dapat kauharapkan dari suatu  masjarakat dimana sebahagian besar warganja hidup dalam suasana tak  senang, tak ada pegangan, tak ada kepertjajaan pada haridepan!  Sedang  para pedagang nasional djuga tak punja haridepan, karena kemanisan jang  diperolehnja harikini diisapnja habis harikini pula, untuk dirinja  sendiri tentu, atas nama kenaikan harga tentu, sehingga mereka mendjadi  para turis di daerah kehidupannja sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Segala jang buruk berkembang-biak dengan mantiknja di  Djakarta ini.  Segi-segi kehidupan amatlah runtjing­nja dan melukai  orang jang tersinggung olehnja. Tetapi wargakota jang sebelum proklamasi  bersikap apatis ­— apatisnja seorang hamba — kini kulihat apatisnja  orang merdeka dengan djiwa hambanja. Bukan penghinaan, sekalipun suatu  peringatan itu kadang-kadang terasa&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;sebagai  penghinaan. Di dalam kehidupan jang tidak menjenangkan apakah jang tak  terasa sebagai penghi­naan!  Dan tiap titik jang menjenangkan dianggap  pudjian, atau setidak-tidaknja setjara subjektif:  penga­kuan dari pihak  luaran akan kesamaan martabat dengan orang atau bangsa jang memang  telah merdeka dan tahu mempergunakan kemerdekaannja.  Barangkali engkau  menghendaki ketegasan utjapan ini.  Baiklah aku tegaskan kepadamu:   memang wargakota belum lagi 25% bertindak sebagai bangsa merdeka.   Anarki ketjil­-ketjilan, sebagaimana mereka dahulu dilahirkan dalam  lingkungan jang serba ketjil-ketjil pula:  buang sam­pah digot!  bandjir  tiap hudjan akibatnja; pendudukan tanah orang lain jang disadari benar  bukan tanahnja sendiri menurut segala hukum jang ada, sekalipun sah  menurut hukum jang dikarang-karangnja sendiri:  ketimpangan hak tanah  adalah ketimpangan penghidupan, kehidupan dan kesedjahteraan sosial.   Mengapa?  Kare­na besok atau lusa tiap orang dapat didorong keluar dari  rumah dan pekarangannja sendiri-sendiri.  Kedjo­rokan dan kelalaian jang  dengan langsung menudju ke pelanggaran ketertiban bersama. Dan  djalan-djalan raja serta segala matjam djalanan umum mendjadi me­dan  permainan Djibril mentjari mangsa. Djuga ini akibat hati orang tidak  senang. Bawah sadarnja bilang:  dia tak dilindungi hukum — dia, baik  jang melanggar maupun jang dilanggar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Nah demikianlah Djakarta kita, sekian tahun setelah merdeka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Barangkali engkau mengagumi kaum tjerdik-pandai jang sering  diagungkan namanja disurat-suratkabar.  Hanja sedikit di antara mereka  itu jang benar-benar bekerdja produktif-kreatif.  Jang lain-lain  terpaksa mem­populerkan diri agar tak tumbang dimedan penghidup­an!   Apakah jang telah ditemukan oleh universitas Indonesia selama ini jang  punja prestasi interna­sional!  Di lapangan kepolitikan, apakah  pantjasila telah melahirkan suatu kenjataan di mana engkau sadar di  hatiketjilmu bahwa kau sudah harus merasa berterimakasih. Aku pernah  menghitung, dan dalam sehari pada suatu hari jang tak terpilih,  diutjapkan limabelas kali kata pantjasila itu baik melalui pers, radio,  atau mulut orang.  Sedjalan dengan tradisi pendjadjahan jang selalu  dideritakan oleh rakjat kita, maka nampak pula garis-garis jang tegas  dalam masa pendjadjahan priaji­-pedagang ini:  orang membangun dari  atas.  Tanpa pondamen. Ah, kawan, kita mengulangi sedjarah ke­gagalan  revolusi Perantjis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Barangkali kau menjesalkan pandanganku jang pessimistis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Akupun mengerti keberatanmu. Asal sadja kau tidak lupa:   sekian tahun merdeka ini belum lagi bitjara apa-apa bagi mereka jang  tewas dalam babak pertama revolusi kita. Kalau Anatole France bitjara  tentang iblis-iblis jang haus akan darah di masa pemerintahan  pergulingan itu, aku bisa djuga bitjara tentang iblis-­iblis jang haus  akan kurban, akan kaum invalid peng­hidupan dan kehidupan. Dan bila  kurban-kurban dan kaum invalid penghidupan dan kehidupan ini merasa tak  pernah dirugikan, itulah tanda jang tepat, bahwa iblis itu telah lakukan  apa jang dinamai zakelijkheid dengan pintarnja.  Dan bila iblis-iblis  ini tetap apa jang biasa dinamai badjingan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ini bukanlah jang kita kehendaki dengan zakelijkheid!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ini bukanlah jang kita kehendaki dengan kehidupan  kesardjanaan! kepriajian dan perdagangan!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sardjana adalah kompas kita, ke mana kita harus pergi  mentjari pegangan dalam lalulintas kebendaan di kekinian dan dimasa-masa  mendatang. Sardjanamu, sardjanaku, wartawanmu, wartawanku, politisimu,  politisiku, melihat adanja kesumbangan, dan:  titik, stop.  Djuga  seperti turis di dalam gelanggang kehidup­annja sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Barangkali, engkaupun akan menuduh mengapa aku tak berbuat  lain daripada mereka.  Tetapi akupun tahu, bahwa engkau tidak melupakan  sjarat ini:  ke­kuasaan.  Kekuasaan ini akan ditelan lahap-lahap oleh  tiap orang, tetapi tidak tiap orang tahu tjaranja men­dapatkan dan  menelannja.  Sematjam kutjingmu sen­diri.  Sekalipun sedjak lahir  kauberi nasi tok, sekali waktu bila ditemukannja daging akan dilahapnja  djuga.  Djadi kau sekarang tahu segi-segi gelap dari ibukota kita ini.   Segi-segi jang terang aku tak tahu samasekali, karena memang hal itu  belum lagi diwahjukan kepada­ku, baik melalui inderaku jang lima-limanja  ataupun jang keenam.  Tetapi aku nasihatkan kepadamu, dalam masa kita  ini, djanganlah tiap hal kauanggap mengan­dung kebenaran 100%, dengan  menaksir duapuluh prosen pun kau kadang-kadang dihembalang keketje­waan.   Djuga demikian halnja dengan uraianku ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Aku tahu, engkau seorang patriot dalam maksud dan djiwamu,  karena engkau orang daerah jang djauh dari kegalauan kota besar,  kumpulan besar dusun ini.  Eng­kau akan berdjasa bila bisa membendung  tiap orang jang hendak melahirkan diri dari daerahnja hendak memadatkan  Djakarta.  Tinggallah di daerahmu.  Buat­lah usaha agar tempatmu  mempunjai sekolah mene­ngah atas sebanjak mungkin.  Dan buatlah tiap  sekolah menengah atas itu mendjadi bunga bangsamu dike­mudianhari:   djadi sumber kegiatan sosial, sumber ke­sedaran politik setjara ilmu,  sumber kegiatan pentjip­taan dan latihan kerdja.  Pernah aku beri  tjeramah di kota kelahiranku dua tahun jang lalu:  mobilisasilkan tiap  murid ini untuk berbakti pada masjarakatnja, untuk beladjar berbakti,  untuk membelokkannja daripada intelektualisme jang hanja mengetahui  tanpa ketjakapan mempergunakan pengetahuannja.  Apa ilmu pasti jang  mereka terima itu bagi kehidupannja di kemudianhari bila tidak berguna ?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Djangan kausangka, aku hendak mendiktekan kema­uanku sendiri.  Aku kira aku telah tjukup tua untuk menjatakan semua ini  kepadamu—engkau jang ku­harapkan djadi pahlawan pembangun daerahmu.   Djuga engkau ada merendahkan petani, karena engkau lahir dari golongan  prijaji—pendjadjah petani sepandjang sedjarah pendjadjahan:  Djepang,  Belanda, Inggris, Mataram, Madjapahit, Sriwidjaja, Mataram dan  kera­djaan-keradjaan perompak ketjil jang tidak mempunjai tempat chusus  di dalam sedjarah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kawan, sebenarnja revolusi kita harus melahirkan satu bangsa  baru, bangsa jang nomogeen, bangsa jang bisa menjalurkan kekuasaan itu  sehingga mendjadi tenaga pentjipta raksasa, dan bukan  menjerbit-njerbit­nja dan melahapnja sehingga habis sampai pada kita,  pada rakjat jang ketjil ini. Dari dulu aku telah bilang kekuasaan dan  kewibawaan kandas di tangan para petugas.  Petugas jang benar-benar pada  tempatnja hanja sedikit, dan suaranja biasa habis punah ditelan agitasi  politik — sekalipun tiap orang tahu ini bukan masa agitasi lagi, kalau  menjadari gentingnja situasi tanah­airnja dalam lalulintas sedjarah  dunia !&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kita mesti kerdja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tetapi apa jang mesti kita kerdjakan, bila mereka jang kerdja  tak mendapat penghargaan dan hasil seba­gaimana mesti ia terima ?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Aku kira takkan habis-habisnja ngomong tentang Djakarta kita,  pusat pemerintahan nasional kita ini.  Setidak-tidaknja aku amat  berharap pada kau, orang daerah, orang pedalaman, bakar habis keinginan  ke Djakarta untuk menambah djumlah tugu kegagalan revolusi kita.   Bangunkan daerahmu sendiri.  Apakah karena itu engkau djadi federalis,  aku tak hiraukan lagi.  Dulu sungguh mengagetkan hatiku mendengar  bisikan orang pada telingaku:  mana jang lebih penting, kemer­dekaan  ataukah persatuan?   Dan kuanggap bisikan ini sebagai benih-benih  federalisme.  Aku tak hiraukan lagi apakah federalisme setjara sadar  dianggap djuga se­bagai kedjahatan atau tidak!  Setidak-tidaknja aku  tetap berharap kepadamu, bangunkan daerahmu sendiri.  Tak ada gunanja  kau melantjong ke ibukota untuk men­tjontoh kefatalan di sini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kawan, sekianlah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Djakarta,  17-XII-1955.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/720454464218346364-1346949367945168183?l=people-scandal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://people-scandal.blogspot.com/feeds/1346949367945168183/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=720454464218346364&amp;postID=1346949367945168183' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/720454464218346364/posts/default/1346949367945168183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/720454464218346364/posts/default/1346949367945168183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://people-scandal.blogspot.com/2010/06/djakarta-cerpen-pramoedya-ananta-toer.html' title='Djakarta'/><author><name>LiBas bAtAs</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13893280467824393825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_DTpGoMnFF4w/S0IeZBYW29I/AAAAAAAAAB4/L7UkTSnphAQ/S220/oi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_DTpGoMnFF4w/TCD05uxeLSI/AAAAAAAAAE4/k8fPxGMumW4/s72-c/pram.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-720454464218346364.post-625590798392011208</id><published>2010-06-11T00:13:00.000-07:00</published><updated>2010-06-11T00:17:18.284-07:00</updated><title type='text'>NIETZSCHE DAN KEMATIAN TUHAN DALAM SEBUAH REFLEKSI</title><content type='html'>&lt;div class="navbar section" id="navbar"&gt;&lt;div class="widget Navbar" id="Navbar1"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;     function setAttributeOnload(object, attribute, val) {       if(window.addEventListener) {         window.addEventListener("load",           function(){ object[attribute] = val; }, false);       } else {         window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; });       }     }   &lt;/script&gt; &lt;iframe src="navbar.g?targetBlogID=1150031133667444988&amp;amp;blogName=Sastra+Perlawanan&amp;amp;publishMode=PUBLISH_MODE_BLOGSPOT&amp;amp;navbarType=BLUE&amp;amp;layoutType=LAYOUTS&amp;amp;searchRoot=http%3A%2F%2Fsastra-perlawanan.blogspot.com%2Fsearch&amp;amp;blogLocale=in&amp;amp;homepageUrl=http%3A%2F%2Fsastra-perlawanan.blogspot.com%2F&amp;amp;targetPostID=8728923145755267747" marginwidth="0" marginheight="0" id="navbar-iframe" allowtransparency="true" title="Blogger Navigation and Search" width="100%" frameborder="0" height="30px" scrolling="no"&gt;&lt;/iframe&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;div id="outer-wrapper"&gt; &lt;!-- skip links for text browsers --&gt; &lt;span id="skiplinks" style="display: none;"&gt; &lt;a href="http://sastra-perlawanan.blogspot.com/2010/05/nietzsche-dan-kematian-tuhan-dalam.html#main"&gt;skip  to main &lt;/a&gt; | &lt;a href="http://sastra-perlawanan.blogspot.com/2010/05/nietzsche-dan-kematian-tuhan-dalam.html#sidebar"&gt;skip  to sidebar&lt;/a&gt; &lt;/span&gt; &lt;div id="content-wrapper"&gt;&lt;div id="main-wrapper"&gt;&lt;div class="main section" id="main"&gt;&lt;div class="widget Blog" id="Blog1"&gt;&lt;div class="blog-posts hfeed"&gt;&lt;div class="date-outer"&gt;&lt;div class="date-posts"&gt;&lt;div class="post-outer"&gt;&lt;div class="post hentry uncustomized-post-template"&gt;&lt;div class="post-body entry-content"&gt; &lt;style&gt;.fullpost{display:inline;}&lt;/style&gt; &lt;p&gt;Imamuddin SA&lt;br /&gt;http://www.sastra-indonesia.com/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bukan  omong kosong, melainkan sesuatu yang benar-benar terjadi. Ini adalah  realitas kehidupan dari dulu hingga sekarang. Fenomena ini kerap  dipandang sebelah mata oleh kalangan-kalangan tetentu, padahal jika  mereka bersedia menelisik kedalaman makna, mereka akan menemukan sesuatu  yang besar yang sanggup dijadikan perenungan, permenungan serta  refleksi terhadap realitas yang ada. Mereka tidak akan menganggap bahwa  kata-kata ini bukan sebuah kata bualan yang terpancar dari mulut seorang  radikal ateistik. Andaikan kata-kata ini benar merupakan ujaran dari  seorang radikal ateistik, paling tidak mereka dapat mengambil sisi  baiknya, sebab segala sesuatu yang ada pasti mengandung nilai yang dapat  diambil dan dijadikan sebuah pembelajaran bagi diri pribadi.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba, cermati serta telisik kembali ungkapan  ini serta kantongi nilai-nilainya. Ini merupakan harapan serta tantangan  bagi anda semua untuk bisa menghargai kata-kata atau pengujarnya agar  tidak selalu berpandangan picik atau culas terhadap realitas hidup dan  kehidupan yang sedang menyapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tuhan telah mati!”! Ungkapan  Nietzsche dalam Sabda Zaratustranya inilah yang dari zaman dahulu sampai  sekarang seolah-olah menjelma sebagai virus dalam diri manusia. Virus  ini terus menggerogoti logika dan perasaan manusia. Ungkapan ini selalu  dianggap sebagai virus yang mematikan yang harus segera dibumihanguskan.  Padahal jika diperhatikan lebih jauh, ungkapan ini merupakan cambuk  pengingat bagi mereka yang telah lalai. Cambuk bagi mereka yang selalu  mengutamakan esensi dan eksistensi pribadi hingga mereka menjual,  mematahakan dan bahkan membunuh eksistensi Tuhan dalam dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan  “Tuhan telah mati”mengandung nilai filosofis yang begitu dahsyat.  Kematian ini bukan mengarah pada kematian esensi (dzat), melainkan  mengarah pada kematian eksistensi (wewenang dan perintah) Tuhan dalam  diri seorang manusia..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara kodrati, dzat Tuhan bersifat kekal  dan abadi. Keberadaanya selalu ada melampaui ruang dan waktu serta  menjadi poros kehidupan. Begitu juga dengan eksistensi Tuhan. Secara  kodrati eksistensi Tuhan juga bersifat kekal dan abadi, namun dalam  realitasnya eksistensi inilah yang kerapa dikebiri oleh pribadi  seseorang. Ia kerapa dibantai dan ditiadakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk pembantaian  serta peniadaan eksistensi Tuhan mungkin terlihat jelas pada waktu itu,  sehingga dengan seketika pula Nietzsche mengujarkan kata-kata tersebut.  Pada waktu itu manusia banyak yang beralih pandangan. Mereka selalu  mengejar kenikmatan duniawi yang bersifat sementara dibandingkan dengan  mengabdi kepada Tuhan. Mereka menghalalkan segala cara demi kepuasan  tersebut. Mereka kerap berbuat curang, culas terhadap sesama, dan bahkan  mereka kerap membuat kerusakan-kerusakan di muka bumi hanya demi  kepuasan nafsiahnya semata. Di sinilah letak pembantaian dan peniadaan  eksistensi Tuhan dalam diri seorang manusia. Wewenang dan perintah-Nya  untuk bertaqwa dan tidak membuat kerusakan di muka bumi telah di kebiri  dan di tiadakan dari dalam diri pribadinya. Tuhan seolah tidak ada  hingga mereka berbuat sewenang-wenang dan semaunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidakkah  telah terungkap jelas, bahwa nafsulah yang telah mengantarkan manusia  berada dalam lembah kesesatan. Dialah pengantar manusia untuk berbuat  ingkar kepada Tuhan. Olehnya, manusia kini telah beralih melakukan  pengagungan dan pemujaan terhadap hakekat Tuhan yang sejati. Manusia  telah beralih menuhankan benda-benda, harta, tahta dan lain sebagainya  yang merupakan perhiasan dunia yang bersifat semu dan menipu. Orientasi  hidupnya kini telah berbelok menuju kebendaan duniawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan  dengan hal tersebut, fenomena semacam itu juga telah dilukiskan beberapa  puluh tahun yang lalu sebelum adanya konsep Nietzcsche. Tindakan  semacam ini dilakukan oleh Karl Marx. Pada saat itu ia mengkritisi  realitas sosial yang terjadi dengan mengatakan bahwa “Agama Itu Candu”.  Realitas sosial sudah kacau balau. Agama sudah tidak berfungsi  sebagaimana mestinya. Agama hanya berposisi sebagai alat pemuas  kebutuhan nafsiah manusia. Agama hanya dijadikan tunggangan dalam  mempertinggi stratifikasi sosial, dan juga untuk mengeruk harta kekayaan  demi kepentingan personal seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat satu fenomena lain  dari konsep ujaran Nietzsche. Konsep ini mungkin juga diperuntukkan  bagi mereka yang benar-benar mengabdikan diri terhadap hakekat Tuhan  yang sejati. Bagi mereka yang benar-benar mengorientasikan diri hanya  kepada hakekat Tuhan yang sejati, maka esensi dan eksistensi tuhan-tuhan  yang lain akan ditiadakan. Tuhan yang bersifat kebendaan akan ia bantai  habis-habisan, hingga pesonanya tidak ada lagi melekat di dalam diri  seorang individu. Contoh saja agama Islam. Dalam agama Islam sudah  terlihat jelas lewat kesaksian yang dibuat oleh para pemeluknya. Secara  konseptual kesaksian ini berlaku bagi siapa saja yang hendak masuk dalam  agam tersebut. Semua orang pasti mengikrarkan ungkapan ini, yaitu ikrar  yang bersifat peniadaan terhadap Tuhan yang bersifat kebendaan. Mereka  hanya meyakini hanya ada satu Tuhan yaitu Allah. Dialah yang dijadikan  sandaran dan tujuan hidup bagi mereka. Dia diyakini sebagai sesuatu yang  bersifat kekal, abadi, kuasa, dsan sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam realitasnya,  konsep ini telah ditanamkan bagi siapa saja yang memeluk agama Islam,  namun dalam praktik yang sebenarnya masih perlu dipertanyakan.  Pertanyaan yang timbul adalah: sudahkah para pemeluk agama Islam  menerapakna dengan sepenuh hati konsep tersebut dalam hidup dan  kehidupanya? Sudahkah mereka melakukan pembunuhan dan pembantaian  terhadap segala sesuatu yang besifat kebendaan dan hanya berorientasi  pada Allah semata? Ini menjadi tantangan besar bagi umat Islam untuk  melakukan penerapan secara real bukan hanya sekedar dijadikan lipstik  atau kaligrafi yang disakralkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba tengok lebih jauh lagi  tentang pembunuhan dan pembantaian Tuhan. Fenomena yang terjadi di dalam  dunia sufistik, bahwa ungkapan Tuhan sudah tidak ada lagi. Ungkapan ini  mereka ganti dengan istilah kekasih. Tuhan yang notabenenya masih  bersifat plural, mereka spesifikkan dengan kata Kekasih. Mereka  menggapai dan menuju Tuhan bukan sebagai Tuhan lagi, melainkan sebagai  Kekasih yang harus didekati dengan cinta bukan dengan  ketakutan-ketakutan. Mereka beranggapan bahwa segala sesuatu yang  diberikan Tuhan kepada manusia tidak lain adalah bentuk kasih  sayang-Nya, sehingga cara pendekatan diri pun harus dilakukan dengan  cinta dan kasih sayang pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan ungkapan yang diujarkan  oleh seorang “Pir” pada Abu Sa’id saat ia berilustrasi hendak bertemu  dengan Tuhan. Saat Abu Said ditanya: “Apakah kau ingin bertemu Tuhan?”.  Jawab Abu Sa’id: “Tentu saja aku ingin”. Kemuduan “Pir” itu menjawab:  ”Jika demikian, kapan pun saat kau sendirian, lantunkan syair ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tanpa  Dikau, oh, Kekasih, setitik pun aku tidak bisa tenang;&lt;br /&gt;Kebaikan-Mu  terhadapku tak sanggup kubalas.&lt;br /&gt;Sekali pun setiap helai rambut di  tubuhku menjadi lidah,&lt;br /&gt;Ribuan syukur terhadap-Mu tak akan bisa  kudaras.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam syair tersebut dikatakan bahwa Tuhan diibaratkan  atau disimbulkan sebagai Kekasih. Ia telah melimpahkan begitu banyak  kasih sayang terhadap manusia, sehingga beribu syukur dan terima kasih  yang diucapkan seorang manusia terhadap-Nya masih tidak sanggup untuk  membalas cinta kasih-Nya, bahkan seumpama helaian rambut yang ada pada  tubuh manusia menjelma menjadi lidah dan saling mengucap syukur  kepada-Nya, itu pun masih tidak sanggup membalas banyaknya cinta kasih  yang telah dianugrahkan kepadanya. Oleh sebab itu, dalam ajaran Islam,  setiap kali seseorang hendak melakukan sesuatu hal, ia disunnahkan untuk  membaca basmalah. Ini menunjukkan akan bentuk kesaksian terhadap cinta  kasih Tuhan yang esa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang mengetahui, bahwa seorang sufi  selalu mengorientasikan hidup dan kehidupanya hanya kepada Tuhan. Yang  ia tuju hanyalah esensi dan eksistensi Tuhan semata. Hal tersebut kerap  tercermin melalui ungkapan-ungkapanya, termasuk ungkapan syair di atas  yang mengibaratkan Tuhan sebagi Sang Kekasih. Perlu dijadikan catatan,  bahwa pengungkapan tersebut merupakan simbol semata. Masih banyak  simbol-simbol lain yang merupakan bentuk pembantaian dan pembunuhan  terhadap penuhanan benda-benda keduniawian, yaitu harta, tahta, dan lain  sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;!-- end outer-wrapper --&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt; if (window.jstiming) window.jstiming.load.tick('widgetJsBefore'); &lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" src="static/v1/widgets/821960249-widgets.js"&gt;&lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt; _WidgetManager._Init('http://www.blogger.com/rearrange?blogID=1150031133667444988', 'http://sastra-perlawanan.blogspot.com/2010/05/nietzsche-dan-kematian-tuhan-dalam.html','1150031133667444988'); _WidgetManager._SetPageActionUrl('http://www.blogger.com/display?blogID=1150031133667444988', '2oVhRB0ACM_QZ0wPzKpI1gHrEew:1276239831506'); _WidgetManager._SetDataContext([{'name': 'blog', 'data': {'title': 'Sastra Perlawanan', 'pageType': 'item', 'url': 'http://sastra-perlawanan.blogspot.com/2010/05/nietzsche-dan-kematian-tuhan-dalam.html', 'canonicalUrl': 'http://sastra-perlawanan.blogspot.com/2010/05/nietzsche-dan-kematian-tuhan-dalam.html', 'homepageUrl': 'http://sastra-perlawanan.blogspot.com/', 'enabledCommentProfileImages': false, 'searchLabel': '', 'searchQuery': '', 'pageName': 'NIETZSCHE DAN KEMATIAN TUHAN DALAM SEBUAH REFLEKSI', 'pageTitle': 'Sastra Perlawanan: NIETZSCHE DAN KEMATIAN TUHAN DALAM SEBUAH REFLEKSI', 'encoding': 'UTF-8', 'locale': 'in', 'isPrivate': false, 'isMobile': false, 'mobileClass': '', 'languageDirection': 'ltr', 'feedLinks': '\74link rel\75\42alternate\42 type\75\42application/atom+xml\42 title\75\42Sastra Perlawanan - Atom\42 href\75\42http://sastra-perlawanan.blogspot.com/feeds/posts/default\42 /\76\n\74link rel\75\42alternate\42 type\75\42application/rss+xml\42 title\75\42Sastra Perlawanan - RSS\42 href\75\42http://sastra-perlawanan.blogspot.com/feeds/posts/default?alt\75rss\42 /\76\n\74link rel\75\42service.post\42 type\75\42application/atom+xml\42 title\75\42Sastra Perlawanan - Atom\42 href\75\42http://www.blogger.com/feeds/1150031133667444988/posts/default\42 /\76\n\74link rel\75\42EditURI\42 type\75\42application/rsd+xml\42 title\75\42RSD\42 href\75\42http://www.blogger.com/rsd.g?blogID\0751150031133667444988\42 /\76\n\74link rel\75\42alternate\42 type\75\42application/atom+xml\42 title\75\42Sastra Perlawanan - Atom\42 href\75\42http://sastra-perlawanan.blogspot.com/feeds/8728923145755267747/comments/default\42 /\76\n', 'meTag': '', 'openIdOpTag': '', 'imageSrcTag': '', 'latencyHeadScript': '\74script type\75\42text/javascript\42\76(function() { var a\75window;function c(b){this.t\75{};this.tick\75function(d,i,e){e\75e?e:(new Date).getTime();this.t[d]\75[e,i]};this.tick(\42start\42,null,b)}var f\75new c;a.jstiming\75{Timer:c,load:f};try{var g\75null;if(a.chrome\46\46a.chrome.csi)g\75Math.floor(a.chrome.csi().pageT);if(g\75\75null)if(a.gtbExternal)g\75a.gtbExternal.pageT();if(g\75\75null)if(a.external)g\75a.external.pageT;if(g)a.jstiming.pt\75g}catch(h){};a.tickAboveFold\75function(b){b\75b;var d\0750;if(b.offsetParent){do d+\75b.offsetTop;while(b\75b.offsetParent)}b\75d;b\74\075750\46\46a.jstiming.load.tick(\42aft\42)};var j\75false;function k(){if(!j){j\75true;a.jstiming.load.tick(\42firstScrollTime\42)}}a.addEventListener?a.addEventListener(\42scroll\42,k,false):a.attachEvent(\42onscroll\42,k);\n })();\74/script\076'}}]); _WidgetManager._RegisterWidget('_HTMLView', new _WidgetInfo('HTML4', 'footer', null, document.getElementById('HTML4'), {}, 'displayModeFull')); _WidgetManager._RegisterWidget('_LinkListView', new _WidgetInfo('LinkList1', 'sidebar', null, document.getElementById('LinkList1'), {}, 'displayModeFull')); _WidgetManager._RegisterWidget('_BlogArchiveView', new _WidgetInfo('BlogArchive1', 'sidebar', null, document.getElementById('BlogArchive1'), {'languageDirection': 'ltr'}, 'displayModeFull')); _WidgetManager._RegisterWidget('_HTMLView', new _WidgetInfo('HTML1', 'sidebar', null, document.getElementById('HTML1'), {}, 'displayModeFull')); _WidgetManager._RegisterWidget('_ImageView', new _WidgetInfo('Image1', 'sidebar', null, document.getElementById('Image1'), {'resize': true}, 'displayModeFull')); _WidgetManager._RegisterWidget('_ImageView', new _WidgetInfo('Image3', 'sidebar', null, document.getElementById('Image3'), {'resize': true}, 'displayModeFull')); _WidgetManager._RegisterWidget('_ImageView', new _WidgetInfo('Image2', 'sidebar', null, document.getElementById('Image2'), {'resize': true}, 'displayModeFull')); _WidgetManager._RegisterWidget('_HeaderView', new _WidgetInfo('Header1', 'header')); _WidgetManager._RegisterWidget('_NavbarView', new _WidgetInfo('Navbar1', 'navbar')); _WidgetManager._RegisterWidget('_BlogView', new _WidgetInfo('Blog1', 'main', null, document.getElementById('Blog1'), {'cmtInteractionsEnabled': false, 'dynamicJsUrl': 'http://www.blogger.com/dyn-js/cmtinteraction.js?targetBlogId\0751150031133667444988', 'commentInteractionIframeUrl': 'http://www.blogger.com/comment-interaction-iframe.g?blogId\0751150031133667444988\46option\075', 'bloggerBaseUrl': 'http://www.blogger.com', 'blogspotBaseUrl': 'http://sastra-perlawanan.blogspot.com/'}, 'displayModeFull')); _WidgetManager._RegisterWidget('_HTMLView', new _WidgetInfo('HTML2', 'main', null, document.getElementById('HTML2'), {}, 'displayModeFull')); &lt;/script&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/720454464218346364-625590798392011208?l=people-scandal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://people-scandal.blogspot.com/feeds/625590798392011208/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=720454464218346364&amp;postID=625590798392011208' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/720454464218346364/posts/default/625590798392011208'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/720454464218346364/posts/default/625590798392011208'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://people-scandal.blogspot.com/2010/06/nietzsche-dan-kematian-tuhan-dalam.html' title='NIETZSCHE DAN KEMATIAN TUHAN DALAM SEBUAH REFLEKSI'/><author><name>LiBas bAtAs</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13893280467824393825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_DTpGoMnFF4w/S0IeZBYW29I/AAAAAAAAAB4/L7UkTSnphAQ/S220/oi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-720454464218346364.post-625756392427830627</id><published>2010-06-03T01:29:00.000-07:00</published><updated>2010-06-03T01:29:43.511-07:00</updated><title type='text'>Tuhan Telah Mati (TTM)– Bagian 2</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_DTpGoMnFF4w/TAdnro1NajI/AAAAAAAAAE0/sTz_CSNhirA/s1600/nietzche2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_DTpGoMnFF4w/TAdnro1NajI/AAAAAAAAAE0/sTz_CSNhirA/s1600/nietzche2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Mereka ramai-ramai membakar pabrik, membakar lumbung padi  mereka, membakar meja makan mereka, menjungkir balikkan tempat menanak  nasi. Dan menari di atas perapian dapur, mengencingi tungku api.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke perkataanku tadi bahwa negeri ini tak bertuan, tak  bertuhan lagi. Aku telah menyaksikan kaum penyabar ini telah menjadi  berang. Doa-doa tak mempan lagi, puja-puji pada tuhan tak didengar lagi.  Kebenaran yang diyakini menjadi pedang bermata dua, melukai sekaligus  terlukai. Semua mencoba untuk bertahan di jalan kebenaran, semua mencoba  untuk menghadapi cobaan, karena katanya sang penyabar akan mendapat  rahmat yang berlimpah. Tapi ketika kita menarik nafas, kitapun harus  bergantian menghembuskannya. Ketika dada kita mulai sesak, kita pun  harus mengosongkannya. Kita tak bisa menerima sekaligus, cobaan yang  bertubi-tubi dan rahmat yang tak kunjung datang.&lt;br /&gt;Sahabatku, kemanakah tuhanmu? Apakah ia telah bosan mendengar doa-doa  kita? Atau tuhan telah lama mati? Manusia berserakkan kelaparan, negeri  ini kaya tapi kita bodoh. Tak seperti Israel yang miskin tapi pintar,  mereka tak bertanah tapi diakui keberadaannya. Negeri ini subur tapi  banyak yang mati diatasnya (tapi aku tak mau bila kita disamakan dengan  semut yang mati di dalam karung gula). Kita bukan mati kekenyangan, kita  mati kelaparan. Tak ada lagi peruntungan di negeri ini.&lt;br /&gt;Jutaan manusia resah dengan harga yang makin melambung, semua tak  terbeli. Barang-barang itu dihasilkan oleh keringat kita, tapi kita tak  mampu mengecapnya, memimpikannyapun akan memenjarakan kita. Melihatnya  akan menimbulkan iri, sirik. Bukankah itu dilarang oleh tuhanmu? Tapi  kita tak buta oleh itu, kita perlu makan. Kita perlu hidup. Dan agama  tak mampu mengenyangkan itu. Surga hanya untuk orang mati, apakah neraka  untuk orang hidup?&lt;br /&gt;Dan banyaklah orang yang memilih jalan itu. Perampasan milik orang  lain menjatuhkan korban. Pembunuhan tak lagi menakutkan. Semua menikam  untuk dapat bertahan hidup detik itu. Semua bersenjata untuk dapat  membela diri. Lapar membunuh kesabaran. Keputusasaan mengiris keyakinan  bahwa tuhan masih mau mendengar doa-doa mereka.&lt;br /&gt;Lihatlah moral tak lagi ada, nilai-nilai itu semua telah sirna. Kakek  memperkosa cucunya, paman meniduri keponakannya, bapak menindih  anaknya. Para suami berselingkuh, istripun tak mau kalah (mungkin bentuk  emanispasi gaya baru). Para gadis tak mau lama-lama menyandang gelar  perawan, para pemuda matanya buas. Aborsi jadi barang mainan. Para  sundal bukan lagi barang langka, ia jadi dagangan laris bak menjual  kacang tanah yang dimasak pada pasir panas. Lembaran-lembaran media  penuh gambar telanjang, media elektronik mempertontonkan erotisnya  senggama. Dengusnya merasuki hari-hari, udara sangat najis penuh dengus  nafas, kini tak lagi tertahan sudah lepas.&lt;br /&gt;Penipuan tak lagi menyajikan simbol-simbol seram, seperti cerita  dongeng-dongeng pengantar tidur dulu. Mereka tak lagi bertaring, air  liurnya tak kelihatan menetes. Mulut mereka manis walau tak ada desis  seperti ular atau setan. Tak bau. Mereka lebih mulia terlihat dari para  malaikat. Terdidik dan sopan. Tapi otaknya sungguh lihai mencari kaum  yang lemah. Mulutnya sungguh pintar mengumbar janji mengalahkan pemuka  agama yang menjanjikan surga. Surga dunia lebih realistik dari pada  surga milik tuhan untuk saat ini. Hari-hari saling menipu, saling  mengintip, saling mencari kelemahan.&lt;br /&gt;Kesabaran juga tak bisa ditahan oleh sistem. Demokrasi menjadi setan  bertopeng badut. Buruh tak mau lagi berlama-lama bertahan dalam  perjuangannya. Mogok kerja seperti pekerjaan sia-sia. Mogok makan pada  saat perut telah lama lapar sama saja dengan kebodohan. Dialog sama saja  memberi mimbar agar mereka dibohongi selalu, janji-janji sudah jadi  mitos pembelaan tanpa hasil. Sakit hati mengalahkan niatan yang suci.  Mereka ramai-ramai membakar pabrik, membakar lumbung padi mereka,  membakar meja makan mereka, menjungkir balikkan tempat menanak nasi. Dan  menari di atas perapian dapur, mengencingi tungku api. Sungguh mereka  mematikan jalan hidup mereka sendiri, dendam dan emosi yang lebih  berkuasa.&lt;br /&gt;Sahabat kemana tuhanmu?&lt;br /&gt;Tapi aku tak juga pungkiri di daerah sana ada yang masih menaikkan  panji-panji kebesaran tuhan-tuhan mereka. Mereka saling berperang demi  nama besar tuhan masing-masing. Apakah tuhan mereka mahluk lemah  sehingga harus dibela? Mungkin sama seperti para preman yang saling  membunuh untuk merebut daerah kekuasaannya, lahan parkir. Mungkin mereka  pikir, tuhan juga perlu wilayah kekuasaan baru. Perlu manusia-manusia  jajahan baru untuk dijadikan bala tentara tuhannya. Sungguh sebenarnya  mereka melemahkan harga diri tuhan mereka. Atau ada hal lain selain itu?  Atau tuhan sedang menikmati segala tontonan pertempuran itu sehingga  melupakan daerah lainnya?&lt;br /&gt;Aku tadi telah mengatakan negeri ini tak bertuan, negeri ini tak  bertuhan lagi. Sungguh itulah yang terjadi, negeri ini tak bertuan.  Bukankah tuan negeri ini adalah rakyat. Itu telah lama dikebiri, rakyat  menjadi obyek bukan subyek. Kekuasaan telah menjadi milik penguasa,  kekuasaan adalah tuhan mereka. Kuasa tuhan telah diganti dengan kuasa  uang. Sesuatu yang maha suci diganti dengan yang maha hina. Rakyat  dipecah berserakkan dan meratap pada perut mereka. Kedaulatan tak mampu  lagi diambil rakyat, karena rakyat tak lagi bisa bersatu, semua  memikirkan perut-perut mereka. Sungguh negeri ini tak lagi bertuan, tak  ada lagi kedaulatan rakyat. Yang ada hanyalah, negeri ini dikuasai oleh  mereka yang menetapkan dirinya sendiri menjadi wakil rakyat. Mereka  menjadi tengkulak negeri ini, mereka para pedagang-pedagang keringat  rakyat, mereka menggadaikan negeri ini.&lt;br /&gt;Sungguh cermin negeri ini bertuhan tak ada lagi. Lihatlah para  pemimpin-pemimpin itu. Mereka bertuhan, mereka panutan, mereka  tokoh-tokoh agama. Apakah prilaku cermin manusia yang suci ada pada  mereka? Melihat suatu negeri bertuhan atau tidak dapat di lihat pada  tindak laku pemimpinnya. Mereka mengangkat panji-panji agama, merekapun  menyuarakan suara-suara kebohongan. Mereka mengobral janji-janji pada  pemilu seperti mengobral surga. Agama telah dijadikan komoditi politik,  agama dipakai untuk menenangkan kaum tertindas (memakai tameng takdir).  Tuhan telah dipakai sebagai bodyguard, cecunguk yang akan dibuang bila  tak lagi jawara.&lt;br /&gt;Sahabatku, mungkin dari mulutmu sudah terlontar berjuta kata maki  padaku. Aku tahu perasaanmu, ketika aku mengatakan tuhan telah mati. Aku  tahu perasaan mereka yang telah terbius agama tanpa pernah berpikir  merdeka dan mempertanyakan kebenaran yang diyakininya. Jangan pernah  jadi pengikut agama, karena kau akan seperti kerbau yang dicucuk  hidungnya dan ditarik kesana ke mari tanpa berontak, pasrah. Menjadi  pengikut agama akan membutakan akal sehatmu, memenjarakan kemerdekaan  pikiranmu untuk mempertanyakan yang kau yakini itu. Kalau aku boleh  memberi saran, mungkin ini yang terbaik bagimu dan yang terjelek bagiku,  jangan pernah jadi pengikut siapa pun (menjadi pengikutku pun jangan  pernah), jadilah bertuhan saja.&lt;br /&gt;Sahabatku akhir kata aku ucapkan banyak terimakasih atas waktu yang  telah kau berikan untuk membaca surat ini atau surat-surat yang  terdahulu. Jangan pernah ejek aku sebagai atheis (karena aku telah lama  menderita oleh simbol-simbol atheis itu), aku tidak atheis. Dari awal  telah aku katakan, bahwa tuhan telah mati, bukankah itu berarti aku  mengakui keberadaan tuhan? Kalau dadamu saat ini berdegup marah, dadaku  saat ini berdegup kencang. Aku sedih. Aku menangis sahabat, akan  kematian tuhan. Semoga aku salah duga, kalau tuhan masih hidup kabari  aku segera, aku telah rindu jamahanNya, kasihNya yang tulus. Telah lama  aku tak memanjatkan pujian suci padaNya, telah lama pula Tuhan tak  bersenandung di hatiku, menghibur resahku, mengusir galauku. Tapi aku  masih ragu akan itu, jikalau tuhan hidup bukankah ia akan mendengar  darah yang menangis, jerit kesakitan, nyawa-nyawa yang melayang entah di  mana, tangis kaum lemah yang tertipu, dengus najis birahi, doa-doa  pengobral kebohongan.&lt;br /&gt;Di sini aku mendapatkan banyak manusia-manusia yang di hatinya tuhan  itu telah lama mati, mungkin juga di tempatmu dan di tempat lainnya. Dan  aku masih mencari kuburannya.&lt;br /&gt;Dari sahabatmu,&lt;br /&gt;Pagi itu adalah hari kemerdekaan yang telah lama dilupakan,  kebebasannya. Hampir separuh hidup lelaki tua itu dihabiskan di sini,  bersama mimpi dan bayangannya. Tak ada kekhawatiran, karena hidup tak  lagi mau menjamahnya. Tak lagi ada masa lalu, kini dan masa depan. Semua  telah lenyap dalam keterbatasannya.&lt;br /&gt;Pria yang berseragam rapi itu masuk ke dalam biliknya, menyerahkan  sebuah surat pembebasan. Di atas meja ia mendapatkan lelaki tua itu kaku  tertelungkup bersama sebuah surat yang kemarin malam ditulisnya. Untuk  seorang sahabatnya, teman seperjuangan dulu di tahun 1965. Di balik  amplop tertulis sebuah pesan :&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Bila aku mati lebih dahulu, aku tak akan mencari kuburNya,&lt;br /&gt;biarlah Tuhan yang mencari kuburku.&lt;br /&gt;Dan aku akan mencoba untuk bertemu dengan Tuhan, semoga Ia mau&lt;/em&gt;.(www.kompasiana.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/720454464218346364-625756392427830627?l=people-scandal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://people-scandal.blogspot.com/feeds/625756392427830627/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=720454464218346364&amp;postID=625756392427830627' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/720454464218346364/posts/default/625756392427830627'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/720454464218346364/posts/default/625756392427830627'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://people-scandal.blogspot.com/2010/06/tuhan-telah-mati-ttm-bagian-2.html' title='Tuhan Telah Mati (TTM)– Bagian 2'/><author><name>LiBas bAtAs</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13893280467824393825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_DTpGoMnFF4w/S0IeZBYW29I/AAAAAAAAAB4/L7UkTSnphAQ/S220/oi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_DTpGoMnFF4w/TAdnro1NajI/AAAAAAAAAE0/sTz_CSNhirA/s72-c/nietzche2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-720454464218346364.post-2804695507732649126</id><published>2010-06-03T01:20:00.003-07:00</published><updated>2010-06-03T01:20:20.437-07:00</updated><title type='text'>Tuhan Telah Mati (TTM)–bagian1</title><content type='html'>Tuhan adalah kesadaran akan kelemahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangan dirinya terlihat jelas di dinding kusam yang tak dapat lagi ditebak warnanya. Tubuh kurus yang sedikit membungkuk, rambut putih yang sudah menghilangkan kemudaannya, nafasnya terdengar saling tarik menarik. Terkadang batuk, gemanya tak kalah nyaring. Terkadang menggumam sendiri. Tubuh-tubuh lain terbujur di lantai diam tak terusik. Malam dan siang tak ada ubahnya, sinar matahari tak pernah mau singgah, pengap dan lembab. Butiran-butiran pasir pada jam kehidupan lamban berjatuhan, tercekat pada mulut pipa kaca. Tiada yang pernah perduli pada hari dan waktu, sebab kemarin, hari ini dan esok tiada bedanya. Semua cerita usang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangan itu masih jelas terlihat di dinding kusam, seakan telah terpatri untuk seumur zaman, tiada berpindah, tiada berubah. Seperti lukisan kelam pada ruang-ruang waktu, hantu-hantu masa lalu yang melekat di semua benak. Bagi mereka yang kalah, pada bayangan tak ada tangisan Bagi mereka kaum pemenang, pada bayangan tak ada senyum kepongahan. Semua sama, sebuah sisi gelap dari kehidupan adalah bayangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baginya bayangan adalah hantu masa lalu yang selalu mengikuti. Tapi bayangan itu telah menjadi teman untuk seumur hidupnya, sejak ia berlari ketakutan ke dekapan ibunya, mendapati manusia hitam yang menyeret-nyeret langkahnya dalam keheningan. Kelak akhirnya ia sadar, bayangan adalah kejujuran. Ia tak pernah menikam, ia teman yang jujur di saat sepi. Andai bayangan dapat berbicara, ia akan bercerita banyak tentang bentuk yang diserupainya. Mungkinkah bayangan adalah malaikat sang pencatat buku putih kehidupan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangan itu masih terlihat jelas di dinding kusam, tangannya bergerak-gerak. Menuliskan sesuatu. Terkadang terhenti, mengusap-usap matanya. Lampu itu jelas terlihat redup seperti mata tuanya. Pandangannya kembali tertuju pada lembaran-lembaran kertas putih. Belum sebaris katapun ia toreh. Otaknya buntu mencari awal kata yang bagus. Ia tak ingin pada kalimat awal akan mencerminkan kedangkalan isi, atau akan membosankan untuk membaca kelanjutannya. Nafasnya mencari kata-kata, dan ia mulai menulis :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat sahabatku,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh malam ini (bila saat ini memang malam) aku susah untuk memulai. Dari mana awal kata aku akan menuliskannya. Karena hingga kinipun kita masih memperdebatkan tentang awal. Apakah dimulai dari telur atau ayam? Apakah dimulai dari monyet Darwin atau Adam? Tapi kali ini aku tak ingin memperdebatkan soal penciptaan itu, aku hanya ingin mengatakan tentang Sang Pencipta. Aku telah temukan bahwa Tuhan telah mati. Ya, sudah mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabatku, jangan engkau cepat tertawa, mengatakanku si atheis yang tak pernah berubah. Karena aku telah lama menderita oleh simbol-simbol atheis itu. Aku muak dengan sikap arogan para pengawal-pengawal tuhanmu. Bukankah kebenaran yang mereka katakan itu melebihi dari dari kuasa tuhannya? Penghakimanan yang mereka lakukan mendahului neraka yang kalian hayalkan. Aku takut di neraka nanti (bila neraka itu ada), justru mereka akan menjadi kayu bakarnya. Aku tahu surga dan neraka itu adalah ciptaan manusia, seperti penjara untuk kaum “pendosa” dan istana untuk kaum “yang benar”. Klaim kebenaran yang tunggal tak ubahnya dengan kekuasaan yang tunggal. Sama-sama menyesatkan. Adalah hak setiap orang bertanya tentang penciptaan dirinya, hak setiap orang memandang tentang tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabatku seandainya saat ini mulutku dipaksa berkata saya adalah manusia yang bertuhan, aku akan mengatakan tuhan itu adalah saya. Tapi aku akan muntah berkata seperti itu, karena aku tak mau seperti tuhan. Bukankah tuhan simbol dari keabsloutan, sesuatu yang tak bisa dipertanyakan, esa adanya (itu teori-teorimu). Dan aku adalah mahluk yang masih terus berpikir dan bertanya-tanya. Aku bukan manusia absolut, kebenaranku masih bisa di perdebatkan, aku tak ingin menyesatkan oleh klaim-klaim kebenaran tunggal. Tapi aku pun bukan nabi, walau nabi selalu tak bisa diterima pada jamannya. Karena kebenaran bukanlah milik tunggal sang nabi, kebenaran adalah pencarian dari pencerahan kehidupan. Mata sang nabi saat itu mungkin lebih beruntung dapat membaca kebenaran itu, tapi sekali lagi aku katakan, kebenaran itu bukan miliknya. Dan itu bukan harga mati lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak akan memberi nubuatan-nubuatan atau perkara-perkara keajaiban. Tak akan ada ramalan akan masa depan, atau akhir dari dunia ini yang akan aku katakan. Aku hanya berpikir dan berbicara. Melihat dan mendengar. Merasakan dan menyimpulkan. Semua itu penuh gejolak, seperti saat menerima kotbah-kotbahmu pada puluhan-puluhan kertas surat yang aku terima sepanjang hidupku. Aku berperang dengan diriku sendiri, hingga akhirnya logika-logika ku pun kalah. Dan pada suratmu yang terakhir kau berkata, bahwa tuhan menciptakan manusia bukan untuk menderita, tapi untuk bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabatku, aku mencari kebahagiaan yang kau tawarkan. Aku ingin merasakan cuilannya. Tapi aku tak pernah mendapatkannya, aku tak menemukan kebahagian itu, aku tak menemukan tuhanmu. Apakah ia telah tuli dan buta? Aku telah terus mengetuk pintunya, dan tanganku telah bernanah. Aku telah meminta, mulutku berbusa tak ubahnya bagai orang kesurupan (mungkinkah aku kerasukan setan tuhanmu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan kau katakan aku terlalu lemah dan tak penyabar, bukan hanya aku yang merasakan itu. Jutaan anak negeri ini pun seperti itu. Negeri ini tak bertuan, negeri ini tak bertuhan lagi. Aku tak sendiri. Jutaan orang sudah muak dengan dogma usang yang mengatakan setiap penderitaan adalah kehendak tuhan, cobaan darinya. Tidakkah dia tahu bahwa manusia juga punya batas kelemahan dan kesabaran. Aku rasa dogma itu membunuh pikiran kita. Membunuh kesadaran kita untuk berusaha dengan akal sehat sendiri. Aku bukan mengajak berpikir soal materialis. Aku juga tak mau diajak berpikir tentang hal-hal suci yang semu, terlalu mistik bagiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku juga bukan hendak membujukmu untuk berpaling pada komunisme yang tak bertuhan. Justru komunisme itu bertuhan, malah bertuhan dari orang-orang yang bertuhan. Komunis memberhalakan tuhan, tuhan yang paling tolol dibanding tuhan-tuhan lainnya. Mereka memperjuangkan sistim aturan kehidupan, yang diperjuangkan itu adalah tuhan mereka. Komunis adalah tuhan yang dibangun dengan cara paling sadar. Kesadaran bahwa mereka adalah lemah, penuh ketakutan sehingga memerlukan sang penolong, sesuatu yang lebih agung dari mereka. Tuhan adalah kesadaran akan kelemahan. Tuhan adalah sistim aturan yang abadi bagi mereka. Sama seperti tuhan milik agama-agama yang menakuti manusia dengan neraka dan surga, tuhannya komunisme pun menciptakan surga dan neraka. Neraka dan surga itu diciptakan untuk menimbulkan kekhawatiran, sehingga ketakutan pada hukuman dan ketidakpastian itulah yang menyebabkan berlindung di bawah ajaran-ajaran yang dianggap sebagai kebenaran dan kepastian. Aku bisa menyimpulkan, komunis bukanlah pilihan hidup seperti juga halnya dengan agama-agama, selama kalian berpikir dengan cara pandang hasil yaitu surga. Sebuah perjuangan kebenaran yang suci tidak mengenal perhitungan, tidak memikirkan imbalan, semua seharusnya penuh pengorbanan dan kasih.(www.kompasiana.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/720454464218346364-2804695507732649126?l=people-scandal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://people-scandal.blogspot.com/feeds/2804695507732649126/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=720454464218346364&amp;postID=2804695507732649126' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/720454464218346364/posts/default/2804695507732649126'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/720454464218346364/posts/default/2804695507732649126'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://people-scandal.blogspot.com/2010/06/tuhan-telah-mati-ttmbagian1.html' title='Tuhan Telah Mati (TTM)–bagian1'/><author><name>LiBas bAtAs</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13893280467824393825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_DTpGoMnFF4w/S0IeZBYW29I/AAAAAAAAAB4/L7UkTSnphAQ/S220/oi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-720454464218346364.post-5549473771840577309</id><published>2010-04-18T23:01:00.001-07:00</published><updated>2010-04-18T23:01:29.009-07:00</updated><title type='text'>Cinta dan Perkawinan Menurut Plato</title><content type='html'>Cinta dan perkawinan terkadang menjadi sesuatu yang suka dipermainkan. Patutkah itu semua? Belajarlah dari Plato, seorang filsuf Yunani. Saya mengutip artikel ini melalu pencarian saya di internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta dan Perkawinan Menurut Plato&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hari, Plato bertanya pada gurunya, “Apa itu cinta? Bagaimana saya bisa menemukannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gurunya menjawab, “Ada ladang gandum yang luas didepan sana. Berjalanlah kamu dan tanpa boleh mundur kembali, kemudian ambillah satu saja ranting. Jika kamu menemukan ranting yang kamu anggap paling menakjubkan, artinya kamu telah menemukan cinta”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan tangan kosong, tanpa membawa apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gurunya bertanya, “Mengapa kamu tidak membawa satupun ranting?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plato menjawab, “Aku hanya boleh membawa satu saja, dan saat berjalan tidak boleh mundur kembali (berbalik). Sebenarnya aku telah menemukan yang paling menakjubkan, tapi aku tak tahu apakah ada yang lebih menakjubkan lagi di depan sana, jadi tak kuambil ranting tersebut. Saat ku melanjutkan berjalan lebih jauh lagi, baru kusadari bahwa ranting-ranting yang kutemukan kemudian tak sebagus ranting yang tadi, jadi tak ku ambil sebatang pun pada akhirnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gurunya kemudian menjawab “Jadi ya itulah cinta”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hari yang lain, Plato bertanya lagi pada gurunya, “Apa itu perkawinan? Bagaimana saya bisa menemukannya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gurunya pun menjawab, “Ada hutan yang subur didepan saja. Berjalanlah tanpa boleh mundur kembali (menoleh) dan kamu hanya boleh menebang satu pohon saja. Dan tebanglah jika kamu menemukan pohon yang paling tinggi, karena artinya kamu telah menemukan apa itu perkawinan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan membawa pohon. Pohon tersebut bukanlah pohon yang segar/ subur, dan tidak juga terlalu tinggi. Pohon itu biasa-biasa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gurunya bertanya, “Mengapa kamu memotong pohon yang seperti itu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plato pun menjawab, “Sebab berdasarkan pengalamanku sebelumnya, setelah menjelajah hampir setengah hutan, ternyata aku kembali dengan tangan kosong. Jadi di kesempatan ini, aku lihat pohon ini, dan kurasa tidaklah buruk-buruk amat, jadi kuputuskan untuk menebangnya dan membawanya kesini. Aku tidak mau menghilangkan kesempatan untuk mendapatkannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gurunya pun kemudian menjawab, “Dan ya itulah perkawinan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan kecil:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta itu semakin dicari, maka semakin tidak ditemukan. Cinta adanya di dalam lubuk hati, ketika dapat menahan keinginan dan harapan yang lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pengharapan dan keinginan yang berlebih akan cinta, maka yang didapat adalah kehampaan…tiada sesuatu pun yang didapat, dan tidak dapat dimundurkan kembali. Waktu dan masa tidak dapat diputar mundur. Terimalah cinta apa adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkawinan adalah kelanjutan dari Cinta. Adalah proses mendapatkan kesempatan, ketika kamu mencari yang terbaik diantara pilihan yang ada, maka akan mengurangi kesempatan untuk mendapatkannya, Ketika kesempurnaan ingin kau dapatkan, maka sia-sialah waktumu dalam mendapatkan perkawinan itu. Karena, sebenarnya kesempurnaan itu hampa adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah cinta dan perkawinan yang berhasil dirumuskan oleh Plato lewat pengalamannya sendiri. Pelajarilah, renungkanlah, dan praktikkanlah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/720454464218346364-5549473771840577309?l=people-scandal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://people-scandal.blogspot.com/feeds/5549473771840577309/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=720454464218346364&amp;postID=5549473771840577309' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/720454464218346364/posts/default/5549473771840577309'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/720454464218346364/posts/default/5549473771840577309'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://people-scandal.blogspot.com/2010/04/cinta-dan-perkawinan-menurut-plato.html' title='Cinta dan Perkawinan Menurut Plato'/><author><name>LiBas bAtAs</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13893280467824393825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_DTpGoMnFF4w/S0IeZBYW29I/AAAAAAAAAB4/L7UkTSnphAQ/S220/oi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-720454464218346364.post-2052942228668084819</id><published>2010-03-29T21:27:00.001-07:00</published><updated>2010-03-29T21:27:53.543-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Masa muda yang aneh,hanya buku,teori-teori para pemikir terkemuka di dunia,miras,rokok,dan teman-teman nongkrong di warung kopi,mengamen,dan tak lupa tawuran yang gak jelas.Masa muda yang kulewati tanpa adanya seorang wanita yang menjadi dambaan hati,.yang paling tidak akan membasahi keringnya hati ini akan kasih sayang seorang kekasih yang menyayangi kita.Rasa iri selalu terlintas bila melihat teman-teman yang sedang memadu kasih dengan pasangannya.&lt;br /&gt;Selalu merasa diri ini menjadi pecundang bila dalam urusan wanita.Banyak kesempatan yang ku dapat untuk mulai belajar memadu kasih dengan kaum hawa,namun semuanya hilang dan terbang seakan terus menjauh karena bodohnya diri ini.Terus menjadi bahan tertawaan oleh teman-teman bila sedang berbicara tentang perempuan.Ahh…biarlah,mungkin Tuhan punya rencana lain untukku,dengan tidak memberi anugerah berupa teman wanita pada saat ini.Tuhan mungkin sudah mempersiapkan yang lebih baik untuk diri ini.Dia tidak ingin aku terjebak dalam lembah kenistaan yang disebabkan oleh wanita.Meskipun, diri ini seorang yang akrab dengan dunia malam,miras,dan hal-hal negatif lainnya ,Tuhan masih berbaik hati padaku dengan menyelamatkanku dari dosa yang bersumber pada keelokan paras dan tubuh wanita,meski mata ini masih saja mencuri pandang dengan mengagumi keindahan tubuh wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukanlah dosa atau tidak sopan kalu seseorang mengagumi seorang wanita cantik.Dan aku tak malu berbuat begitu,karena dengan melakukan itu pada hakikatnya aku memuji Tuhan dan memuji apa yang telah diciptakannya.(Soekarno)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/720454464218346364-2052942228668084819?l=people-scandal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://people-scandal.blogspot.com/feeds/2052942228668084819/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=720454464218346364&amp;postID=2052942228668084819' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/720454464218346364/posts/default/2052942228668084819'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/720454464218346364/posts/default/2052942228668084819'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://people-scandal.blogspot.com/2010/03/masa-muda-yang-anehhanya-bukuteori.html' title=''/><author><name>LiBas bAtAs</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13893280467824393825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_DTpGoMnFF4w/S0IeZBYW29I/AAAAAAAAAB4/L7UkTSnphAQ/S220/oi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-720454464218346364.post-6256852587497542468</id><published>2010-03-29T20:56:00.000-07:00</published><updated>2010-03-29T21:00:43.665-07:00</updated><title type='text'>Unas dan generasi yang dihasilkannya…</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_DTpGoMnFF4w/S7F3T0eNXGI/AAAAAAAAAEI/IvAmxW1yA2w/s1600/unas.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 285px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_DTpGoMnFF4w/S7F3T0eNXGI/AAAAAAAAAEI/IvAmxW1yA2w/s320/unas.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5454271806108949602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22-26 Maret adalah hari-hari yang menentukan bagiku dan bagi seluruh kawan-kawan SMA/SMK/MA yang berada di seantero negri ini.Hari-hari itu terasa amat menegangkan,terutama pada hari pertama penyelenggaraan Ujian Nasional.Ya,inilah Ujian Nasional,ujian yang menentukan nasib saya selama belajar 3 tahun di SMA.Sebagai salah satu dari sekian ribu peserta Unas SMA tahun ini,saya khawatir Unas dan pelaksanaannya yang menyedot dana hingga ratusan juta ini lebih banyak menimbulkan efek negatif daripada manfaatnya.terutama terkait dengan pembentukan mental peserta Unas.Saya berani berkata demikian karena saya pun merasakan atmosfir Unas pada tahun ini.Yang dimana Unas mendorong siswa untuk menghalalkan segala cara demi mencapai kelulusan.Bahkan para siswa tidak sungkan mencari bocoran.Padahal tiada gunanya lulus bila kita tidak berhasil mencuri sedikit ilmu dari sekolah.Inilah salah satu contoh dari tidak lagi dihargainya sebuah proses.Mereka hanya mengejar hasil akhir.Namun,di jaman edan seperti ini,kalau tidak ikut edan tidak bakalan kebagian.Meski dengan sombongnya diatas saya menuliskan untuk menghargai sebuah proses,namun sebagai seorang manusia saya tidak munafik,saya juga menginginkan hasil akhir yang memuaskan tanpa proses yang berbelit-belit.&lt;br /&gt; Semua ini terjadi karena Unas dijadikan “gong”penentu kelulusan seorang siswa.Seharusnya lulus atau tidaknya peserta didik adalah otoritas dari guru,karena merekalah yang mengetahui keseharian dan kemampuan anak didik,bukannya Unas.Kalau saja sistem Unas masih saja digunakan barang beberapa tahun kedepan,saya yakin generasi yang dihasilkan akan menjadi generasi yang hanya menginginkan sesuatu yang serba instan dan cenderung menghalalkan segala cara demi mencapai tujuan ,generasi yang tidak lagi menghargai sebuah proses untuk menuju keberhasilan yang gilang-gemilang.Andai saja Unas tidak dievaluasi atau diperbaiki,sistem itu hanya akan melahirkan generasi yang pragmatis,bisa ambruk negara ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/720454464218346364-6256852587497542468?l=people-scandal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://people-scandal.blogspot.com/feeds/6256852587497542468/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=720454464218346364&amp;postID=6256852587497542468' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/720454464218346364/posts/default/6256852587497542468'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/720454464218346364/posts/default/6256852587497542468'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://people-scandal.blogspot.com/2010/03/unas-dan-generasi-yang-dihasilkannya.html' title='Unas dan generasi yang dihasilkannya…'/><author><name>LiBas bAtAs</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13893280467824393825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_DTpGoMnFF4w/S0IeZBYW29I/AAAAAAAAAB4/L7UkTSnphAQ/S220/oi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_DTpGoMnFF4w/S7F3T0eNXGI/AAAAAAAAAEI/IvAmxW1yA2w/s72-c/unas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-720454464218346364.post-4531831648331174079</id><published>2010-03-16T00:32:00.000-07:00</published><updated>2010-03-16T00:42:41.339-07:00</updated><title type='text'>Mengapa Costeau Jadi Muallaf Setelah Temukan Sungai di Bawah Laut?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_DTpGoMnFF4w/S582WqQfMEI/AAAAAAAAAEA/KpyX4sIA-GU/s1600-h/jacques.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 179px; height: 212px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_DTpGoMnFF4w/S582WqQfMEI/AAAAAAAAAEA/KpyX4sIA-GU/s320/jacques.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5449133837070053442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SAYA kagum membaca kisah penemuan sungai di bawah laut, dan terperangah ketika mengetahui bahwa penemunya, Mr. Jacques Yves Costeau, jadi muallaf. Ada secuil pertanyaan yang terbesit: siapakah Mr.Jacques? Mengapa ia memilih masuk Islam setelah menemukan sungai di bawah laut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Wikipedia, Jacques-Yves Cousteau yang lahir 11 Juni 1910 di Saint-André-de-Cubzac, Perancis,  adalah perwira di AL Perancis. Ia seorang oseanografer, dan peneliti  serta anggota Académie française. Bersama Emile Gagnan ia bertanggung jawab membuka mata manusia pada dunia bawah air. Mereka mencipta alat pernapasan bawah air berdasarkan muatan udara yang dimampatkan dan disimpan dalam tangki yang dikenal sebagai paru-paru airAqua-lung (SCUBA).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum ini, penyelam terpaksa mengenakan pakaian yang mempunyai saluran udara yang bersambung dengan permukaan air. Ini membatasi gerak mereka. Aqua-Lung memungkinkan mereka bergerak bebas. Aqua-Lung telah digunakan oleh pihak Sekutu untuk membersihkan perairan internasional dari periuk api musuh semasa Perang Dunia II. Jacques Costeau juga mereka teknik penggambaran bawah air yang digunakan olehnya untuk menghasilkan film dokumenter mengenai kehidupan di sana. Film-filmnya membuka mata orang banyak mengenai adanya keragaman kehidupan di bawah air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Costeau boleh dikata adalah penjelajah bawah laut. Dari eskplorasi ke eksplorasi, hingga pada suatu ketika tiba-tiba ia menemui beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya kerana tidak bercampur/tidak melebur dengan air laut yang masin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya, yang kemudian dikenal sebagai sungai di bawah laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya, Jackques berfikir, jangan-jangan itu hanya halusinansi atau khalayannya semata saat menyelam. Namun demikian rasa penasaran ini senantiasa menggodanya setiap saat. Berbagai pertanyaan yang bergelayut dalam benaknya itu tak kunjung mendapatkan jawaban yang memuaskan tentang fenomena ganjil tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menemukan jawabannya memang bukan hal yang mudah, hingga pada suatu saat Jacques bertemu dengan seorang profesor Muslim. Setelah menceritakan fenomena ini,  Sang Profesor pun mengingatkan pada ayat Al Quran tentang bertemunya dua lautan (surat Ar-Rahman ayat 19-20) yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez. Ayat itu berbunyi “Marajal bahraini yaltaqiyaan, bainahumaa barzakhun laa yabghiyaan.. .”Artinya: “Dia biarkan dua lautan bertemu, di antara keduanya ada batas yang tidak boleh ditembus.” Kemudian dibacakan surat Al Furqan ayat 53 di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan) ; yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S Al Furqan:53)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar  ayat-ayat Al Qur’an itu,  Costeau merasakan sebuah pesona yang luar biasa.Ia kagum, melebihi kekagumannya saat menemukan pemandangan ajaib di bawah lautan yang dalam itu. Dalam pikiran Costeau, Al Qur’an ini mustahil disusun oleh Muhammad yang hidup di abad ke tujuh, suatu zaman saat belum ada peralatan selam yang canggih untuk mencapai lokasi yang jauh terpencil di kedalaman samudera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita tentang fenomena ganjil 14 abad yang silam akhirnya terbukti pada abad 20 ini pun menjadi mukjizat bagi Costeau. Dan seketika itu pula ia lantas meyakini bahwa Al Qur’an memang sesungguhnya kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannya mutlak benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangkat dari sini, Mr. Costeau yang meninggal dunia di Paris 25 Juni 1997 itu pun mendapat hidayah dan memeluk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_DTpGoMnFF4w/S582Ns9qRVI/AAAAAAAAAD4/b0ltxZ5VoTk/s1600-h/bwah+2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_DTpGoMnFF4w/S582Ns9qRVI/AAAAAAAAAD4/b0ltxZ5VoTk/s320/bwah+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5449133683177571666" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/720454464218346364-4531831648331174079?l=people-scandal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://people-scandal.blogspot.com/feeds/4531831648331174079/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=720454464218346364&amp;postID=4531831648331174079' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/720454464218346364/posts/default/4531831648331174079'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/720454464218346364/posts/default/4531831648331174079'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://people-scandal.blogspot.com/2010/03/mengapa-costeau-jadi-muallaf-setelah.html' title='Mengapa Costeau Jadi Muallaf Setelah Temukan Sungai di Bawah Laut?'/><author><name>LiBas bAtAs</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13893280467824393825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_DTpGoMnFF4w/S0IeZBYW29I/AAAAAAAAAB4/L7UkTSnphAQ/S220/oi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_DTpGoMnFF4w/S582WqQfMEI/AAAAAAAAAEA/KpyX4sIA-GU/s72-c/jacques.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-720454464218346364.post-7324132767113803075</id><published>2010-03-05T09:31:00.001-08:00</published><updated>2010-03-05T09:32:52.700-08:00</updated><title type='text'>Kata tentang Hujan…</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_DTpGoMnFF4w/S5FAI3j3sWI/AAAAAAAAADQ/Uk-xNhsyV-E/s1600-h/where_rain_grows_by_x_horizon.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 236px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_DTpGoMnFF4w/S5FAI3j3sWI/AAAAAAAAADQ/Uk-xNhsyV-E/s320/where_rain_grows_by_x_horizon.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5445203945565172066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hujan turun tanpa terlebih dahulu membuat janji &lt;br /&gt;Menghapus debu hasil persetubuhan sinar sang surya dengan bumi&lt;br /&gt;Memberi sececah harapan sekaligus ancaman bagi para petani&lt;br /&gt;Memberi nafas baru bagi kelangsungan hidup semua makhluk&lt;br /&gt;Menjadikan hari ini ramai dengan nyanyian kodok,&lt;br /&gt;yang terus bernyanyi tanpa dikomando&lt;br /&gt;Hujan dijadikannya berkah bagi penyedia jasa ojek payung,yang sangat cerdik memanfaatkan momen hujan ini untuk mendulang rupiah&lt;br /&gt;Hujan adalah nyanyian alam&lt;br /&gt;Benturan antara jutaan tetesan air hujan dengan bumi,seakan menggantikan bisingnya mesin-mesin kendaraan dijalan untuk sementara.&lt;br /&gt;Memberi rasa damai bagi siapapun yang dapat mendengarkan nyanyian dari alam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/720454464218346364-7324132767113803075?l=people-scandal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://people-scandal.blogspot.com/feeds/7324132767113803075/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=720454464218346364&amp;postID=7324132767113803075' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/720454464218346364/posts/default/7324132767113803075'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/720454464218346364/posts/default/7324132767113803075'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://people-scandal.blogspot.com/2010/03/kata-tentang-hujan.html' title='Kata tentang Hujan…'/><author><name>LiBas bAtAs</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13893280467824393825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_DTpGoMnFF4w/S0IeZBYW29I/AAAAAAAAAB4/L7UkTSnphAQ/S220/oi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_DTpGoMnFF4w/S5FAI3j3sWI/AAAAAAAAADQ/Uk-xNhsyV-E/s72-c/where_rain_grows_by_x_horizon.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-720454464218346364.post-9819031644196226</id><published>2010-02-23T05:51:00.000-08:00</published><updated>2010-02-23T05:58:17.115-08:00</updated><title type='text'>Sejarah Rokok</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_DTpGoMnFF4w/S4Pe7J8Vu5I/AAAAAAAAADI/GGNVoVns3EQ/s1600-h/images.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 121px; height: 135px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_DTpGoMnFF4w/S4Pe7J8Vu5I/AAAAAAAAADI/GGNVoVns3EQ/s320/images.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5441437882656340882" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Riwayat kretek bermula di Kudus. Menjadi dagangan paling memikat di tangan pengusaha buta huruf. Sayang asal usulnya masih gelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah kretek bermula dari kota Kudus. Tak jelas memang asal usul yang akurat tentang rokok kretek. menurut kisah yang hidup dikalangan para pekerja pabrik rokok, riwayat kretek bermula dari penemuan Haji Djamari pada kurun waktu sekitar 1870-1880-an. Awalnya, penduduk asli kudus ini merasa sakit pada bagian dada. Ia lalu mengoleskan minyak cengkeh. Sakitnya reda. Djamari lantas bereksperimen merajang cengkeh dan mencampurnya dengan tembakau untuk dilinting menjadi rokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala itu melinting rokok sudah menjadi kebiasaan kaum pria. Djamari melakukan modifikasi dengan mencampur cengkeh. Setelah rutin menghisap rokok ciptaannya. Djamari merasa sakitnya hilang. Ia mewartakan penemuan ini kepada kerabat dekatnya. Berita ini menyebar cepat. Permintaan “rokok obat” ini pun mengalir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Djamari melayani banyak permintaan rokok cengkeh. Lantaran ketika dihisap, cengkeh yang terbakar mengeluarkan bunyi “kemeretek”, maka rokok temuan Djamari ini dikenal dengan “rokok kretek”. Awalnya, kretek ini dibungkus “klobot” atau daun jagung kering. Dijual per ikat dimana setiap ikat terdiri dari 10 , tanpa selubung kemasan sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rokok kretek kian dikenal. Namun tak begitu dengan penemunya Djamari diketahui meninggal pada 1890. Siapa dia dan asal-usulnya hingga kini masih remang-remang. Hanya temuannya itu yang terus berkembang. Sepuluh tahun kemudian, penemuan Djamari menjadi dagangan memikat di tangan Nitisemito, perintis industri rokok di Kudus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisnis rokok dimulai oleh Nitisemito pada 1906 dan pada 1908 usahanya resmi terdaftar dengan merek “Tjap Bal Tiga”. Bisa dikatakan langkah Nitisemito itu menjadi tonggak tumbuhnya industri rokok kretek di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa abad legenda yang beredar di Jawa, rokok sudah dikenal sudah sejak lama. Bahkan sebelun Haji Djamari dan Nitisemito merintisnya. Tercatat dalam Kisah Roro Mendut, yang menggambarkan seorang putri dari Pati yang dijadikan istri oleh Tumenggung Wiroguno, salah seorang panglima perang kepercayaan Sultan Agung menjual rokok “klobot” (rokok kretek dengan bungkus daun jangung kering) yang disukai pembeli terutama kaum laki-laki karena rokok itu direkatkan dengan ludahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal usaha Kretek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nitisemito sendiri seorang buta huruf, dilahirkan dari rahim Ibu Markanah di desa Janggalan dengan nama kecil Rusdi. Ayahnya, Haji Sulaiman adalah kepala desa janggalan. Pada usia 17 tahun ia mengubah namanya menjadi Nitisemito. Pada usia ini, ia merantau ke Malang, Jawa Timur untuk bekerja sebagai buruh jahit pakaian. Usaha ini berkembang sehingga ia mampu menjadi pengusaha konfeksi. Namun beberapa tahun kemudian usaha ini kandas karena terlilit hutang. Nitisemito pulang kampung dan memulai usahanya membuat minyak kelapa, berdagang kerbau namun gagal. Ia kemudian bekerja menjadi kusir dokar sambil berdagang tembakau. Saat itulah dia berkenalan dengan Mbok Nasilah, pedagang rokok klobot di Kudus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbok Nasilah, yang juga dianggap sebagai penemu pertama rokok kretek, menemukan rokok kretek untuk menggantikan kebiasaan nginang pada sekitar tahun 1870.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di warungnya, yang kini menjadi toko kain Fahrida di Jalan Sunan Kudus, Mbok nasilah menyuguhkan rokok temuannya untuk para kusir yang sering mengunjungi warungnya. Kebiasaan nginang yang sering dilakukan para kusir mengakibatkan kotornya warung Mbok Nasilah, sehingga dengan menyuguhkan rokok, ia berusaha agar warungnya tidak kotor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya ia mencoba meracik rokok. Salah satunya dengan menambahkan cengkeh ke tembakau. Campuran ini kemudian dibungkus dengan klobot atau daun jagung kering dan diikat dengan benang. Rokok ini disukai oleh para kusir dokar dan pedagang keliling. Salah satu penggemarnya adalah Nitisemito yang saat itu menjadi kusir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nitisemito lantas menikahi Nasilah dan mengembangkan usaha rokok kreteknya menjadi mata dagangan utama. Usaha ini maju pesat. Nitisemito memberi label rokoknya “Rokok Tjap Kodok Mangan Ulo” (Rokok Cap Kodok makan Ular). Nama ini tidak membawa hoki malah menjadi bahan tertawaan. Nitisemito lalu mengganti dengan Tjap Bulatan Tiga. Lantaran gambar bulatan dalam kemasan mirip bola, merek ini kerap disebut Bal Tiga. Julukan ini akhirnya menjadi merek resmi dengan tambahan Nitisemito (Tjap Bal Tiga H.M. Nitisemito).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bal Tiga resmi berdiri pada 1914 di Desa Jati, Kudus. Setelah 10 tahun beroperasi, Nitisemito mampu membangun pabrik besar diatas lahan 6 hektar di Desa jati. Ketika itu, di Kudus telah berdiri 12 perusahaan rokok besar, 16 perusahaan menengah, dan tujuh pabrik rokok kecil (gurem). Diantara pabrik besar itu adalah milik M. Atmowidjojo (merek Goenoeng Kedoe), H.M Muslich (merek Delima), H. Ali Asikin (merek Djangkar), Tjoa Khang Hay (merek Trio), dan M. Sirin (merek Garbis &amp; Manggis).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah mencatat Nitisemito mampu mengomandani 10.000 pekerja dan memproduksi 10 juta batang rokok per hari 1938. Kemudian untuk mengembangkan usahanya, ia menyewa tenaga pembukuan asal Belanda. Pasaran produknya cukup luas, mencakup kota-kota di Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan bahkan ke Negeri Belanda sendiri. Ia kreatif memasarkan produknya, misalnya dengan menyewa pesawat terbang Fokker seharga 200 gulden saat itu untuk mempromosikan rokoknya ke Bandung dan Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambruknya rokok kretek Bal Tiga dan Munculnya Pesaing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir semua pabrik itu kini telah tutup. Bal tiga ambruk karena perselisihan diantara para ahli warisnya. Munculnya perusahaan rokok lain seperti Nojorono (1940), Djamboe Bol (1937), Djarum (1950), dan Sukun, semakin mempersempit pasar Bal Tiga ditambah dengan pecahnya Perang Dunia II pada tahun 1942 di Pasifik, masuknya tentara Jepang, juga ikut memperburuk usaha Nitisemito. Banyak aset perusahaan yang disita. Pada tahun 1955, sisa kerajaan kretek Nitisemito akhirnya dibagi rata pada ahli warisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambruknya pasaran Bal Tiga disebut sebut juga karena berdirinya rokok Minak Djinggo pada tahun 1930. Pemilik rokok ini, Kho Djie Siong, adalah mantan agen Bal Tiga di Pati, Jawa Tengah. Sewaktu masih bekerja pada Nitisemito, Kho Djie Siong banyak menarik informasi rahasia racikan dan strategi dagang Bal Tiga dari M. Karmaen, kawan sekolahnya di HIS Semarang yang juga menantu Nitisemito.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1932, Minak Djinggo, yang penjualannya melesat cepat memindahkan markasnya ke Kudus. untuk memperluas pasar, Kho Djie Siong meluncurkan produk baru, Nojorono. Setelah Minak Djinggo, muncul beberapa perusahaan rokok lain yang mampu bertahan hingga kini seperti rokok Djamboe Bol milik H.A. Ma’roef, rokok Sukun milik M. Wartono dan Djarum yang didirikan Oei Wie Gwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan rokok kretek Djarum berdiri pada 25 Agustus 1950 dengan 10 pekerja. Oei Wie Gwan, mantan agen rokok Minak Djinggo di Jakarta ini, mengawali bisnisnya dengan memasok rokok untuk Dinas Perbekalan Angkatan Darat. Pada tahun 1955, Djarum mulai memperluas produksi dan pemasarannya. Produksinya makin besar setelah menggunakan mesin pelinting dan pengolah tembakau pada tahun 1967.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di era keemasan Minak Djinggo dan di ujung masa suram Bal Tiga, aroma bisnis kretek menjalar hingga ke luar Kudus. Banyak juragan dan agen rokok bermunculan. Di Magelang, Solo dan Yogyakarta, kebanyakan pabrik kretek membuat jenis rokok klembak. Rokok ini berupa oplosan tembakau, cengkeh dan kemenyan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan industri kretek di daerah di pulau Jawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kretek juga merambah Jawa Barat. Di daerah ini pasaran rokok kretek dirintis dengan keberadaan rokok kawung, yakni kretek dengan pembungkus daun aren. Pertama muncul di Bandung pada tahun 1905, lalu menular ke Garut dan Tasikmalaya. Rokok jenis ini meredup ketika kretek Kudus menyusup melalui Majalengka pada 1930-an, meski sempat muncul pabrik rokok kawung di Ciledug Wetan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan di Jawa Timur, industri rokok dimulai dari rumah tangga pada tahun 1910 yang dikenal dengan PT. HM Sampoerna. Tonggak perkembangan kretek dimulai ketika pabrik-pabrik besar menggunakan mesin pelinting. Tercatat PT. Bentoel di Malang yang berdiri pada tahun 1931 yang pertama memakai mesin pada tahun 1968, mampu menghasilkan 6000 batang rokok per menit. PT. Gudang Garam, Kediri dan PT HM Sampoerna tidak mau ketinggalan, begitu juga dengan PT Djarum, Djamboe Bol, Nojorono dan Sukun di Kudus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini terdapat empat kota penting yang menggeliatkan industri kretek di Indonesia; Kudus, Kediri, Surabaya dan Malang. Industri rokok di kota ini baik kelas kakap maupun kelas gurem memiliki pangsa pasar masing masing. Semua terutapa pabrik rokok besar telah mencatatkan sejarahnya sendiri. Begitu pula dengan Haji Djamari, sang penemu kretek. Namun riwayat penemu kretek ini masih belum jelas. Dan kisahnya hidupnya hanya deketahui di kalangan pekerja pabrik rokok di Kudus.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/720454464218346364-9819031644196226?l=people-scandal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://people-scandal.blogspot.com/feeds/9819031644196226/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=720454464218346364&amp;postID=9819031644196226' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/720454464218346364/posts/default/9819031644196226'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/720454464218346364/posts/default/9819031644196226'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://people-scandal.blogspot.com/2010/02/sejarah-rokok.html' title='Sejarah Rokok'/><author><name>LiBas bAtAs</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13893280467824393825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_DTpGoMnFF4w/S0IeZBYW29I/AAAAAAAAAB4/L7UkTSnphAQ/S220/oi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_DTpGoMnFF4w/S4Pe7J8Vu5I/AAAAAAAAADI/GGNVoVns3EQ/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-720454464218346364.post-4715586675293750485</id><published>2010-02-23T05:27:00.001-08:00</published><updated>2010-02-23T05:28:50.871-08:00</updated><title type='text'>KANTIN BARU,MASALAH BARU</title><content type='html'>Dibukanya kantin baru disekolah kami,yaitu SMAN 22 Surabaya ternyata membawa beberapa masalah baru di SMA paling akhir di kota Pahlawan ini.Harga makanan,fasilitas yang ada di dalam kantin tersebut,dan juga masalah sewa kontrak kantin yang kami dengar sangat mencekik para penjual makanan di kantin.&lt;br /&gt;Harga makanan yang semula Rp.3500 berubah menjadi Rp5000,namun tidak ada perubahan dalam hal porsi,maupun fasilitas yang menunjang untuk kegiatan di kantin.Bayangkan,kantin di sekolah kami tidak menyediakan tempat duduk bagi para siswa untuk menikmati makanan yang mereka beli.Apakah kami harus makan dengan lesehan tanpa adanya meja maupun tempat duduk.Inikah yang dinamakan kantin baru bagi siswa,yang notabenenya sebagai penyumbang dana bagi pembangunan kantin ini.&lt;br /&gt;Harga kontrak kantinpun melejit,dari kisaran Rp.400.000 perbulan menjadi Rp.3.500.000 perbulan.Apakah ini namanya bukan pemerasan terhadap pengontrak kantin,yang mengontrak kantin itu untuk sandaran hidup mereka.Para siswa pun terkena imbasnya dengan di naikkannya harga-harga makanan di kantin.&lt;br /&gt;Mohon tanggapanya untuk para pengurus kantin di sekolah ini,agar tidak ada pihak yang dirugikan dengan adanya kantin baru ini.Baik siswa,pengelola kantin dan juga pengontrak kantin.Tolong sesuaikan harga-harga di kantin dengan uang saku para siswa yang rata-rata berasal dari golongan menengah kebawah dan juga kontrak kantin yang dibebankan kepada para pengontrak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Manusia ada untuk memanusiakan manusia yang lain.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/720454464218346364-4715586675293750485?l=people-scandal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://people-scandal.blogspot.com/feeds/4715586675293750485/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=720454464218346364&amp;postID=4715586675293750485' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/720454464218346364/posts/default/4715586675293750485'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/720454464218346364/posts/default/4715586675293750485'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://people-scandal.blogspot.com/2010/02/kantin-barumasalah-baru.html' title='KANTIN BARU,MASALAH BARU'/><author><name>LiBas bAtAs</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13893280467824393825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_DTpGoMnFF4w/S0IeZBYW29I/AAAAAAAAAB4/L7UkTSnphAQ/S220/oi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-720454464218346364.post-1768640358225170584</id><published>2010-02-05T20:59:00.000-08:00</published><updated>2010-02-05T21:00:55.994-08:00</updated><title type='text'>Orang menutut ilmu,sama dengan orang yang minum bir…</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_DTpGoMnFF4w/S2z3RiJP4aI/AAAAAAAAAC4/YJh44LY1RLc/s1600-h/bir_bintang.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 118px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_DTpGoMnFF4w/S2z3RiJP4aI/AAAAAAAAAC4/YJh44LY1RLc/s320/bir_bintang.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5434990730924777890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUSER%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C03%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:35.4pt; 	mso-footer-margin:35.4pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ibarat orang yang minum bir,semakin banyak dia minum maka akan membawa efek mabuk pada orang yang meminumnya dan semakin membuat ketagihan seseorang untuk meminumnya lebih banyak lagi setelah sadar dari mabuknya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Jika seorang terlalu banyak minum bir pada saat berpesta miras maka lama kelamaan orang itu akan merasa bosan dan tidak sanggup lagi mengendalikan dirinya alias mabuk.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Demikian juga dengan dalam hal menuntut ilmu,bila otak kita terlalu dipaksakan untuk menerima ilmu dalam satu waktu sekaligus maka akan timbul rasa bosan kita untuk mempelajari ilmu tersebut.Meskipun,pada awalnya kita sangat bersemangat dalam mempelajarinya.Namun,setelah rasa bosan itu hilang,maka semangat untuk mempelajari ilmu akan tumbuh lagi dengan menggebu-gebu.Hal ini sama dengan orang yang meminum bir,setelah efek mabuk itu hilang dan tersadar,maka keinginan untuk mengkonsumsi bir akan tumbuh lagi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/720454464218346364-1768640358225170584?l=people-scandal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://people-scandal.blogspot.com/feeds/1768640358225170584/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=720454464218346364&amp;postID=1768640358225170584' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/720454464218346364/posts/default/1768640358225170584'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/720454464218346364/posts/default/1768640358225170584'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://people-scandal.blogspot.com/2010/02/orang-menutut-ilmusama-dengan-orang.html' title='Orang menutut ilmu,sama dengan orang yang minum bir…'/><author><name>LiBas bAtAs</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13893280467824393825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_DTpGoMnFF4w/S0IeZBYW29I/AAAAAAAAAB4/L7UkTSnphAQ/S220/oi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_DTpGoMnFF4w/S2z3RiJP4aI/AAAAAAAAAC4/YJh44LY1RLc/s72-c/bir_bintang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-720454464218346364.post-4881304710162133619</id><published>2010-01-27T08:47:00.001-08:00</published><updated>2010-01-27T08:47:42.391-08:00</updated><title type='text'>CoreT-cOreT</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Di negri ini,ratusan jiwa terkurung dalam tembok-tembok kemelaratan&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Menyandarkan hidup pada asa dan harapan &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Dibawah dominasi segelintir orang yang selalu menindas sampai luar batas&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Akankah ada sebuah keadilan untuk mereka,lepas dar cengkeraman kaum penindas&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Masih adakah sedikit cahaya yang bisa mereka nikmati tanpa adanya mendung yang menghalanginya&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Tidak akan ada rasa damai tanpa adanya perjuangan&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Tetap bertahan atau hancur dengan perlaha …………&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Aku tahu dan yakin bahwa perang itu salah.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Perang adalah kejahatan yang tidak tertanggungkan&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Meskipun aku sadar bahwa perang itu sedang terjadi di depan kedua bola mataku yang tak hentinya berkedip untuk melihat sebuah pengorbanan sia-sia yang dinakan perang&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Tapi,aku pun tahu bahwa perang itu harus terjadi……&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in;"&gt;Jika seorang manusia memperjuangkan kesempurnaan, maka ia terus bergerak semakin menjauhi sisi manusia yang sejati.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in;"&gt;.Kami tidak menginginkan adanya sebuah dunia yang sempurna , kami meinginginkan sebuah dunia bebas yang sejati.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in;"&gt; Dimana manusia telah mengerti berkali-kali bahwa kesempurnaan itu tidak ada.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in;"&gt;Kami menginginkan sebuah dunia dimana kami dapat bebas untuk mengeksplorasi pengalaman dan merangkul ketidaksempurnaan kami, jati diri kami yang sejati sebagai manusia.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/720454464218346364-4881304710162133619?l=people-scandal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://people-scandal.blogspot.com/feeds/4881304710162133619/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=720454464218346364&amp;postID=4881304710162133619' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/720454464218346364/posts/default/4881304710162133619'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/720454464218346364/posts/default/4881304710162133619'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://people-scandal.blogspot.com/2010/01/coret-coret.html' title='CoreT-cOreT'/><author><name>LiBas bAtAs</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13893280467824393825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_DTpGoMnFF4w/S0IeZBYW29I/AAAAAAAAAB4/L7UkTSnphAQ/S220/oi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-720454464218346364.post-4985952979835708319</id><published>2010-01-27T08:39:00.000-08:00</published><updated>2010-01-27T08:46:55.311-08:00</updated><title type='text'>Pelacur teriak Pelacur…….!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_DTpGoMnFF4w/S2BtuPMQSJI/AAAAAAAAACo/AASldUdyqOg/s1600-h/10037759.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 237px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_DTpGoMnFF4w/S2BtuPMQSJI/AAAAAAAAACo/AASldUdyqOg/s320/10037759.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5431461791728158866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in;"&gt; Sekumpulan Hawa sedang bercengkrama ditengah terangnya lampu wisma   sambil sedikit melirik kanan kiri dengan matanya yang tajam… ada yang lagi bercandaan, , ada yang berdirisambil menikmati sebatang rokok, ada juga yang duduk dan diam (entah berpikir, merenung, atau bermimpi}&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in;"&gt;sesekali mereka berbisik dan bercerita, sesekali mereka teriak "mampir doonnnkkkk…"&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in;"&gt;satu per satu makhluk"  penghuni bumi melintas dan menikmati seronoknya aura para betina malam. "Tapi ga sedikit juga dari para pengkhianat hati yang berencana menikmati sempurnanya keindahan tubuh mereka dengan tujuan meraih kepuasan yang semu".&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in;"&gt;Siapa si mereka??&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in;"&gt;Kata orang-orang mereka adalah pelacur!!! Kata orang" mereka hina!!! hina karena mereka adalah pelacur yang menjual harga diri dan kemampuan seksnya hanya untuk kepuasan ekonomi pribadi, keluarga, maupun suami dan anak-anaknya!!!&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in;"&gt;Tapi buat saya, mereka adalah malaikat dunia yang sesungguhnya. Mereka relakan sepenuhnya kesucian mereka hanya untuk membahagiakan orang lain dan keluarga sebagai rasa tanggung jawab mereka.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in;"&gt;Sementara manusia" lain yang penuh dengan arogansi yang munafik dan senyum kebohongan, memiliki otak hanya untuk menipu dan menjilat manusia yang lain untuk mendapatkan ereksi pribadi.. sampah dari segala sampah yang busuk!!!&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in;"&gt;tapi mereka… sang kupu-kupu malam terbang dengan sayapnya yang cantik dan penuh harapan, berdiri dan berkata…"inilah kami.. hadir di tengah-tengah lingkungan beradab dan menantang kesucian… demi kelangsungan hidup kami dan keluarga tercinta"&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in;"&gt;Sesungguhnya kita jauh lebih bangsat dari mereka, yang dengan penuh umpatan mencoba menantang dan menguasai dunia dengan kemunafikan.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in;"&gt;Jangan teriak mereka hina…&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in;"&gt;Jangan teriak mereka kotor…&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in;"&gt;Jangan teriak mereka jijik…&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in;"&gt;Tapi berkaca dan tertunduklah,  sambil berkata…&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in;"&gt;"Akulah Sang Pelacur…"&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/720454464218346364-4985952979835708319?l=people-scandal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://people-scandal.blogspot.com/feeds/4985952979835708319/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=720454464218346364&amp;postID=4985952979835708319' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/720454464218346364/posts/default/4985952979835708319'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/720454464218346364/posts/default/4985952979835708319'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://people-scandal.blogspot.com/2010/01/pelacur-teriak-pelacur.html' title='Pelacur teriak Pelacur…….!'/><author><name>LiBas bAtAs</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13893280467824393825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_DTpGoMnFF4w/S0IeZBYW29I/AAAAAAAAAB4/L7UkTSnphAQ/S220/oi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_DTpGoMnFF4w/S2BtuPMQSJI/AAAAAAAAACo/AASldUdyqOg/s72-c/10037759.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-720454464218346364.post-3874273977668450154</id><published>2010-01-27T08:36:00.000-08:00</published><updated>2010-01-27T08:39:17.467-08:00</updated><title type='text'>Sekilas tentang Menara Pisa (Menara condong yang miring)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_DTpGoMnFF4w/S2Brzwl3xpI/AAAAAAAAACg/PsJnuLk44oc/s1600-h/pisa-lina-1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 190px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_DTpGoMnFF4w/S2Brzwl3xpI/AAAAAAAAACg/PsJnuLk44oc/s320/pisa-lina-1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5431459687570065042" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:AcidDreamer;"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;font-size:130%;" &gt;&lt;i&gt;Sampai 300 tahun lagi ???&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Sudah banyak yang tahu bila salah satu dari 7 keajaiban dunia adalah berupa menara.Apalagi kalau bukan menara Pisa.Menara yang terletak di kota Pisa, Italia ini dianggap ajaib karena kedudukannya yang tidak vertikal lagi.Benar,menara ini condong ke samping alias miring,Dan yang bikin tambah unik,tingkat kemiringannya bertambah tiap tahunnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Menara ini terbuat dari batu,semen, dan kapur.Sehingga,keseluruhan struktur menara ini elastis dan dapat menahan menahan tekanan yang hebat sekalipun.Dinding bagian dalam dan luarnya dilapisi marmer berukuran 40 x 60 senti.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Yang istimewa ,bangunan ini bukan merupakan sebuah menara silinder yang berongga di dalamnya.Melainkan terdapat silinder inti yang menjadi dinding bagian dalam menara.Diantara dinding dalam dan dinding luar ini terdapat tangga melingkar selebar 1 meter.Saking tingginya menara ini,bila dihitung jumlah anak tangga sampai ke puncak adalah 293 buah.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Bila menara in dulunya bediri tegak secara vertikal,mengapa ia tiba-tiba berubah haluan ? Menurut para ilmuwan,kemiringan ini disebabkan oleh beberapa hal,diantaranya bahan dasar pembuat menara yang membuat bobot menjadi terlalu berat dan struktur lapisan tanah yang lunak.Namun, yang diyakini menjadi penyebab utama kemiringan yang dimulai pada 1185 ini adalah struktur tanahnya yang memang sangat lunak.Bagaimana tidak,bangunan ini didirikan 6 kaki diatas permukaan air laut.Dan letak daerahnya tepat diatas palung sungai(lapisan teratasnya pasir dan tanah liat)&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Menurut perhitungan matematis,kemiringan ini dapat bertahan hingga 300 tahun ke depan.! Jadi,bersyukurlah karena masih bisa menjadi saksi sejarah keunikan dan keajaiban menara pisa.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Andreas Pen MF;"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;font-size:130%;" &gt;&lt;b&gt;Fakta-Fakta Seputar Pisa&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:BitmapWide;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;i&gt;Lama pembuatannya 177 tahun !&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt; Pembangunan menara Pisa dimulai pada 9 Agustus 1173  dan berakhir pada 1350.Meski menara ini didirikan oleh orang-orang setempat,namun mendapat sentuhan dari berbagai budaya.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt; Betapa tidak,yang membangun adalah orang-orang yang berasal dari Jerussalem,Carthago,Ibiza,Mallorca,Afrika,Belgia,Inggris,norwegia,Spanyol,Maroko,dan beberapa bangsa Eropa lainnya.Percaya atau tidak,alasan dibuatnya menara ini adalah karena gengsi warga kota Pisa yang begitu tinggi.Mereka memang selalu bersaing dengan warga kota Florence,yang terletak di negara yang sama.Maka,untuk menunjukkan betapa hebatnya kota Pisa,mereka membangun menara tinggi di sebelah katedral kota.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt; Namun, pembangunannya sempat terhenti sampai lantai dasar,karena warga kota Pisa harus berperang dengan melawan Florence.Pembangunannya dimulai lagi pada 1180 dan berakhir pada 1185.Dalam 5 tahun itu,pembangunannya hanya berhasil menambah 3 lantai.Namun,menara ini sudah mulai miring.Setelah itu,pembangunan menara sempat mengalami putus-sambung beberapa kalidengan waktu yang tidak tetentu.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt; Kedudukan menara yang mulai miring memang membuat pembangunannya cukup sulit di selesaikan.Pembangunan terakhir dilakukan mulai 1319 hingga 1350.Akhirnya,secara keseluruhan menara itu memiliki 8 lantai dengan 7 bel di dalamnya.    &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:BitmapWide;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;i&gt;Fungsi utama menara Pisa&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;Fungsi sebenarnya menara Pisa adalah menara lonceng &lt;i&gt;(bell tower)&lt;/i&gt;.Pada masa itu,keberadaan menara lonceng sangat penting untuk menunjukkan kekuatan suatu daerah,Semakin megah menara loncengnya,semakin hebat pula bangsa yang mendirikannya.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt; Ilmuwan kuno Italia,Galileo juga sempat menjadikan menara pisa sebagai tempat percobaannya.Dengan memanfaatkan kemiringan menara Pisa,dia menjatuhkan benda-benda untuk membuktikan teori gravitasinya.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;i&gt;(Sumber:Diambil dari beberapa Sumber)&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/720454464218346364-3874273977668450154?l=people-scandal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://people-scandal.blogspot.com/feeds/3874273977668450154/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=720454464218346364&amp;postID=3874273977668450154' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/720454464218346364/posts/default/3874273977668450154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/720454464218346364/posts/default/3874273977668450154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://people-scandal.blogspot.com/2010/01/sekilas-tentang-menara-pisa-menara_27.html' title='Sekilas tentang Menara Pisa (Menara condong yang miring)'/><author><name>LiBas bAtAs</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13893280467824393825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_DTpGoMnFF4w/S0IeZBYW29I/AAAAAAAAAB4/L7UkTSnphAQ/S220/oi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_DTpGoMnFF4w/S2Brzwl3xpI/AAAAAAAAACg/PsJnuLk44oc/s72-c/pisa-lina-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-720454464218346364.post-2635342227938645999</id><published>2010-01-27T08:33:00.000-08:00</published><updated>2010-01-27T08:34:04.269-08:00</updated><title type='text'>Hedonis Bangsat</title><content type='html'>&lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in;" align="justify"&gt; Hilir mudik setengah manusia di Surabaya memadati mal, bioskop, pusat" perbelanjaan kota… seakan-akan negara ini tenang, adem, ayem tanpa ada krisis ekonomi yang berarti !!!Anak-anak muda yang masih dibawah ketiak ayah dan ibunya antri di kasir-kasir toko pakaian dan barang" eksklusif yang harganya ratusan ribu bahkan jutaan rupiah dengan senyum dan tawa yang tanpa beban.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in;" align="justify"&gt; Sementara di dunia yang lain saya melihat anak" seumuran yang sama (bahkan dibawah umur) dengan compang-campingnya hanya bisa berdiri disamping kaca" mobil mewah sambil memegang sebuah ukulele dan dengan suaranya yang sangat polos mencoba untuk menyampaikan sesuatu… bahwa "mereka butuh makan dan pendidikan".&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in;" align="justify"&gt; Saya bingung… Apa si yang diajarkan orang" kaya buat anak-anaknya hah ????!!!!!!!!!! Bagaimana cara memilih barang" yang mahal ???? Bagaimana cara menghambur"kan uang ?????? Bagaimana cara menginjak yang lemah ???? Sementara kalian membuang ludah, mereka yang dijalan menelan ludah kalian, bangsat !!!!!  &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in;" align="justify"&gt; Borjuis" kota memang bisa berpikir "buat apa mikirin kaum yang ga’ mampu karena mereka merasa berkelimpahan", tapi buat apa juga kalian semua jadi manusia kalau di sekitar kalian masih ada yang berjuang untuk menjadi manusia !!!&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in;" align="justify"&gt; Setiap hari yang ada di kuping saya cuma kata-kata menghina yang dengan &lt;i&gt;sa’enake cangkeme&lt;/i&gt; ngomong bahwa para penghuni jalanan itu ada karena malas dan tidak punya semangat untuk bekerja… Hey bung, mereka bukan pemalas tapi TIDAK PUNYA KESEMPATAN, karena semua lahan yang seharusnya digunakan untuk memunuhi hajat hidup orang banyak telah kalian rampas !!! orang-orang rakus yang mengambil hak hidup mereka dengan penuh tipuan !!!  &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in;" align="justify"&gt; Mereka yang ga mampu aja masih bisa menjulurkan tangannya untuk orang lain…. tapi kalian semua yang merasa dirinya mendapatkan sesuatu dari hasil menginjak yang lemah, dimana hati dan otak kalian semua… di pantat ??????!!!!!!!!!&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in;" align="justify"&gt;Mulailah menghargai hidup orang lain tanpa menimbang status sosial dan jangan memandang rendah orang lain !!!&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in;" align="justify"&gt; "Tanpa kuli tidak akan ada gedung"."Tanpa pembantu rumah tangga… Hahahahahahaaaa… dengan cincin emas di 10 jari tangan, mana bisa ibu-ibu borju masak dan nyuci baju !!!!!!!&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in;" align="justify"&gt;Jangan merasa sombong dengan hidup yang berkelimpahan, karena emas kalian adalah hasil keringat dan jerit tangis dari orang" yang kalian injak !!!&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in;" align="justify"&gt;Jangan remehkan kekuatan orang-orang yang kalian anggap lemah, karena itu bisa jadi bom waktu untuk kalian para penindas yang sewaktu-waktu bisa meledak dan menghancurkan kalian !!!&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in;" align="justify"&gt;Manusia ada untuk memanusiakan satu sama lain…&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/720454464218346364-2635342227938645999?l=people-scandal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://people-scandal.blogspot.com/feeds/2635342227938645999/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=720454464218346364&amp;postID=2635342227938645999' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/720454464218346364/posts/default/2635342227938645999'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/720454464218346364/posts/default/2635342227938645999'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://people-scandal.blogspot.com/2010/01/hedonis-bangsat.html' title='Hedonis Bangsat'/><author><name>LiBas bAtAs</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13893280467824393825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_DTpGoMnFF4w/S0IeZBYW29I/AAAAAAAAAB4/L7UkTSnphAQ/S220/oi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-720454464218346364.post-343661150701799494</id><published>2009-06-07T22:44:00.000-07:00</published><updated>2009-06-07T22:46:55.849-07:00</updated><title type='text'>AnArKISme PahaM yaNg TaK Per nAh padam</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Oleh Alm. Mansour Fakih&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selama ini, mendengar kata Anarkisme disebut, banyak orang segera merasa gelisah dan cemas, terbayang suatu kelompok manusia bringas yang siap menebarkan keonaran, kekacauan, kehancuran dan malapetaka. Meskipun pada umumnya orang hanya secara intuitif, tanpa tidak pernah mencoba menggali lebih seksama tentang apa yang disebut sebgai pandangan Anarkis tersebut, Namun istilah anarki sendiri sudah terlanjur menimbulkan kemarahan dan terlanjur secara luas disimpulkan bahwa anarkisme adalah sebagai suatu paham yang menakutkan karena jahat. Orangpun tanpa berpikir panjang percaya bahwa Anarkisme adalah negatif dan berbahaya, titik. Pendek kata, dalam memandang anarkisme, tidak hanya apparatus negara, bahkan masyarakat akademia, bersepakat bahwa Anarkisme adalah musuh umat manusia. Dengan demikian keyakinan yang mendominasi pemikiran masyarakat luas adalah bahwa “anarkisme” tidak lebih dari penyakit sosial yang bertentangan dengan segala norma sosial yang baik dan pantaslah jika anarkisme dianggap musuh masyarakat. leh karena itu dianggap wajar juga untuk menganjurkan untuk memberantas Anarkisme sampai keakar-akarnya. Anjuran untuk senantiasa waspada terhadap segala bentuk anarki saat ini telah menjadi hampir kesepakatan sosial. Pendek kata, Anarkisme perlu di amputasi atau dilenyapkan, untuk selamanya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="more-120"&gt;&lt;/span&gt;Lantas mengapa Anarkisme menjadi paham yang sangat ditakuti sehingga perlu dibrantas habis? Jangan-jangan letak persoalannya hanya karena kita tidak paham betul apa sebenarnya yang menjadi cita cita Anarkisme. Lebih ironis lagi, jangan-jangan secara diam-diam kita, anda dan saya tanpa menyadari, juga dalam beberapa hal bersimpati bahkan untuk banyak hal berbagi keyakinan dengan anarkisme Atas alasan itu semua, perlunya untuk memperdebatkan, merenungkan dan mempertimbangkan anarkisme sehingga akan melahirkan sikap kritis masyarakat sebagai alternatif dari sikap apriori menerima maupun apriori menolak, ataupun membenci secara membabi buta ataupun sikap secara taklid buta untuk menerima atau menolak tanpa suatu kesadaran mengapa dan untuk apa. Oleh karena itu lahirnya sikap dan kesadaran kritis yang didorong oleh suatu keterbukaan, dialog kritis adalah sesuatu yang yang harus difasilitasi oleh karena tema yang umumnya dianggap tabu untuk dibicarakan, bahkan tidak layak untuk diapresiasi, justru yang seharusnya perlu diapresiasi dan yang pertama tama perlu diacungkan jempol.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lantas, apa sebenarnya dan mengapa Anarkisme begitu kontroversial? Anarkisme sebagai suatu paham atau pendirian filosofis maupun politik yang percaya bahwa manusia sebagai anggota masyarakat akan membawa pada manfat yang terbaik bagi semua jika tanpa diperintah maupun otoritas, boleh jadi merupakan suatu keniscayaan. Pandangan dan pemikiran anarkis yang demikian itu pada dasarnya menyuarakan suatu keyakinan bahwa manusia pada hakekatnya adalah mahluk yang secara alamiah mampu hidup secara harmoni dan bebas tanpa intervensi kekuasaan juga tidaklah ssuatu keyakinan yang sangat salah. Lalu dari mana datangnya persepsi bahwa anarkisme berarti mendorong pada kehancuran dan keberantakan? Padahal sangat jelas dari pengertian diatas sesungguhnya Anarkisme tidak identik dengan keyakinan pecinta kehancuran. Bahkan tidak ada indikasi bahwa anarkisme serta merta merupakan cita acita yang menjurus kearah kekacauan ataupun kehanacuraan dan keberantakan. Namun yang jelas memang anarkisme merupakan suatu pemikiran yang mendambakan suatu “orde” yang bersifat spontan. Mereka umumnya menolak segala prinsip otoritas politik, pada saat yang sama sangat percaya bahwa keteraturan sosial niscaya terwujud justru jikalau tanpa otoritas politik. Secara sepintas dapat dilihat, bahwa musuh gerakan anarki adalah segala bentuk otoritas, maupun segala bentuk simbol otoritas, dan bentuk otoritas yang bagi kaum anarkis sangat jelas adalah otoritas yang dimiliki oleh negara moderen. Itulah sebabnya bagi kaum anarkis, negara dipandang memonopoli otoritas kekuasaan yang perlu dibatasi, misalnya seperti kekuasaan territorial yang mereka miliki, kekuasaan yuridiksi atas rakyat termasuk kekuasaan menguasai kekayaan sumber daya didalam wilayah yang mereka kuasai. Kekuasaan negara juga muncul dalam bentuk pemanfaatan sistim hukum positive yang eksistensinya serta merta menundukkan dan menyingkirkan semua bentuk hukum yang “dianggap negatif”, seperti hukum adat dan banyak hukum lainnya. Dan akhirnya gagasan bangsa sebagai suatu bentuk puncak dari politisasi masyarakat juga menghancurkan segala bentuk kelompok kelompok masyarakat. Semua otoritas tersebut dipelihara melalui monopoli penguasaan alat alat pertahanan dan keamanan, bahkan negara memonopoli cara untuk menundukkan rakyat. Sebaliknya anarkisme memang mengidamkan suatu visi social tentang “masyarakat alami” yakni suatu masyarakat swakelola yang mandiri dari para invidual yang secara swadaya membentuknya. Anarkisme bahkan menjadi sikap politik bahwa pemerintahan selain tidak perlu juga destruktif. Ini memang sesuai dengan makna harfiah Anarki, yang konon asal katanya memang berakar dari kata Yunani yang artinya kurang lebih “tanpa aturan atau without a rule”, dan memang dalam perkembangannya telah digunakan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Apa sebenarnya pandangan, visi dan pendirian filosofis kaum anarkis? Anarkisme mengambil berbagai bentuk dan spektrum, yakni dari Anarkisme aliran kiri dan eskrim kiri, maupun anarkisme aliran kanan bahkan sampai anarkisme ekstrem kanan yang berwatak individualistik. Meskipun anarkisme kelihatannya berakar pada paham kebebasan individual yang liberal, namun lokasi konflik pahamnya justru pada pada titik yang terletak antara negara dan masyarakat. Meskipun terdapat berbagai aliran pemikiran kaum narkisme dalam berpendirian terhadap lokasi konflik negara-masyarakat tersebut. Namun pendirian pendirian mereka sesungguhnya secara sederhana dapat dikatagorikan kedalam Anarki individualistik dan anarki sosialistik. Anarki Individualistik berangkat dari cita cita kebabasan individual, serta berpangkal juga dari kedaulatan individual atas pemilikan harta dan kekayaan pribadi, serta pemilikan privat. Dengan demikian arah anarki individualis ini adalah suatu bentuk dari anarki kapitalisme. Sementara anarki kiri yang berwatak sosialistik justru berangkat dari penolakan kekayaan pribadi dan negara yang menurut mereka sebagai sumber penyebab dari ketidakadilan sosial. Golongan anarki ini justru berpendirian perlunya pembatasan kekuasaan dan keperkasaan negara atas individu dalam kelompok kelompok masyarakat. Pendek kata paham ini adalah perkawinan antara paham bercorak liberalistik dan sosialisme. Itulah mereka juga disebut sebagai Sosialisme Libertarian.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kalau kita telaah perkembangan pemikiran dan gerakannya, Anarkisme sudah lama sekali berkembang dan pemikiran tersebut masing berkembang hingga saat ini dengan nama, gaya dan bentuk yang berbeda-beda. Meskipun sudah lama berkembang, misalnya William Godwin (1756-1836) telah melontarkan gagasan yang diduga menjadi inspirasi paham Kooperasi sosialis model Owen, namun membincangkan paham anarkisme tidak dapat melupakan bagitu saja tokoh pemikir Proudhon yang pada dasarnyaa mengadaaopsi gagaan koperasi sosialis. Dia melihat bahka kekuasaan negara dan kekuasaan Modal adalah sinonim, sehingga mustahil baginya menggunakan negara untuk memperjuangan kaum proletar. Belakangan Bakunin melanjutkan gagasan tersebut, bedanya Bakunin menempuh jalan pengambilalihan secara revolusioner dan kekerasan untuk membangun kolektivisme. Peter Kropotkin salah seorang pengikutnya Bakunin melanjutkan gagasan tersebut secara lebih komunistik, yakni dengan menganjurkan gagasan “segala sesuatu milik setiap orang, dan pembagian didasarkan pada kebutuhan tertentu masing-masing.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Perkembangan praktek anarkisme demikian juga penentangnya dimana mana dan para buruhpun mulai mengadopsinya yang melahirkan suatu sempalan baru yang dikenal dengan “Anarcho-Syndicalism”, atau Revolutionary Syndicalism. Mulai dari pikiran bahwa fungsi serikat buruh yang secara tradisional memperjuangkan kenaikan upah dan perbaikan kondisi kerja dianggap sudah lagi tidak memadai. Serikat buruh harus menjadi organisasi militan untuk menghancurkan Kapitalisme dan negara. Buruh harus ambil alih pabrik-pabrik dan dikuasai. Dengan demikian, serikat buruh juga dituntut mampu untuk menjadi pengelola manajemen pada saat pasca revolusi. Pendek kata bagi mereka serikat buruh pada dasarnya berfungsi sebagai badan perlawanan, namun pada era pasca revolusi serikat buruh harus juga berfungsi dalam administrasi menjemen untuk mengelola industri. Untuk menjaga stamina militansi, suasana lingkungan perlu secara terus menerus dikembangkan untuk itu. Mereka, para anarki sindikalis dimasa lalu sangat percaya bahwa suatu aksi perlawanan yang massif akan mampu melumpuhkan negara dan bahkan sistim kapitalisme.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bagaimana gerakan anarki saat ini dan masa mendatang? Saat ini sesungguhnya gerakan anarkisme tengah mengalami kemunduran. Kecuali di Spanyol gerakan anaki dihancurkan dimana-mana. Meskipun dua tokoh Anarki besar seperti Bakunin dan Kropotkin berasal dari Rusia, namun gerakan itu disana justru dikerdilkan oleh rezim totaliter disana maupun idenya dikooptasi oleh Partai Sosialia Revolusioner Narodniki.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sementara ditempat lain dimasa lalu gerakan Anarkisme pernah mengalami kejayaannya. Contohnya, gerakan perlawanan sosio kultural yang dipelopori oleh Mahatma Gandhi dianggap sebagai realitas dari pengaruh Anarkisme di Asia. Gandhi berhasil mengembangkan gerakan resistensi dan pembangkangan social yang bersifat anti-kekerasan di Afrika Selatan dan India. Orang percaya bahwa Gandhi banyak membaca pikiran Anarkis seperti Leo Tolstoy dan Thoreau maupun Kropotkin. Meskipun impian Gndhi tentang suatu masyarakat komunal berbasis desa swadaya belum pernah terwujud, tetapi pemikirannya dilanjutkan orang orang sepahamnya dengan mengembangkan gerakan Sardovaya yang dipimpin oleh Vinoba Bhave Jaya Prakash Narayan yang mengembangkan gerakan pemilikan tanah secara kolektif yang dikenal dengan gramdan, dimana pada tahun 60-an menjadi gerakan yang mendapat sambutan secara luas di India.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di Barat Anarkisme memang menjadi daya tarik kaum intelek. Anarkisme dianggap menjadi pendorong gerakan Civil rights di Amerika akhir tahun 1950-an, dimana warga kulit hitam Amerika melakukan resistensi terhadap ketidakadilan yang dilegalisir dalam konstitusi dengan menggunakan gerakan moral. Gerakan itulah yang dianggap sebagai picu gerakan social selanjutnya, dimana gerakan sosial makin meluas dan meruncing, tidak hanya terbatas sebagai gerakan civil rights tapi telah berkembang menjadi gerakan umum menentang struktur elitisme dan gerakan kritik terhadap gaya hidup materialisme masyarakat industri baik di negara negara Kapitalis maupun negara Komunis. Gerakan itu terus berlangsung hingga tahun tahun 1960-an dan 1970-an. Anarkisme dengan demikian telah menjadi identik dengan gerakan “counter culture” atau budaya tanding yang sangat popular dikalangan anak muda dan Mahasiswa dan kelompok kiri secara umum di Amerika dan Eropa serta Jepang. Namun watak anarkisme generasi ini memang lebih merupakan pemberontakan budaya ketimbang suatu hal yang berwatak ideologis.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pendirian akan penolakan kaum anarki terhadap negara, serta desakan untuk desentalisasi dan otonomi lokal, sangat gaung kuat terhadap mereka yang bercita cita menegakkan demokrasai participatory. Jika gerakan sosial ditahun 60-an memendam semangat “buruh menguasai industri” maka kelihatannya pikiran Anarcho-Syndicalisme masih hidup. Tetapi Anarkisme generasi tahun 60-an dan 70-an memprakarsai suatu perlawanan masif dan berskala global melalui aksi langsung dengan membentuk parlemen jalanan mempunyai agenda yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Gerakan anarkisme era tersebut menunjukkan adanya indikasi kuat bahwa mereka menerima warisan pemikiran Bakunin tentang “pan-destructionisme” dimana mereka percaya bahwa sistim masyarakat yang ada saat itu sudah sangat rusak, korup dan munafik sehingga sudah tidak layak lagi untuk diperbaiki dan harus dibersihkan secara total.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dari perbincangan ini, kita dapat memahami ternyata paham anarkisme tidak sesederhana yang selama ini diprsepsikan oleh banyak orang. Anarkisme juga memiliki anatomi dan bentuk gerakan yang bermacam macam. Menganggap tungal terhadap anarkisme yang sebenarnya beragam tersebut dapat memunculkan suatu kesalahpahaman yang tidak perlu. Karena memang paham anarkisme dalam perkembangannya pernah menjadi pendorong terhadap perubahan sosial menuju suatu masyarakat bebas dari otoritarianisme menuju pada suatu masyarakat egaliter, tanpa dominasi dan demokratis. Bahkan paham Anarkisme telah menjadi inspirasi terhadap lahirnya banyak karya sastra tentang kemanusiaan yang sangat berbudaya. Misalnya saja kritik Ivan Illich terhadap “sekolah” di awal tahun 70-an merupakan salah satu karya seorang anarkis yang memberi isnpirasi bagi berbagai upaya pembaharuan pemikiran dan metodologi pendidikan. Pendek kata sudah lama masyarakat luas menjadi semakin manusiawi dan beradab, justru karena inspirasi dari para pemikir anarkis.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bagaimana masa depan Anarkisme? Pada saat ini rakyat secara global mnghadapi tantangan besar akibat dari menguatnya paham Neo-Liberalsime. Indikasi menguatnya paham ini telah mendorong tata ekonomi, politik, sosial dan budaya kedalam suatu zaman yang dikenal dengan era Globalisasi. Globalisasi yang merupakan suatu formasi sosial untuk pengintegrasian ekonomi nasional bangsa bangsa kedalam suatu sistim ekonomi Kapitalisme global, juga telah memincu munculnya gerakan anarkisme baru diawal abad ini. Proses Globalisasi yang memaksakan pembentukan sistim, tata relasi dunia baru ini membawa akibat semakin menguatnya institusi modal dan Negara-negara Kapitalis melalui WTO dan Lembaga Keuangan Internasional terdapat indicator telah membangkitkan semngat anarkisme lagi. Berbagai perlawanan rakyat secara global diberbagai tempat menentang WTO dan Bank Dunia menjadi saksi dari kebangkitan gerakan anarkisme lagi yang secara global dikenal yakni The World Bank dan International Monetary Fund (IMF). IMF inilah organisasi yang paling dianggap berkuasa di abad 20.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Justru pada era globalisasi inilah terdapat suatu gejala lahirnya kembali gerakan anarkisme global yang selama ini tidak banyak kedengaran. Globalisasi justru seakan membangunkan kaum anarkis dari tidur, atau paling tidak membangunkan gerakan sosial yang mendapat inspirasi dari kaum anarkis secara global, seperti gerakan anti WTO, gerakan anti Hutang seolah meneruskan gerakan Hijau, gerakan feminisme, gerakan masyarakat Adat ataupun gerakan rakyat kaum miskin kota dan sebagainya. Gerakan rakyat menentang pembangunan Dam dibeberapa tempat di Asia, seperti gerakan anti proyek pembangunan Dam Narmada di India tahun 1980-an, pada dasarnya merupakan suatu bentuk dari “New Social Movement” yang mendapat inspirasi dari pikiran anarkisme. Pada tahun 1992, gerakan untuk menyelamatkan Narmada ini berhasil mendesak Bank Dunia untuk mencabut dukungannya terhadap proyek tersebut. Gerakan yang “mewarisi sikap Kritis dan semangat anarkisme Mahatma Gandhi” ini adalah merupakan gerakan sosial yang menantang watak otoritarian kekuasaan negara dan sikap ekstraktif dari proses ekonomi yang dominan. Gerakan anarkisme yang dalam era itu juga disebut sebgai “New Social Movement” tumbuh dimana mana, dalam skala lokal, nasional, bahkan global.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Saat ini, sekali lagi kita menyaksikan suatu gerakan “koalisi global menentang WTO dan gerakan “Anti Hutang” Jubilee 2000, serta berbagai koalisi global menentang Bank Dunia, yang ditunjukkan dengan turunnya kembali kaum muda di jalan jalan kota-kota besar dunia setiap diselenggarakan pertemuan Globalisasi adalah fenomena resistensi sosial yang mengingatkan bangkitnya kembali gerakan anarkis atau bahkan terjaganya dari tidur panjang watak anarkis dari gerakan sosial. Gelombang sentimen untuk menentang watak dominasi Neo Liberalisme dan rezim Globalisasi yang mendunia saat ini, bukankah fenomena yang merupakan indikasi lahirnya kembali anarkisme. Masih banyak kasus yang saat ini tidak terungkap, bagaimana gerakan masyarakat di tingkat akar rumput melakukan resistensi terhadap Globalisasi yang pada dasarnya memiliki watak sebagai reinkarnasi pemikiran anarkisme. Misalnya saja gerakan para aktivis untuk membela para petani dari invasi budaya modernisasi pertanian revolusi hijau serta gerakan sosial untuk reformasi agraria dan hak hak petani (peasant rights) di Indonesia saat ini, apakah tidak dapat secara luas dianggap sebagai bangkitnya kembali falsafah anarkisme?.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/720454464218346364-343661150701799494?l=people-scandal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://people-scandal.blogspot.com/feeds/343661150701799494/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=720454464218346364&amp;postID=343661150701799494' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/720454464218346364/posts/default/343661150701799494'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/720454464218346364/posts/default/343661150701799494'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://people-scandal.blogspot.com/2009/06/anarkisme-paham-yang-tak-per-nah-padam.html' title='AnArKISme PahaM yaNg TaK Per nAh padam'/><author><name>LiBas bAtAs</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13893280467824393825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_DTpGoMnFF4w/S0IeZBYW29I/AAAAAAAAAB4/L7UkTSnphAQ/S220/oi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-720454464218346364.post-1753073512005690361</id><published>2009-05-02T11:07:00.000-07:00</published><updated>2009-05-02T11:08:53.910-07:00</updated><title type='text'>Guruku oh buruhku…</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;“Siang malam mereka bekerja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Banting tulang bermandikan keringat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pada sebuah tempat dimana mereka menggantung nyawa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tuk hidupi keluarganya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mereka rela korbankan jiwa…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Awal bulan Mei adalah hari yang ditunggu oleh para kaum buruh se-dunia.Tepat pada tanggal 1 Mei mereka berkesempatan menyuarakan kepincangan nasib yang selama ini mereka alami.Namun ada satu kelompok buruh yang hari itu tidak bisa mengaspirasikan uneg-unegnya karena mereka sedang sibuk mengejar rupiah.golongan ini adalah para guru honorer atau guru tidak tetap(korban dari sistem kerja kontrak),yang kepastian nasibnya dikemudian hari belum jelas.Masih suram,sesuram wajah negri ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Para pekerja mulia ini,terus mengamalkan ilmunya pada generasi muda Indonesia agar kelak dikemudian hari mereka tidak bernasib sama dengan gurunya.Memang,nasib para guru-guru honorer sangatlah tidak mujur.Karena mereka tidak bisa menikmati penghargaan yang selayaknya mereka terima.Gaji mereaka punmasih lebih burukdari pada buruh-buruh pabrik dengan upah UMK.Para guru-guru ini mencari alternatif lain guna menghidupi keluarganya.Dari memberi les privat kepada muridnya,sampai menjadi pengamen guna mencukupi kebutuhan hidup keluarganya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Para pahlaan tanpa tanda jasa ini pun rela mendapat gajiyang tidak seberapa.Apalah yang dapat mereka perbuat.Guru-guru honorer sudah bosan menyampaikan tuntutan agar mereka diangkat menjadi guru tetap.Hanya bisa berharap bila tinggal di negri burung garuda ini,karena harapan itu sudah meredup bagai lilin yang tertip angin semilir.Hanya keadilanlah yang meraka harapkan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Tidak salah bila mutu pendidikan di Indonesia tetap stagnan,bahkan terkesan mundur.Tenaga pengajarnya gajinya sangat minim.Siapa yang maubekerja keras ,tapi hanya menerima upah yang sangat minim.Namun guru-guru ini terus berusaha dengan ikhlas mencerdaskan anak bangsa.Karena suatu ilmu adalah suatu hal yang tidak dapat ditukar dengan apapun,apa lagi dengan lembaran-lembaran rupiah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;“Sang Oemar Bakrie hanya bisa berharap pada kecurangan nasib yang menimpa dia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Keluar dan terus berjuang tuk pahitnya hidup ini…”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/720454464218346364-1753073512005690361?l=people-scandal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://people-scandal.blogspot.com/feeds/1753073512005690361/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=720454464218346364&amp;postID=1753073512005690361' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/720454464218346364/posts/default/1753073512005690361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/720454464218346364/posts/default/1753073512005690361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://people-scandal.blogspot.com/2009/05/guruku-oh-buruhku.html' title='Guruku oh buruhku…'/><author><name>LiBas bAtAs</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13893280467824393825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_DTpGoMnFF4w/S0IeZBYW29I/AAAAAAAAAB4/L7UkTSnphAQ/S220/oi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-720454464218346364.post-3863574048271217662</id><published>2009-04-24T08:58:00.000-07:00</published><updated>2009-04-24T09:00:10.980-07:00</updated><title type='text'>AlamKu</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: XpressiveBlack;"&gt;Kubuka jendela kamarku&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: XpressiveBlack;"&gt;Sang bayu pun menyapaku lembut&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: XpressiveBlack;"&gt;Burung-burung pun berkicau&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: XpressiveBlack;"&gt;Menambah indahnya alamku&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: XpressiveBlack;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: XpressiveBlack;"&gt;Ikan&lt;span&gt; &lt;/span&gt;berenang dengan&lt;span&gt; &lt;/span&gt;leluasa di kali&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: XpressiveBlack;"&gt;Matahari yang bersinar dengan cerah di pagi hari&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: XpressiveBlack;"&gt;Kelelawar hinggap di dahan buah yang matang dan ranum&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: XpressiveBlack;"&gt;Bocah kecil berlarian mencari jangkrik di danau&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: XpressiveBlack;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: XpressiveBlack;"&gt;Tapi alamku kini sudah tidak ramah lagi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: XpressiveBlack;"&gt;Karena terkena polusi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: XpressiveBlack;"&gt;Tapi alam ku kini sudah tidak ramah lagi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: XpressiveBlack;"&gt;Karena terimbas ambisi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: XpressiveBlack;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: XpressiveBlack;"&gt;Bulan pun tak mau nongol sekedar menyapa&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: XpressiveBlack;"&gt;Malas terhalang kabut tebal polusi udara&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: XpressiveBlack;"&gt;Ga’ mungkin ada, lenyap entah kemana&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: XpressiveBlack;"&gt;Sirnalah sudah mati saja, hanya tinggal kenangan…&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: XpressiveBlack;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: XpressiveBlack;"&gt;Bumi kita yang kaya&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: XpressiveBlack;"&gt;Bukan hanya milik kita&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: XpressiveBlack;"&gt;Marilah saling membaginya&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: XpressiveBlack;"&gt;Sama Rata dan Sama Rasa…&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/720454464218346364-3863574048271217662?l=people-scandal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://people-scandal.blogspot.com/feeds/3863574048271217662/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=720454464218346364&amp;postID=3863574048271217662' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/720454464218346364/posts/default/3863574048271217662'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/720454464218346364/posts/default/3863574048271217662'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://people-scandal.blogspot.com/2009/04/alamku.html' title='AlamKu'/><author><name>LiBas bAtAs</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13893280467824393825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_DTpGoMnFF4w/S0IeZBYW29I/AAAAAAAAAB4/L7UkTSnphAQ/S220/oi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-720454464218346364.post-2944561305941535562</id><published>2009-04-10T09:25:00.000-07:00</published><updated>2009-04-10T09:34:18.550-07:00</updated><title type='text'>Jalanan! surga bagi para kaum yang termajinalkan</title><content type='html'>&lt;div style="border: 5.25pt double rgb(204, 51, 0); padding: 1pt 4pt; text-align: justify; font-family: verdana; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify; font-family: verdana; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify; font-family: verdana; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;Jalan raya bukanlah sekadar tempat untuk bertahan hidup. Bagi kaum muda&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jalanan juga arena untuk menciptakan satu organisasi sosial, akumulasi pengetahuan dan rumusan strategi untuk keberadaaan eksistensinya. Artinya ia juga berupaya melakukan penghindaran atau melawan pengontrolan dari pihak lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify; font-family: verdana; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;Sebuah kategori sosial, anak jalanan, bukanlah satu kelompok yang homogen. Sekurang-kurangnya ia bisa dipilah ke dalam dua kelompok yaitu anak yang bekerja di jalan dan anak yang hidup di jalan. Perbedaan diantaranya ditentukan berdasarkan kontak dengan keluarganya. Anak yang bekerja di jalan masih memiliki kontak dengan orang tua, sedangkan anak yang hidup di jalan sudah putus hubungan dengan orang tua.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify; font-family: verdana; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;Terus terang saya ngasih acungan jempol buat teman-teman yang hidup di jalan… Mereka punya kebanggaan, berpenampilan ngepunk, mereka tetap bertahan walau orang-orang sekitar yang melihat menilainya macam-macam. Bagi gua itu sebuah bentuk perlawanan juga. Melawan pikiran-pikiran orang yang sudah dimapankan — yang menganggap negatif karena melihat penampilan orang lain yang beda, menyimpang, diluar kelaziman. Tapi yang lebih penting adalah nilai-nilai punk dalam prakteknya berkembang dalam kehidupan sehari-hari. Bagaimana mereka bisa &lt;em&gt;survive&lt;/em&gt;, menjalin kebersamaan, saling peduli satu sama lain dan tetap mengunggulkan rasa dan kebebasan. Hidup di jalanan &lt;/span&gt;&lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;kan&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:State&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt; penuh tantangan. Apalagi sesusia mereka, ada yang masih anak-anak, yang orang bilang diluar kewajaran — ketika anak-anak yang lain &lt;/span&gt;&lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;kan&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:State&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt; sekolah, pulang ke rumah, bermain, latihan ini dan itu, les piano … Mereka hidup di jalanan mencari uang untuk membantu orangtua. Kadang dikejar dan digaruk trantib. Digertak atau diperas orang yang sok jagoan, macho… Tapi dalam posisi bertahan hidup di jalan, mereka mandiri, sehat, gembira, dan punya rasa humor. Buat gue itu penting, manusiawi banget!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify; font-family: verdana; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;Tapi, di sisi lain saya prihatin ketika melihat para punker yang hidup di jalan, hanya menjadikan jalanan sebagai tempat nongkrong dan mabuk-mabukan. Mereka mencari uang dengan mengamen tapi hasil jerih payahnya itu hanya untuk membeli obat-obatan (&lt;em&gt;drugs&lt;/em&gt;) dan minuman beralkohol. Mereka masih berusia belasan tahun, tiba-tiba memutuskan berhenti sekolah dan lari dari rumah, karena terpengaruh teman-teman nongkrong . Mereka menenggak minuman dan menelan puluhan tablet dextro (tablet obat batuk yang disalahgunakan untuk mabuk). Banyak dari mereka adalah perempuan berusia dini, dan menjadi korban pelecehan seksual.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify; font-family: verdana; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;Bagi mereka, punk sebatas tempat pelarian. Lari dari kesumpekan rumah. Lari dari tekanan hidup. Lari dari tanggungjawab. Lari dari kenyataan! Di kepala mereka, dengan berpenampilan diri seperti punker, mereka bisa bebas dari segala bentuk tekanan hidup, bebas semau-gue, bebas nenggak minuman atau menelan puluhan tablet dextro, bebas mengekspresikan diri sebebas-bebasnya walau masyarakat di sekitarnya terganggu,Pada kenyataannya, punk adalah satuan-satuan kecil komunitas yang menyebar. Di luar itu, adalah &lt;/span&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;massa&lt;/span&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt; cair seperti yang dipresentasikan para gerombolan yang beratribut punk di jalanan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify; font-family: verdana; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;Berbeda dengan gerombolan yang beratribut punk di jalanan yang ngamen untuk mabuk, punk jalanan yang beken juga di sono disebut street punk adalah sebuah gerakan budaya tanding ( counter cilture) yang melawan kemapanan budaya dominan yang dibentuk oleh sistem kekuasaan. Bagi seorang punk, jalanan adalah kehidupan. Di jalanan mereka bertemu dengan orang-orang, di jalanan mereka saling berbagi pengetahuan, di jalanan mereka berdagang, di jalanan mereka menyuarakan kebenaran melalui nyanyian. Pada 1980-an, terjadi bentrokan hebat antara punker dan hippies, karena perbedaan persepsi tentang kehidupan di jalanan. Bagi hippies, jalanan adalah ruang publik sebagai tempat mereka mengekspresikan kemuakan akan kehidupan yang diwarnai perang dan ancaman nuklir. Di jalanan mereka berdemonstrasi membagi-bagikan bunga, seks bebas (&lt;em&gt;war no, sex yess&lt;/em&gt;) dan menenggak obat-obatan (drugs) –mereka ingin lari (&lt;em&gt;escape&lt;/em&gt;) dari kehidupan ini. Kebalikannya, punk melihat kehidupan ini sebagai projeksi, tergantung si individu itu untuk melakukan perubahan. Perubahan itu dimulai dari yang tidak ada, &lt;em&gt;doing more with less&lt;/em&gt;, menjadi sesuatu yang ada dan berarti. Punk tak pernah lari dan sembunyi ketika dihadapkan pada problematika kehidupan. Hadapi! Tuntaskan!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify; font-family: verdana; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;Melihat fenomena gerombolan yang beratribut punk yang nongkrong, mabuk dan mondar-mandiri di Jakarta akhir-akhir ini, tidak perlu dipertanyakan lagi… Mereka bukan punk! Mereka hanya beratribut punk tetapi jalan hidupnya adalah hippies! Hanya hippies yang lari dari kehidupan, dengan nenggak minuman dan obat-obatan (&lt;em&gt;drugs&lt;/em&gt;), mereka lari dari kebebasan (&lt;em&gt;escape from freedom&lt;/em&gt;). ***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana; color: rgb(255, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/720454464218346364-2944561305941535562?l=people-scandal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://people-scandal.blogspot.com/feeds/2944561305941535562/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=720454464218346364&amp;postID=2944561305941535562' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/720454464218346364/posts/default/2944561305941535562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/720454464218346364/posts/default/2944561305941535562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://people-scandal.blogspot.com/2009/04/jalanan-surga-bagi-para-kaum-yang.html' title='Jalanan! surga bagi para kaum yang termajinalkan'/><author><name>LiBas bAtAs</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13893280467824393825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_DTpGoMnFF4w/S0IeZBYW29I/AAAAAAAAAB4/L7UkTSnphAQ/S220/oi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-720454464218346364.post-4899667620427443065</id><published>2009-01-07T04:09:00.000-08:00</published><updated>2009-01-07T04:13:05.838-08:00</updated><title type='text'>WANTED!!!</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: VanDijkDEE;"&gt;WANTED!! Remaja &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; yang rela hidup tanpa HP,make up,dan produk-produk kecantikan dan segala kesenangan yang ditawarkan oleh para kapitalis-kapitalis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: VanDijkDEE;"&gt;Pokoknya Anti Kemapanan lha….!!!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Memang sulit mengajak remaja Indonesia saat ini untuk menjadi murtad terhadap pemujaan mereka kepada gaya hidup westernisasi yang selama ini mereka anut.Shooping di mall,nongkrong di warung makan ala Amerika,seperti Mcd,Kfc dan mengkonsumsi minuman ala orang-orang sono,kayak coca-cola gitu….&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Selama ini mereka tidak sadar bahwa makanan yang selama ini mersuk di tubuh mereka&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;adalah makanan yang di negeri asalnya sono berstatus makanan yang tidak sehat.Lha disini malah digemari.Masyarakat kita terutama para remaja merasa gengsinya naik bila sudah nongkrong dan makan di warung makan ala Amerika.Para kawula muda itu tidak sadar bahwa makanan fast food produksi luar negeri yang mereka konsumsi dapat merusak kesehatan, dan juga secara tidak langsung kita menyumbang untuk para penjahat perang untuk melakukan lebih banyak lagi perang yang menimbulkan banyak korban.Sebuah riset menemukan fakta bahwa tubuh kita memerlukan 32 gelas untuk menetralisir 1 kaleng minuman bersoda macam coca-cola yang sudah kita teguk hampir setiap hari.Bayangkan, sangat kasihan tubuh kita sudah kita beri asupan minuman yang sangat membahayakan tubuh.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Truz kita lihat lagi realitas&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;remaja &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;, terutama kaum Hawa nie…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; cewek-cewek selalu gelisah dengan penampilan fisik yang dimilikinya, terutama kecantikan wajah.Menurut mereka kecantikan diukur dari warna kulit.Kalau putih berarti cantik.Sehingga wajar jika mereka menjadi korban iklan alat-alat kecantikan domestik maupun luar negeri.Jika mereka telah memakai produk tersebut merasa diri lebih percaya diri .Ceileh… yang bener !!!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Semua iklan di TV secara tidak langsung juga mendiskriminasi antara wanita berklit putih dengan wanita berkulit hitam.”Kulit hitam, kacian deh loe”,mereka yang memiliki&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kulit hitam segera ingin membenahi kulit tubuhnya dengan produk-produk iklan .Mereka menganggap itu adalah solusi terbaik.Seolah mereka tersihir dengan dunia global yang semakin memperbudak manusia .Namun cewek dengan kulit hitam ga’ usah minder,karena putih cantik itu kan standar cowok Indonesia.Bagi orang-orang bule orang berkulit hitam adalah seksi dan indah,hal ini dikarenakan kebosanan pada culture mereka yang mayoritas perempuan berkulit putih.Bagi para remaja Indonesia jangan mau jadi korban alat-alat kecantikan,itu tipu muslihat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang hanya akan mengeruk uang kalian.Kita jangan mau dibuat susah dengan alat-alat global.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: Balogna;"&gt;Ingat kawan jangan sampai para kapitalis-kapitalis dengan alat-alat globalnya mengendalikan hidup kita dengan membuat kita terlalu menggantungkan diri pada mereka dan kita pun akan tambah miskin dan bodoh oleh semua itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: Balogna;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/720454464218346364-4899667620427443065?l=people-scandal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://people-scandal.blogspot.com/feeds/4899667620427443065/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=720454464218346364&amp;postID=4899667620427443065' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/720454464218346364/posts/default/4899667620427443065'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/720454464218346364/posts/default/4899667620427443065'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://people-scandal.blogspot.com/2009/01/wanted.html' title='WANTED!!!'/><author><name>LiBas bAtAs</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13893280467824393825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_DTpGoMnFF4w/S0IeZBYW29I/AAAAAAAAAB4/L7UkTSnphAQ/S220/oi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-720454464218346364.post-4877183282051390297</id><published>2008-06-16T05:22:00.001-07:00</published><updated>2008-06-16T05:24:53.197-07:00</updated><title type='text'>Rakyat Indonesia , Mati di Lumbung Pangan</title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/720454464218346364-4877183282051390297?l=people-scandal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://people-scandal.blogspot.com/feeds/4877183282051390297/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=720454464218346364&amp;postID=4877183282051390297' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/720454464218346364/posts/default/4877183282051390297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/720454464218346364/posts/default/4877183282051390297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://people-scandal.blogspot.com/2008/06/rakyat-indonesia-mati-di-lumbung-pangan.html' title='Rakyat Indonesia , Mati di Lumbung Pangan'/><author><name>LiBas bAtAs</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13893280467824393825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_DTpGoMnFF4w/S0IeZBYW29I/AAAAAAAAAB4/L7UkTSnphAQ/S220/oi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-720454464218346364.post-4638752287796050346</id><published>2008-04-11T06:56:00.000-07:00</published><updated>2008-04-11T06:59:00.735-07:00</updated><title type='text'>PENDIDKAN UNTUK RAKYAT………………? NONSENS</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Melihat dari judul diatas, kita pasti beranggapan bahwa usaha-usaha pemerintah untuk menjamin hak-hak rakyatnya hanyalah angin belaka, terutama di bidang pendidikan.Padahal kita tahu sendiri bahwa “mencerdaskan kehidupan berbangsa” adalah salah satu dari tujuan berdirinya Republik ini, namun kita lihat bagaimana dunia pendidikan di negri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bidang pendidikan Indonesia masih tertinggal jauh dengan negara-negara tetangga kita, padahal negara2 tetangga kita dulu mesti mengimport tenaga pengajar untuk diperkerjakan di negrinya sono.Tapi sekarang kita lihat di sekitar kita bnyak ank-anak yang tdk sekolah.Program wajib belajar 9 tahun yang di canangkan pemerintah pemerintah dan juga dengan adanya program BOS, ternyata tidak efektif untuk mengurangi jumlah anak-anak putus sekolah di tanah air ini.Dana untuk pendidikan yang tercantum dalam APBN terus di sunat untuk keperluan yang tidak jelas.Pesangon para birokrat gila dan para pejabat terus di tambah, padahl uang yang mereka gunakan itu adalah hasil dari sumbangan rakyatnya sendiri yang nantinya harus digunakan demi kpentingan penyumbang itu sendiri, nyatanya masih banyak teman-teman kita yang belum merasakan hasil dari sumbangan mereka sendiri.Sembako murah, pendidikan murah, biaya kesehatan gratis itu hanya ada di negri antah berantah bukan disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita lihat realita banyak dijumpai anak-anak yang masih berusia sekolah harus rela terampas dunia bermainnya demi membantu orang tua mereka agar dapur tetap berasap.&lt;br /&gt;Hal ini banyak kita jumpai tidak hanya di kota bahkan di pelosok desa.Berjuta anak bangsa tidak sekolah, karena biaya yang semakin mencekik leher.Pendidikan tanpa batas adalah hal yang kita dambakan, tanpa adanya perbedaan antara si kaya dan si miskin kita semua sama, volume otak kita sama, lahir juga dari lobang vagina, apa yang mesti di banggakan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan untuk rakyat yang kita idam idamkan selamaini hanyalh khayalan semata .Banyak sekolah-sekolah di negri ini sudah tercemar sistem kapitalis tetapi mereka tidak sadar telah menjalankan faham biadab ini.Sebagai contoh seorang anak konglomerat yang bodoh nya sebodoh kerbau pun bisa akan dipermudah jalannya agar bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, di lain pihak seorang anak buruh tani yang otaknya secerdas Albert Einstein tidak akan bisa melanjutkan Sekolah nya hanya dikarenakan tidak bisa membayar sejumlah uang yang diinginkan sekolahnya.Pendidikan di Negara dunia ke-3 ini tidak akan berubah, seperti di zaman kolonial dimana hnya anak –anak dari para yang berduit dan yang berkuasa saja yang bisa sekolah. Tidak salah jika Marjinal dalm salah satu lagunya mengatakan bahwa pendidikan itu ajang bisnis.Ajang bisnins bagi guru –guru yang tidak sadar akan tugas mereka dan oknum-oknum lainnya yang hanya mengincar keuntungan dari adanya lembaga pendidikan ini.Tentunya Ki Hajar Dewantara akan sedih bila melihat realita pendidikan di negri yang dicintanya ini, di mana masih banyak orang-orang yang menyandang gelar sebagai “Orang yang buta huruf dan tidak tau baca dan tulis”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDIDIKAN TANPA BATAS&lt;br /&gt;BUKANLAH UNTUK RAKYAT&lt;br /&gt;PEMBODOHAN SAMPAI JADI MAYAT&lt;br /&gt;(Sepotong lagu dari Bunga Hitam)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Penulisan ini terinspirasi dari lagu Marjinal dan Bunga Hitam yang berjudul “Aku mau sekolah gratis dan Pendidikan tanpa batas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/720454464218346364-4638752287796050346?l=people-scandal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://people-scandal.blogspot.com/feeds/4638752287796050346/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=720454464218346364&amp;postID=4638752287796050346' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/720454464218346364/posts/default/4638752287796050346'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/720454464218346364/posts/default/4638752287796050346'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://people-scandal.blogspot.com/2008/04/pendidkan-untuk-rakyat-nonsens.html' title='PENDIDKAN UNTUK RAKYAT………………? NONSENS'/><author><name>LiBas bAtAs</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13893280467824393825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_DTpGoMnFF4w/S0IeZBYW29I/AAAAAAAAAB4/L7UkTSnphAQ/S220/oi.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-720454464218346364.post-7042600149643330040</id><published>2008-03-22T07:05:00.000-07:00</published><updated>2008-03-22T07:14:43.571-07:00</updated><title type='text'>LemBar Kata kAta gElap</title><content type='html'>suara -suara itu tak bisa dipenjarakan&lt;br /&gt;di sana bersemayam kemerdekaan&lt;br /&gt;apabila engkau diam&lt;br /&gt;aku siapkan untukmu pemberontakan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/720454464218346364-7042600149643330040?l=people-scandal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://people-scandal.blogspot.com/feeds/7042600149643330040/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=720454464218346364&amp;postID=7042600149643330040' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/720454464218346364/posts/default/7042600149643330040'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/720454464218346364/posts/default/7042600149643330040'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://people-scandal.blogspot.com/2008/03/lembar-kata-kata-gelap.html' title='LemBar Kata kAta gElap'/><author><name>LiBas bAtAs</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13893280467824393825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_DTpGoMnFF4w/S0IeZBYW29I/AAAAAAAAAB4/L7UkTSnphAQ/S220/oi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
